Connect with us

Politik

Muncul Dorongan dari Berbagai Daerah agar PPP jadi Oposisi, Sandiaga Uno Tersudut

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan(PPP) Muhammad Romahurmuziy dan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menegaskan, pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno sebagai pendapat pribadi

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan(PPP) Muhammad Romahurmuziy dan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menegaskan, pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno sebagai pendapat pribadi

FAKTUAL INDONESIA: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa masih terlalu dini untuk menentukan sikap apakah akan bergabung atau menjadi opisisi pada pemerintahan yang baru mengingat sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan siapa pemenang pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024.

Meskipun demikian, sudah mulai dorongan dari berbagai daerah agar PPP menjadi opisisi pada pemerintahan mendatang.

Dorongan dari berbagai daerah untuk menjadi oposisi itu merupakan reaksi terhadap pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno yang menyatakan PPP terbuka bergabung dengan koalisi yang mendukung pasangan calon presiden (Capres) dan cawalon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Sandiaga yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menjadi tersudut apalagi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan(PPP) Muhammad Romahurmuziy dan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menegaskan, pernyataan Sandiaga sebagai pendapat pribadi.

Dalam pantauan media oniline yang dikutip dari laporan antaranews.com, Muhammad Romahurmuziy mengatakan bahwa muncul dorongan dari berbagai daerah agar partainya menjadi oposisi di pemerintahan selanjutnya.

Advertisement

“Dorongan untuk PPP mempertahankan sikap oposisi juga masih ada bahkan dari daerah,” ujar pria yang akrab disapa Romy saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Hal itu menyusul pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno yang terbuka bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

Kendati demikian, dia menilai pernyataan Sandiaga merupakan pendapat pribadi.

“Tapi sebagaimana disampaikan Pak Sandi itu adalah di antara aspirasi pribadi yang berkembang dan belum ada keputusan apa-apa di tingkat partai,” katanya.

Sebab, partainya belum menentukan sikap terkait langkah politik yang akan diambil pasca Pemilu 2024.

Advertisement

Romy menegaskan sampai saat ini PPP tengah fokus mengawal penghitungan suara hingga KPU RI mengumumkan hasil Pemilu 2024 secara resmi pada 20 Maret mendatang. Ini juga sebagai wujud solidnya PPP dalam koalisi pengusung Ganjar-Mahfud.

“Masih terlalu pagi menyikapi pemerintahan baru, karena pemenangnya siapa bahkan belum diumumkan oleh KPU,” tegas Romy.

Selain itu, dia mengungkapkan PPP sudah berpengalaman sebagai oposisi lebih dari separuh usia partai berlambang ka’bah itu yang kini menginjak 51 tahun.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan bahwa Sandiaga Uno yang merasa terhormat jika ada ajakan bergabung untuk membangun bangsa pada pemerintahan selanjutnya merupakan pernyataan pribadi.

“Pernyataan Pak Sandi itu pernyataan pribadi. Ya, itu hak pribadi beliau,” ujar Awiek saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Advertisement

Partai berlambang Kakbah itu, kata dia, secara formal masih mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Awiek menegaskan bahwa PPP tengah berfokus mengawal rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024.

“Sampai saat ini kami belum melakukan rapat apa pun, belum memutuskan apa pun,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno menjawab pertanyaan soal peluang partainya bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

Sandiaga mengatakan bahwa PPP saat ini merupakan partai pendukung pemerintah dan posisinya berada di pemerintahan.

Advertisement

Menurut pandangannya pribadi, PPP akan sangat terhormat untuk diajak membangun bangsa.

“Karena sesuai dengan namanya Partai Persatuan Pembangunan untuk persatuan Indonesia dan pembangunan harus ikut aktif dalam membangun bangsa. Itu pandangan saya,” kata Sandiaga di Jakarta, Senin (26/2).

Meskipun demikian, Sandi menekankan bahwa penentuan arah politik PPP nanti dalam rapat pimpinan nasional. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement