Politik
Kabacadnas Kemhan Harap Peserta Penguatan Nasionalisme Peserta KKRI Memahami dan Mengamalkan Lima Nilai Dasar Bela Negara
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema secara resmi membuka kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) Menuju Indonesia Emas di lingkungan Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, pada Sabtu (5/9/2026). (Foto: Biro Infohan Setjen Kemhan)
FAKTUAL INDONESIA: Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema mengharapkan seluruh peserta Penguatan Nasionalisme Peserta Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) Menuju Indonesia Emas dapat memahami dan mengamalkan lima nilai dasar bela negara, yaitu cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
“Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu diinternalisasi dalam sikap, ucapan dan tindakan sehari-hari, sehingga peserta KKRI menjadi agen perubahan yang menyebarkan kebaikan di sekolah, keluarga, masyarakat, hingga ruang digital,” kata Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema dalam amanatnya ketika secara resmi membuka kegiatan Penguatan Nasionalisme Peserta Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) Menuju Indonesia Emas di lingkungan Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, Sabtu (5/9/2026).
Turut hadir pejabat Eselon I dan II Kemhan, perwakilan Kemenko PMK, Komdigi, BNN, BNPT, Baznas, Kemen PPPA, KPAI, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, BBPVP Bekasi, serta tamu undangan lainnya.
Pembukaan diikuti sekitar 150 orang peserta KKRI yang akan dibina selama 10 hari ke depan hingga 14 September 2026.
Kabacadnas menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui pemerintah dalam membina generasi muda sebagai penjaga masa depan bangsa.
Kabacadnas menekankan bahwa bela negara saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kesiapan menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman non-militer yang bergerak cepat melalui ruang informasi berupa cognitive warfare.
“Adanya upaya untuk mempengaruhi cara berpikir, persepsi dan pengambilan keputusan masyarakat yang dilakukan melalui arus informasi, bahkan terkadang terjadi manipulasi opini, termasuk juga disinformasi dan eksploitasi algoritma melalui media digital. Ini tentunya sangat rentan menyasar pada generasi muda,” jelas Kabacadnas.
Dukungan dari orang tua juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Ibu Ade Komariah orang tua dari peserta Dyo Dwi menyampaikan harapannya.
“Saya sangat yakin kegiatan ini bermanfaat. Sebagai orang tua kami berharap anak bisa berubah menjadi lebih baik, lebih disiplin, dan bisa menjaga pergaulan. Ini kesempatan yang baik untuk membentuk karakter anak,” ujar orang tua Dyo.
Seperti dilaporkan Biro Infohan Setjen Kemhan pada laman Kemhan, melalui penguatan nasionalisme ini, Kementerian Pertahanan berkomitmen membangun ekosistem pembinaan kesadaran bela negara yang berkelanjutan dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berwawasan kebangsaan. Para peserta KKRI diharapkan dapat tumbuh menjadi kader yang unggul, berkarakter, dan menjadi wajah baru pembawa energi positif bagi bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas. ***
