Politik

Jokowi Tidak Hadir dan Beri Ucapan HUT NasDem, Begini Harapan dan Dugaan Surya Paloh

Published

on

Acara HUT Partai NasDem tahun lalu dihadiri Presiden Jokowi (kiri) sedangkan tahun ini dihadiri Capres 2024 Anies Baswedan (kanan)

Acara HUT Partai NasDem tahun lalu dihadiri Presiden Jokowi (kiri) sedangkan tahun ini dihadiri Capres 2024 Anies Baswedan (kanan)

FAKTUAL-INDONESIA:  Acara HUT Partai  NasDem ke 11 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022), tanpa dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bukan itu saja, Jokowi juga tidak memberikan ucapan lewat video padahal, sudah disiapkan slot waktu penayangan video ucapan HUT  NasDem untuk presiden.

Bermacam dugaan pun muncul terkait ketidak hadiran Jokowi pada HUT NasDem itu, apalagi ini terjadi setelah partai pimpinan Surya Paloh itu mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Surya Paloh yang Ketua Umum NasDem memberikan harapan dan dugaan tentang ketidak hadiran Jokowi itu.

Ia pun berharap  Jokowi memberi ucapan selamat secara personal setelah perayaan itu.

Advertisement

“Ya, mudah-mudahan akan, tidak lama. Kita pahami kesibukan beliau,” kata Surya Paloh.

Dalam pantauan media, tribun-bali.com melaporkan, selain absen di puncak perayaan HUT Partai NasDem, Jokowi ternyata juga tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada partai yang mengusungnya di Pilpres 2014 dan 2019 itu.

“Ah jujur saja, Pak  Jokowi belum sempat mengucapkan itu,” ujar Surya Paloh di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Padahal awalnya dalam agenda acara, video ucapan selamat dan sambutan  Jokowi dijadwalkan akan tayang pada puncak perayaan HUT  NasDem pukul 15.01-15.06 WIB.

Namun, hingga akhir perayaan, video ucapan dari  Jokowi itu tidak kunjung ditampilkan.

Advertisement

Surya Paloh mengaku tak tahu menahu alasan  Jokowi belum mengucapkan selamat kepada dirinya.

“Tanya sama Pak  Jokowi, masa tanya sama  NasDem? Kenapa Pak  Jokowi enggak kirim video? Ini kan hari ultah  NasDem. Mau dikirim video, ah itu bagus. Kalau enggak dikirim video mungkin karena kesibukan,” katanya.

Paloh lantas merespon isu adanya keretakan antara dirinya dan  Jokowi pasca- NasDem mengumumkan akan mengusung  Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

Menurut Paloh, ada dua respons yang bisa disampaikannya, yakni kejujuran atau omong kosong belaka.

“Ini pertanyaan-pertanyaan. Kita ingin beri jawaban lip service atau kejujuran hati? Nah, jawaban lip service beda dengan kejujuran hati,” kata Paloh melempar pertanyaan kepada ratusan kader  NasDem yang hadir.

Advertisement

Kejujuran Hati dan Dugaan Surya Paloh

Dari situ Paloh menegaskan bahwa  NasDem hanya mau merespons isu tersebut dari kejujuran hati. Menurutnya Paloh, hubungan dengan  Jokowi sampai saat ini baik-baik saja. Bahkan kata dia  Jokowi masih menjadi presiden bagi  NasDem.

“Jawaban jujur adalah saya masih anggap  Presiden  Jokowi adalah presiden partai  NasDem.  Presiden jokowi sahabat yang saya harapkan,” kata Paloh.

Surya Paloh menyebut persahabatan yang terjalin antara dirinya dengan  Jokowi yakni perihal konsistensi terminologi.

“Persahabatan dalam terminologi yg kita pahami adalah terima segala kekurangan dan kelebihan sahabat,” kata dia.

Advertisement

Sejauh ini kata Paloh, pihaknya masih akan tetap berada pada pihak pemerintah dan membantu jalannya roda pemerintahan dalam hal pembangunan.

Bahkan, upaya untuk berada di sisi pemerintah itu akan terus dilakukan oleh  NasDem hingga akhir masa jabatan  Jokowi berakhir.

“Sampai hari ini saya katakan, kita tetap menunjukkan upaya-upaya kita berikan dukungan yang sepenuhnya untuk keberhasilan jalannya roda administrasi pemerintahan kepemimpinan  Presiden  Jokowi sampai akhir masa jabatan beliau,” tukas Surya Paloh.

Paloh juga meyakinkan bahwa  NasDem menjadi pihak terdepan dalam memberikan dukungan untuk berjalannya roda administrasi pemerintahan  Presiden  Jokowi. Namun, menurutnya, partai yang eksis bukan hanya sekadar partai yang berada dalam koalisi pemerintahan.

“Ini perlu saya tegaskan, bukan berarti karena kita calonkan Bung  Anies Baswedan hubungan kita harus retak, hubungan kita harus berpisah,” jelas Paloh.

Advertisement

“Ini yang diperlukan negara ini hari ini adalah bagaimana spirit kita untuk kembangkan spirit rasa kebersamaan dengan seluruh potensi yang ada di negeri ini. Partai politik yang ada dan eksis itu bukan hanya harus kerjasama dengan partai koalisi pemerintahan,” tegasnya.

Adapun mengenai keputusan partainya mengusung Anies pada  Pilpres 2024 mendatang, menurut Paloh hal itu semata-mata didasari spirit ingin melanjutkan pembangunan yang sudah digalakkan  Presiden  Jokowi.

“Sampai hari ini  NasDem memberikan keyakinan menempatkan capres  Anies Baswedan adalah dalam rangka upaya melanjutkan upaya-upaya pembangunan yang sedang berjalan. Keberhasilan yang telah dicapai.  Jadi kalau ini diputar sedemikian rupa, dinyatakan ada upaya sistemik untuk jegal jalannya pembangunan di bawah kepemimpinan  Jokowi, saya pikir yang paling siap hadapi kelompok itu adalah  NasDem,” tegas Paloh.

Paloh berharap pernyataannya itu memberi kejelasan bahwa  NasDem masih satu barisan koalisi bersama pemerintah.

“Itu tekad kita. Bukan hanya lip service untuk kepentingan pragmatis, tidak. Kita punya pride (kebangsaan). Kita punya keyakinan diri kita. Sekarang terserah. Bola ini ada di tangan presiden  Jokowi,” urai Paloh.

Advertisement

Dalam bagian lain, Surya Paloh mengemukakan dugaannya tentang ketidak hadiran Jokowi pada HUT NasDem itu.

Surya Paloh menduga kemungkinan Jokowi tak mengucapkan selamat karena alasan kesibukan.

Seperti diketahui  Presiden  Joko Widodo ( Jokowi) tak ikut menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Partai  NasDem yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11) kemarin.

Jokowi absen lantaran sedang melakukan lawatan ke Kamboja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. ***

Advertisement
Exit mobile version