Connect with us

Politik

Di Tengah-tengah Sorotan dan Kritik setelah Putusan MK 90/PUU-XXI/2023, Jokowi Ingatkan Hati-hati Kelola Negara

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Joko Widodo mengingatkan berhati-hati kelola negara saat membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2024).

Presiden Joko Widodo mengingatkan berhati-hati kelola negara saat membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2024).

FAKTUAL INDONESIA: Di tengah-tengah maraknya sorotan dan kritik tentang rusaknya tatanan bernegara dan penyimpangan terhadap etika demokrasi sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi nomor 90/PUU-XXI/2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan peringatan berhati-hati kelola negara.

Peringatan Jokowi itu ditujukan kepada pemerintahan baru hasil pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024 yang akan menggantikan posisinya setelah dua periode menjabat presiden.

Jokowi melontarkan pernyataan  mengingatkan pemerintahan baru setelah kepemimpinannya agar berhati-hati dalam mengelola negara saat membuka Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Palembang, Jumat (1/3/2024).

“Saya harapkan pemerintahan baru nanti agar dapat berhati-hati dalam mengelola negara, mengelola APBN dan sebagainya,” kata Jokowi.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara besar dan luas dengan jumlah penduduk hampir 280 juta. Oleh sebab itu pemerintahan ke depan harus penuh kehati-hatian saat mengambil tindakan.

Advertisement

“Terutama dalam mengelola ekonomi, politik dan sebagainya, harus berhati-hati agar tidak keliru mengelola negara,” jelasnya.

Selain itu, Jokowi mengatakan Indonesia dapat menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan ke depan.

“Menurut lembaga-lembaga internasional, Indonesia dikalkulasikan dapat menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan ke depan” ucapnya.

Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir landskap politik dan ekonomi global itu berubah, karena disrupsi teknologi dan juga adanya perubahan akibat interaksi lewat media sosial.

“Kondisi geopolitik saat ini sangat sulit dihitung bahkan ekonomi global ketidakpastiannya sulit dikalkulasikan. Tetapi, dengan kondisi ketidakpastian dan adanya tekanan-tekanan di posisi itu justru Indonesia memiliki peluang dan kesempatan melompat untuk menjadi negara maju,” kata Jokowi.

Advertisement

Meski demikian, Jokowi mengatakan tantangan Indonesia menjadi negara maju itu juga sangat besar. Salah satu tantangan itu adalah soal hilirisasi.

“Saya kasih contoh seperti tambang Freeport yang sudah 55 tahun itu hanya mengekspor tembaga, akan tetapi kita tidak tahu apakah mereka mengekspor hanya tembaga atau ada emasnya,” ujarnya.

Menurut dia, tidak mudah membangun smelter karena selama ini Indonesia terlalu nyaman mengirim bahan mentah ke Jepang, Spanyol dan sebagainya. Maka, dengan pembelian saham 51 persen PT Freeport oleh BUMN, akan memudahkan program hilirisasi melalui pembangunan smelter.

“Kita kehilangan nilai tambah dan kesempatan lapangan pekerjaan bagi anak bangsa. Maka dari itu, sembilan tahun yang lalu saya paksa mereka membangun yang namanya industri smelter dan Insya Allah pada Juni 2024 smelter PT Freeport akan beroperasi dan akan merekrut sekitar 15 hingga 20 ribu anak bangsa untuk bekerja,” katanya.

Jokowi mengatakan hilirisasi tidak hanya akan didorong industri tambang saja, akan tetapi juga perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan dan industri lainnya.

Advertisement

“Semuanya akan kita hilirisasikan agar dapat nilai tambah dan terbukanya lapangan pekerjaan,” kata dia. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement