Politik
Cederai Nilai Kebhinekaan, Ridwan Kamil Sesalkan Fenomena Edi Mulyadi Berdekatan dengan Arteria Dahlan

Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil mohon edukasi anak dan cucu, menyampaikan argumen gunakanlah bahasa yang baik dan tidak menyinggung
FAKTUAL-INDONESIA: Nilai kebhinekaan harus tetap diutamakan seluruh masyarakat sehingga jangan sampai pernyataan yang disampaikan pada publik menyakiti banyak orang atau golongan tertentu.
Begitu imbauan Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil menanggapi fenomena yang mencederai kesatuan dalam keberagaman di Tanah Air. Fenomena itu terjadi sangat berdekatan di rumah kebhinekaan Indonesia.
Ridwan Kamil pun menilai pernyataan Edy Mulyadi tentang ibukota baru negara di Kalimantan dengan narasi yang tidak tepat itu mencederai nilai kebhinekaan.
“Tentunya saya menyesalkan dalam waktu yang berdekatan, kita diributkan dengan tindakan atau ucapan dari mereka secara terang-terangan di ruang publik. Dan akhirnya menyakiti perasaan kelompok masyarakat yang menjadi sebuah bagian dari yang namanya rumah kebhinekaan Indonesia,” kata dia, di Bandung, Selasa.
Menurut dia, pernyataan Mulyadi seharusnya tidak keluar setelah ada fenomena sebelumnya, saat anggota DPR dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, meminta Jaksa Agung untuk mencopot seorang kepala Kejaksaan Tinggi hanya karena yang bersangkutan menggunakan bahasa Sunda saat rapat.
Kamil mengatakan ada sebuah hadits yang menyatakan agar berbicara yang baik atau diam dan adapun jika harus berbicara maka harus yang baik-baik, dan itu merupakan pilihan.
Akan tetapi, kata dia, pada akhirnya narasi yang disampaikan bisa dengan bahasa yang tidak baik dan dengan bahasa yang baik.
“Saya mohon kita edukasi anak dan cucu, kita menyampaikan argumen gunakanlah bahasa yang baik dan tidak menyinggung sehingga mudah-mudahan masalah ini bisa tuntas,” katanya seperti dipantau dari media antaranews.com.
Ia berharap nilai kebhinekaan harus tetap diutamakan seluruh masyarakat sehingga jangan sampai pernyataan yang disampaikan pada publik menyakiti banyak orang atau golongan tertentu.
“Jika ada aspek hukum harus dihadapi dan aspek psikologisnya menjadi pelajaran bahwa meminta maaf itu penting, dan mengakui kesalahan itu penting, dan jangan diulangi,” katanya.
Fokus Kerja
Dalam bagian lain Ridwan Kamil, memastikan akan tetap fokus bekerja sebagai kepala daerah terkait keputusan pemerintah yang telah menyepakati jadwal Pemilu pada Rabu, 14 Februari 2024.
“Terkait waktu pemilu yang sudah diketuk. Saya kira pertanyaan capres itu tinggi tapi saya sampaikan fokus saya tetap akan bekerja ya, saya senang 2022 karena banyak kerjaan yang selesai,” dia, ketika ditanyakan pendapatan tentang kesepakatan dari KPU dan Kementerian Dalam Negeri yang menetapkan waktu pelaksanaan Pemilu 2024, Selasa.
Ia memastikan tetap fokus bekerja terlebih pada 2022 ini banyak program-program yang tuntas dan siap dioperasikan. “Sehingga nanti berita dari saya kebanyakan, peresmian ini dan pembukaan itu. Karena selama dua tahun terhenti Covid-19 dan 2022 adalah tahun panen kinerja dan saya akan fokus membereskan hal tersebut,” kata dia.
Ia menuturkan pada tahun ini banyak panen peresmian-peresmian proyek sarana-prasarana. “Saya sebagai gubernur akan fokus pada kerja-kerja ya walaupun pertanyaan 2024 tidak bisa dihindari, selalu ada setiap saat di mana pun saya berada,” kata dia.
“Namun jawabannya sama, yang pasti di depan mata, Cisumdawu sudah dibuka kan, kemudian bulan Juli nanti Insya Allah Masjid Agung Jabar atau Al Jabbar juga akan beres. Dan tahun ini kemudian ada 30-an program alun-alun Garut kemudian minggu depan di Kuningan dan lain sebagainya,” kata dia.
Ia berharap semua pihak bisa fokus pada kerja 2022 dan fokus pada hal yang positif. “Mari kita kurangi hal negatif dan kita lawan narasi yang memecah belah Bhinneka Tunggal Ika, mudah-mudahan dengan begitu kebangkitan Jabar dan Indonesia bisa jauh lebih cepat,” kata dia. ***