Politik
Bjorka, Setelah Jawab Tantangan Istana Ungkap Pembunuh Aktivis HAM Munir

Foto wajah misterius akun Bjorka dan dokumen BIN yang dilabeli rahasia untuk presiden dibocorkan oleh Bjorka
FAKTUAL-INDONESIA: Dunia maya Indonesia geger dengan munculnya peretas gelap menyandang identitas Bjorka.
Akun Bjorka dengan penampilan foto wajah penuh misteri itu terus melansir isu-isu sensitif seperti bocornya data dan dokumen Badan Intelijen Negara (BIN) dan mengungkap kebocoran surat-surat rahasia Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Aksi Bjorka itu membuat pihak Istana mengambil langkah akan memburu pelakunya dan memproses secara hukum.
Menanggapi tantangan dari Istana itu, Bjorka bukan surut namun kembali membuat gempar netizen dengan unggahan terbarunya.
Minggu (11/9/2022), Bjorka merilis nama sosok dibalik pembunuh aktivis HAM Munir (11/9/2022),
Dari pantauan media, dalam akun medianya, dilansir Newsdelivers (10/9), Bjorka yang mengaku orang Polandia dengan ID @bjorkanism memberi keterangan terkait siapa pembunuh Munir.
“Ya saya tahu kalian telah menunggu ini. Jadi siapa yang membunuh orang baik ini?”, tulis Bjorka sambil melampirkan potongan tangkapan layar data seseorang tokoh yang sudah dikenal warga Indonesia.
Beberapa waktu sebelumnya, Bjorka ditantang netizen terkait kebenaran klaimnya telah meretas data dan dokumen BIN. netizen banyak mempertanyakan terkait pembunuhan Munir, kasus KM 50, juga Supersemar.
Ditantang netizen membuat Bjorka akhirnya sesumbar akan membongkardalang pembunuh Munir.
Bjorka menjawab Minggu (11/9/2022) pagi, dengan tulisan berjudul ‘Siapa yang Membunuh Munir?’
Dalam jawaban secara langsung dan tegas, Bjorka mengemukakan, bahwa orang tersebut merupakan Muchdi Purwopranjono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.
Menurut Bjorka, Muchdi diangkat sebagai Kepala Deputi V BIN pada 27 Maret 2003. Dimana jabatan tersebut sangat memungkinkan baginya untuk melakukan aksi yang dianggap merugikan negara.
Menurut Bjorka juga, Muchdi telah memanfaatkan jaringan nonorganik BIN yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto yang merupakan pilot PT Garuda Indonesia Airways guna proses membunuh.
Dimana kebetulan saat itu diketahui Munir akan terbang ke Belanda menggunakan Garuda Indonesia. Pollycarpus kemudian diangkat menjadi petugas keamanan penerbangan untuk menaiki PT Garuda Indonesia Airways.
Bjorka mengklaim bahwa Pollycarpus membuat surat rekomendasi kepada PT Garuda Indonesia Airways untuk ditempatkan di keamanan perusahaan.
Di akhir tulisan, Bjorka menuliskan bahwa kasus kematian Munir ini bahkan terancam kadaluarsa jika tidak ada pernikahan atau status korban tidak berubah menjadi pelanggaran HAM berat.
Lalu sebagai penutup, peretas yang tidak jelas diketahui identitasnya itu menuliskan, “Apa yang terjadi dengan janji Anda Pak Presiden?”
Jawab Tantangan Istana
Pengunggah surat rahasia untuk Presiden Jokowi di forum gelap, Bjorka, menyindir Istana Kepresidenan yang menyebut aparat tengah memburu dirinya.
“do u know that u and all ur people no one can do this? because it’s been 21 days since my first leak. and all of u are still confused about where to start (Sadar enggak sih tak seorang pun dari Anda dan semua orang-orang Anda bisa melakukannya? 21 hari sejak pembocoran data pertamaku, Anda semua masih bingung dari mana memulainya, red),” kicau dia di akun Twitter-nya, @bjorkanisme, Sabtu (10/9) malam.
Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan aparat tengah memproses kasus kebocoran data itu secara hukum dan memburu pelakunya.
Pasalnya, surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi bocor di forum peretas (hacker) adalah informasi bohong. Hal itu, kata dia, merupakan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” kata Heru, dikutip dari Antara, Sabtu (10/9).
Diketahui, Bjorka via grup Telegram sempat mengklaim meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi. Tak lama, ia membuktikannya dengan mengunggah sejumlah sampel berisi judul, pengirim, dan penerima surat rahasia, salah satunya dari BIN untuk Jokowi, di situs komunitas hacker BreachForums.
Sebelum aksinya ini, ia, yang bergabung dengan BreachForums sejak 9 Agustus 2022 itu, sudah membocorkan data IndiHome, Tokopedia, registrasi SIM card, hingga KPU.
Seperti dikutip dari pantauan media CNN Indonesia, sejauh ini, belum tampak aksi balasan konkret dari Pemerintah dan pihak yang bocor datanya selain melempar komentar. ***