Connect with us

Olahraga

Thailand Open 2024: Gregoria Tunjung dan Komang Ayu ke-16 Besar, Ester Nurumi Tergelincir

Avatar

Diterbitkan

pada

Gregoria Mariska Tunjung melenggang. (Foto: PBSI)

FAKTUAL-INDONESIA: Gregoria Mariska Tunjung dan Komang Ayu Cahya Dewi melenggang ke-16 besar, sementara Ester Nurumi Tri Wardoyo harus tergelincir di babak pertama turnamen BWF500 Thailand Open, Rabu (15/5/2024), di Bangkok, Thailand.

Gregoria tampil percaya diri untuk mengatasi perlawanan Liang Ting Yu (Chinese Taipei) dengan dua games langsung 21-18, 21-17.

“Puji Tuhan bisa melewati pertandingan dengan kemenangan, meskipun dari segi permainan yang saya tampilkan hari ini belum nyaman,” kata Gregoria. “Karena kondisi lapangan berbeda dengan saat latihan kemarin. Saya juga masih mencari-cari bentuk permainan terbaik. Saya masih banyak melakukan error,” sambungnya.

Dijelaskan Gregoria, tadi baik di game pertama maupun kedua, dirinya sempat ketinggalan. Tetapi ketinggalan itu terjadi karena kesalahan sendiri.

“Harus diakui lawan juga bermain bagus dan ini merupakan pertemuan pertama,” ungkap Gregoria.

Advertisement

Untuk menghadapi partai selanjutnya, sambung Gregoria, dirinya harus lebih tenang. “Tadi masih terlihat buru-buru,” ucap Gregoria. “Adaptasi dengan lapangan harus bisa lebih baik lagi. Juga saat unggul, saya tidak boleh kehilangan banyak angka. Kalau banyak kehilangan angka itu bisa berdampak ke rasa percaya diri,” lanjutnya.

Komang Ayu Cahya Dewi. (Foto: PBSI)

Sementara di laga lainnya Komang Ayu harus memeras keringat sebelum memastikan tiket ke-16 besar. Ia harus bermain rubber game oleh Saloni Samirbhai Mehta (Hong Kong) 21-17, 13-21 dan 21-11.

“Tadi itu pertandingan yang tidak gampang,” aku Komang Ayu. ” Adaptasi saya dengan lapangan belum terlalu baik. Kondisinya berbeda dengan saat latihan. Bisa jadi saat itu pendingin udaranya belum difungsikan,” lanjutnya.

Ditambahkannya, di game pertama lambungan bola memang lebih menekan dan bisa menguasai lapangan. Semua strateginya bisa masuk. “Cuma di game kedua saya kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan,” aku Komang Ayu. “Sementara lawan yang sudah sempat main kemarin di kualifikasi, adaptasinya bisa lebih baik. Saya sering terkaget-kaget. Spekulasi saya banyak salah. Saya kira ke luar, ternyata malah masuk,” imbuhnya.

Menurutnya, game ketiga dirinya ubah pola mainnya dengan lebih banyak menurunkan bola dan ternyata berhasil. “Untuk menghadapi pertandingan besok, harus ditingkatkan lagi fokusnya,” kata Komang Ayu. ” Semoga adaptasinya bisa lebih baik lagi. Lawan Sim Yu Jin asal Korea pasti tidak mudah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” sambungnya.

Ester Nurumi Tergelincir

Advertisement

Sukses Gregoria Tunjung dan Komang Ayu, tidak demikian dengan yang dialami tunggal Skuad Merah Putih lainnya, Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ia harus tergelincir di babak pertama kalah dari Ashmita Chaliha (India) melalui rubber game 21-19, 15-21 dan 14-21.

“Sayang juga saya tidak berhasil untuk melangkah ke babak kedua,” tutur Ester kecewa. “Dari sisi permainan, lawan adalah pemain yang bertipe menyerang. Dia juga bermain ngotot. Seharusnya saya bisa bermain lebih ngotot lagi untuk menghadapinya. Karena itu saya keteteran juga menghadapi lawan,” tambahnya.

Diakui Ester, di game ketiga dirinya banyak melakukan kesalahan sendiri. Selain itu juga dari pikirannya. Staminanya juga menurun.

“Memang tadi sempat bisa dapat poin saat ketinggalan angka jauh,” kata Ester. “Tetapi untuk bisa mengejar, perbedaan angkanya terlalu jauh,” lanjutnya.

Dibanding performa di Piala Uber lalu, sambung Ester, memang jauh. Bisa jadi karena pemulihannya belum maksimal. “‘Saya akan coba lagi untuk melakukan pemulihan dan akan mencoba yang terbaik di turnamen selanjutnya,” tekad Ester. ****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement