Olahraga
Tak Patuh Jalankan Kewajiban, WADA Kirim Surat Peringatkan Indonesia

Ilustrasi doping. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Badan Anti Doping Dunia (WADA) mengirimkan surat peringatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Surat tertanggal 28 Agustus 2025 yang ditandatangani Direktur Asia/Oceania Dr YaYa Yamamoto menyebutkan Indonesia bisa diberikan sanksi pembekuan seperti pada tahun 2021 karena tak patuh program antidoping.
Surat ini dikeluarkan karena Organisasi Antidoping Indonesia (IADO), dalam status tidak aktif memberikan laporan berkala terkait pemungutan sampel doping agenda olahraga di Indonesia.
Sebelum bersurat ke pemerintah, WADA terlebih dahulu menegur IADO pada April 2025 karena tak ada sampel pengujian doping pada periode Januari hingga Maret 2025.
Setelah mendapat surat tersebut IADO langsung melakukan pengujian doping dan mengirim sampelnya. Namun, setelah itu tidak ada program pengujian doping lanjutan.
Karena tidak ada tindak lanjut, WADA resmi bersurat ke Kemenpora. Surat yang ditandatangni Yaya Yamamoto pada 28 Agustus 2025 tersebut mengingatkan Menpora Dito Ariotedjo.
“Saya ingin menekankan bahwa Indonesia dinyatakan tidak patuh pada tahun 2021. Ketidakpatuhan tersebut diakibatkan oleh keterbatasan sumber daya keuangan yang sangat besar ketika NADO tidak menerima dana, sehingga program antidoping di Indonesia menjadi tidak aktif. Kami mengamati situasi serupa di mana pemerintah tidak mengalokasikan sumber daya keuangan kepada IADO untuk memenuhi kewajiban kepatuhannya sebagaimana diatur dalam Kode dan Standar Internasional,” tulis WADA.
WADA juga menyinggung komitmen Indonesia dalam program antidoping. Pasalnya wakil Kemenpora sempat menghadiri pertemuan Antidoping dalam Olahraga (AORIM) ke-20 di Doha pada 17-18 Januari 2025.
Untuk menyelesaikan persoalan ini, WADA meminta pihak Kemenpora kooperatif. WADA mengusulkan pertemuan daring pada awal September untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Perkenankan saya mengusulkan pertemuan daring untuk membahas situasi di Indonesia pada awal September. WADA terus mendukung dan membimbing IADO atas peran vital mereka dalam memastikan atlet dan olahraga Anda bersih di Indonesia, dan saya siap menjawab pertanyaan apa pun yang Anda ajukan,” tulis WADA dalam suratnya. ****














