Home Olahraga Servis Geledek Antar Berrettini ke Final Grand Slam Perdana di Wimbledon

Servis Geledek Antar Berrettini ke Final Grand Slam Perdana di Wimbledon

oleh Bambang

Matteo Berrettini melenggang ke final. Wimbledon.com)

FAKTUALid – Di tengah tim Azzurri asuhan Roberto Mancini menyusun rencana licik untuk mematahkan Inggris di Piala Eropa 2020, petenis Negeri Pizza Matteo Berrettini (Italia) juga mencatatkan diri mengukir prestasi membanggakan negerinya dengan lolos ke final Grand Slam pertamanya di turnamen Wimbledon. Unggulan ketujuh itu melenggang ke partai puncak sesudah mengubur harapan unggulan ke-14 Hubert Hurkacz (Polandia) dengan empat set langsung 6-3, 6-0, 7-6 (3) dan , 6-4 , Jumat (9/7/2021), di Centre Court All England Club London, Inggris.

Setelah Timnas Italia memenangkan semifinal Piala Eropa 2020, di belahan bumi lainnya di Wimbledon, pemuda jangkung Berrettini membukukan penampilan perdananya tembus final Grand Slam pertamanya. Italia terakhir memenangi tenis Grand Slam lewat Flavia Pennetta di turnamen AS Terbuka 2015. Sedang di kelompok putra, sudah sangat lama Italia tak memunculkan juara.

Berrettini adalah pria Italia pertama yang mencapai sejauh ini di The Championships, sejak Nicola Pietrangeli pada 1960 dan dua kemenangan mengikuti jejak Adriano Panatta di Roland-Garros 44 tahun lalu sebagai juara Grand Slam. Dia memanfatkan keunggulan tenaga dengan servis di atas 200 km per jam untuk mendapatkan tiket final.

Berrettini mencatat 10 kemenangan beruntun di lapangan rumput, setelah merebut gelar ATP 500 pertamanya di The Queen’s Club. Ia hanya kalah dua kali dari 24 pertandingan terakhirnya di lapangan.

Pemain berusia 25 tahun itu telah mengklaim 23 dari 26 pertandingan terakhirnya, menambahkan satu gelar di Beograd, final Masters 1000 pertama di Madrid dan perempat final Roland-Garros perdananya – semuanya di lapangan tanah liat.

Setelah mencapai babak keempat di Australia Terbuka, ia memberi Stefanos Tsitsipas (Yunani) kemenangan walkover karena ia mengalami cedera perut.

Dua bulan kemudian, hanya dalam pertandingan tunggal keduanya sejak cedera, Berrettini mendapatkan trofi di Serbia Terbuka.

“Saya membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa bertarung dan saya bisa mencerna situasi sulit,” kata Berrettini setelah kemenangannya. “Saya mampu menangani saat-saat yang sangat sulit. Ada momen-momen yang dimiliki semua atlet pada umumnya, tetapi saya benar-benar menempatkan diri saya dalam perjuangan tanpa rasa takut. Saya kembali lebih kuat,” sambungnya.

Usai mengalahkan teman baiknya, unggulan ke-16 Felix Auger-Aliassime (Kanada) di babak delapan besar, dia tumbuh kepercayaan diri untuk membuat prestasi lebih di Wimbledon.

Sampai akhirnya Berrettini lolos ke semifinal dan bahkan kini ke final. “Sudah dua tahun sejak saya berada di semifinal pertama saya, jadi sekarang saatnya untuk bersorak sedikit,” katanya. “Saya akan mengatakan bahwa itu berbeda, tetapi pada saat yang sama itu hebat. “Saya baru saja memainkan pertandingan demi pertandingan, dan saya menemukan diri saya di semifinal. Maksud saya, bermain bagus, bertarung seperti yang saya lakukan sekarang, tetapi itu lebih tidak terduga. Sekarang, melangkah di turnamen ini, saya tahu bahwa saya bisa melakukannya. Saya tahu bahwa perjalanan juga belum berakhir. Jadi berbeda,” imbuhnya.

Di final Berrettini akan bertanding melawan pemenang pertandingan antara unggulan utama yang juga juara bertahan Novak Djokovic (Serbia) melawan petenis kidal Denis Shapovalov (Kanada). ****

You may also like

Tinggalkan Komentar