Home Olahraga Raja Sapta Oktohari ‘Gerilya’ Demi Misi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Raja Sapta Oktohari ‘Gerilya’ Demi Misi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

oleh Bambang

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (dok.NOC)

FAKTUALid – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari membawa misi khusus di Olimpiade 2020 Tokyo. Okto, sapaan karib Raja Sapta, tak sekadar mendampingi atlet Indonesia namun juga  melakukan diplomasi untuk memperluas jaringan demi menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade.

Okto tak hanya memperkuat hubungan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Dewan Olimpiade Asia (OCA), serta Asosiasi Komite Olimpiade Nasional  (ANOC) semata. Ia juga melakukan pendekatan kepada federasi olahraga internasional (IF) yang menjadi cabang olahraga (cabor) resmi dipertandingkan di Olimpiade.

“Sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia, saya akan memaksimalkan waktu selama berada di Tokyo ini untuk menjalin jaringan di luar negeri. Sebab, presiden federasi internasional, IOC, OCA, ANOC, termasuk semua presiden NOC di seluruh dunia,” kata Okto, Senin (25/7/2021).

Kualifikasi Selancar Olimpiade 2024 Paris

Hasilnya, kata Okto, berbuah positif. Sebab, Presiden Asosiasi Selancar Internasional (ISA) Fernando Aguerre memperkenankan Indonesia sebagai tuan rumah event internasional yang sekaligus babak kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.

“Saya sudah bertemu dengan langsung Presiden ISA Fernando Aguerre di lokasi pertandingan dan beliau menyatakan siap memberikan satu kesempatan untuk Indoensia menjadi tempat kualifikasi Olimpiade 2024 Paris,” ungkapnya.

Yang lebih menggembirakan lagi, kata Okto, petinggi ISA yang hadir di Jepang mengaku sangat familiar dengan Indonesia. Bahkan, Aguerre juga menggunakan cincin barong (khas Bali).

“Fernando menunjukkan cincin barong yang digunakannya sebagai bukti bahwa dia cinta sama Indonesia,” ujarnya.

Atas kepercayaan ini, jelas Okto, NOC Indonesia akan berkomunikasi dengan Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI).

“Kita akan berkomunikasi dengan PB PSOI sebagai pemegang hak untuk mengadakan event kualifikasi Olimpiade Paris. Apalagi, selancar itu dipastikan menjadi cabor resmi hingga Olimpiade 2032. Harapannya tentu kita bukan hanya sebagai tuan rumah tetapi bisa meloloskan atlet lebih banyak ke Olimpiade Paris,” jelasnya.

Okto juga mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan ANOC. “Berikutnya, kami akan berkomunikasi dengan ANOC untuk membicarakan kemungkinan penyelenggaraan satu event dunia di Indonesia. Begitu juga saat bertemu dengan berapa presiden federasi internasional. Yang pasti, kita akan memaksimalkan potensi-potensi event yang ada di Indonesia menjadi ajang kualifikasi olimpiade berikutnya untuk meloloskan lebih banyak atlet Indonesia. Mudah-mudahan bukan hanya jumlahnya bertambah tetapi medali juga akan bertambah,” terang Okto.

Sebagai catatan Indonesia baru saja gagal mencalonkan diri jadi tuan rumah Olimpiade 2032, dimana IOC memutuskan Brisbane menjadi Host-nya. Indonesia berarti punya peluang untuk jadi tuan rumah pada Olimpiade 2040 sesuai aturan IOC jika tuan rumah Olimpiade bergilir diantara benua, dan pada 2040 itulah giliran negara kawan Asia yang punya hak (giliran) menjadi tuan rumah. Namun di tahun 2040 itu juga sudah ada Korea Utara juga mengajukan jadi tuan rumah bersama Korea Selatan. ****

You may also like

Tinggalkan Komentar