Olahraga
Prihatin Ketua Panpel jadi Tersangka, Aneh Menpora dan Ketum PSSI Bebas Sanksi dan Masuk Tim TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Pengamat Sepakbola dan Pemerhati Olahraga Nasional, Hifni Hasan. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Pengamat Sepakbola dan Pemerhati Olahraga Nasional, Hifni Hasan, prihatin dengan penetapan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris sebagai salah satu tersangka atas tewasnya 131 suporter sepakbola pada laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, tapi justru Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan juga Menpora Zainudin Amali sebagai ‘bapak olahraga/sepakbola nasional’ tidak pernah disentuh untuk turut memikul tanggung jawab secara hukum.
“Saya nggak habis pikir dengan penyelesaian hukum Tragedi Kanjuruhan yang telah mengakibatkan tewasnya 131 orang suporter sepakbola. Ketua Panpel Abdul Haris yang sudah bekerja habis-habisan di lapangan malah ditetap menjadi tersangka, tapi Menpora dan Ketua PSSI yang jelas-jelas pegang atau memiliki tanggung jawab karena memberikan ijin Liga 1 dan liga-liga lainnya digulirkan, namun hingga hari ini seakan tak pernah tersentuh secara hukum. Padahal Menpora dan Ketua Umum PSSI tahu tentang ketidak siapan sejumlah stadion sepakbola, tapi tetap memberi ijin kompetisi (liga) digulirkan,” kata Hifni Hasan yang juga mantan Plt Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI), Senin (10/10/2022), di Jakarta.
Menurut Hifni, fakta ini akan menjadi preseden buruk terhadap dunia olahraga di Tanah Air. “Ketua Panpel yang sudah capek-capek mempersiapkan segala sesuatunya demi suksesnya sebuah pentas olahraga, tapi karena ada kejadian malah dia yang harus bertanggung jawab. Saya khawatir ke depan, bercermin hal ini, tidak ada lagi orang yang mau jadi Ketua Panpel,” ucap Hifni.
Lebih anehnya lagi, lanjut Hifni, meski sebagai ‘bapak’ olahraga/sepakbola, Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Iwan Bule hingga hari ini belum pernah diminta keterangan oleh pihak kepolisian atas Tragedi Kanjuruhan. Tak hanya itu saja malah Menpora masuk sebagai Wakil Ketua Tim TGIPF Tragedi Kanjuruhan di bawah Ketua yang dijabat Menko Pohukam Mahfud MD.
“Ini sungguh aneh, Menpora yang harusnya ikut bertanggung jawab atas peristiwa tragis meninggalnya 131 suporter di Tragedi Kanjuruhan malah masuk dan menjabat Wakil Ketua Tim TGIPF,” tutur Hifni. ****