Olahraga
Prancis Open 2023: Apriyani/Fadia dan Bagas/Fikri Melenggang ke Semifinal, Anthony Ginting Tergelincir

Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramandhita melenggang ke semifinal. (Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramandhita dan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri melenggang ke semifinal, sementara tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati harus tertenti langkahnya di perempat final turnamen BWF Super750 Prancis Open 2023, Jumat (27/10/2023), di Glaz Arena, Prancis.
Menempati unggulan ketujuh pasangan Apri/Fadia membuat kejutan dengan menumbangkan pasangan unggulamn keempat Yuki Fukushima/Sayaka Hirota 21-16, 21-19. Mereka pun memperkecil kekalahkan menjadi 2;3 lawan pasangan Jepang tersebut.
“Pastinya saya dan Fadia senang dengan hasil hari ini tapi itu tidak membuat kami percaya diri berlebihan. Walau memang kami sadar kepercayaan diri kami semakin terbangn dan kami mau bersiap lagi untuk pertandingan besok,” kata Apri usai tanding. “Saya tidak berpikiran kejadian Asian Games kemarin saat harus mundur melawan mereka. Saya coba menepis ketakutan itu, saya bilang sama Fadia untuk main normal karena saya ke sini tujuannya bertanding untuk menang dan alhamdulillah kekuatan kaki saya sudah kembali lebih baik,”sambungnya.
Sedang Fadia mangatakan, sudah sering ketemu hingga membuatnya sudah lebih siap. “Kami sudah sering bertemu dan hari ini kami merasa kami lebih siap, sudah tahu harus main dengan pola seperti apa. Dan itu bisa kami terapkan dengan lebih telaten,” aku Fadia. “Di akhir gim kedua kami banyak komunikasi untuk bermain lebih sabar karena mereka mulai mendekat dan kami menjadi lebih tidak mudah untuk mendapat poin,” imbuhnya.
Disinggung laga semifinal, ini merupakan pertemuan dengan pasangan muda China. “Laga semifinal besok melawan Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) akan menjadi pertemuan pertama kami,” ucap Fadia. “Akan ramai dan kami harus mewaspadai tenaga mereka yang lumayan besar,” tambahnya.
Sementara itu Bagas/Fikri tampil luar biasa menggusur duet jangkung Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard (Denmark) dengan dua game langsung 21-11, 21-17.
“Ini pertemuan pertama kami dengan mereka, jadi kami main menggunakan pola kami sendiri dan berhasil. Yang penting jangan mati sendiri,” aku Bagas. “Besok lawan He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China), tidak akan mudah. Mereka baru saja mengalahkan juara dunia Kang/Seo. Kami harus benar-benar istirahat, memulihkan kondisi semaksimal mungkin. Berharap besok kembali fit,” jelasnya.
Sedang Fikri mengaku kondisinya sudah mulai menurun. “Kondisi kami memang menurun tapi ketika ada keyakinan pada diri, kami pasti bisa terus melangkah,” tekad Fikri. “Ini rasanya menjadi kunci bisa kembali ke semifinal. Kalau sudah yakin dan percaya diri, capeknya terasa berkurang. Pasangan Denmark tadi bermain cepat, kami menonton mereka mengalahkan Liang/Wang (China) kemarin. Jadi itu yang coba diredam, bagaimana agar tidak bermain dengan tempo yang mereka inginkan,” sambungnya.
Anthony Ginting Tergelincir
Sementara itu wakil tunggal putra Skuad Merah Putih, Anthony Sinsuka Ginting, harus tergelincir sesudah takluk di tangan Li Shi Feng (China) dengan dua game langsung 21-15. 21-17. Meski sudah berjuang dari tekanan tapi kali ini Anthony Ginting dibuat tak berkutik.
“Dari gim pertama sampai kedua saya sudah mencoba berbagai pola tapi mungkin kuncinya hari ini saya kurang sabar. Karena memang lawan adalah salah satu pemain yang cukup apik, dia menunggu saya untuk melakukan kesalahan baru keluar menyerang. Pola dia efisien,” tutur Anthony. “Sejauh ini, saya tetap senang dengan performanya. Dari kemarin di Denmark saya bisa jaga fokus, meskipun belum sempurna tapi setidaknya sudah bisa untuk tidak mudah panik, tegang dan sebagainya. Ke depannya pasti akan ada evaluasi lagi, masih ada yang perlu diperbaiki seperti fisik juga semua aspek. Semoga di sisa waktu sebelum ke turnamen selanjutnya, bisa lebih dimantapkan,” jelasnya.
Kekalahan juga menimpa ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Mereka kalah sesudah ditekuk pasangan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China) 22-24, 10-21.
“Kami merasa kami kalah di fokusnya, mereka sangat fokus dan kami masih hilang-hilang. Kualitas bola no lob mereka juga sangat baik,” ungkap Rehan. “Di gim pertama mereka masih meraba-raba permainan kami, itu membuat pertandingan jadi ramai. Sayang memang kami tidak bisa mengambil dulu tadi. Di gim kedua mereka sudah bisa membaca pola kami dan membuat kesulitan,” imbuhnya.
Lisa mengaku kecewa harus tersingkir setelah sempat punya peluang menang di game pertama. “Cukup kecewa dengan permainan kami tadi, sebenarnya kami bisa tapi karena fokusnya tidak prima jadi kami lambat untuk menguasai keadaan, akhirnya tertekan terus dari lawan,” aku Lisa. “Namun bisa masuk ke perempatfinal menjadi hasil yang cukup baik buat kami tapi kami ingin yang lebih lagi. Dari sini kami mau berbenah untuk meningkatkan performa,” pungkasnya.****