Olahraga
Pemain Naturalisasi China Absen di Tim Singapura, Alasan Kuat PB PTMSI Optimis Rebut Dua Emas di SEA Games Vietnam

Pemain tenis meja terbaik dari sejumlah provinsi bersaing ketat di Seleksi Nasional untuk masuk Timnas SEA Games. (Foto: Bambang)
FAKTUAL-INDONESIA: Tak tampilnya pemain naturalisasi asal China memperkuat tim Singapura menjadi alasan utama Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Peter Layardi, menargetkan merebut dua keping medali emas di pesta olahraga multi event bangsa-bangsa Asia Tenggara SEA Games 2022 di Vietnam, medio Mei ini.
Penegasan itu disampaikan Kepala Pelatih PB PTMSI yang juga mantan petenis meja putra nomer satu Indonesia, Yon Mardiono, disela-sela Seleksi Nasional (Seleknas) tim SEA Games, Rabu (23/3/2022), di Bay Walk Pluit, Jakarta.
“Target dua medali emas tersebut salah satunya karena Singapura tidak diperkuat pemain nasuralisasi asal China. Sedang pesaing utama kita memang tetap Singapura dan Thailand. Tapi kita kuat di sektor ganda putra dan beregu putra, sehingga kita berani mentargetkan di dua nomer ini untuk merebut medali emas untuk Kontingen Indonesia,” kata Yon Mardiono.
Kepala Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia Yon Mardiono menyemangati peserta Seleknas. (Foto: Bambang)
PB PTMSI berani menarget dua keping medali emas dari ganda putra dan beregu putra karena Indonesia memang punya sejarah hebat di pentas SEA Games. Tim tenis Indonesia pernah mencatat sapu bersih tujuh medali emas dari arena SEA Game ktika PB PTMSI dipimpin Jaksa Agung Ali Said
“Kami sudah membaca peta bahwa Singapura tidak menurunkan pemain naturalisasi. Selain itu, materi pemain Vietnam dan Thailand seimbang dengan kita, dan bahkan kita sedikit di atas Vietnam. Jadi sangat mungkin kita merebut medali emas di nomor nomor itu,” tutur Peter Layardi. “Kalau putri, kita berharap dapat perunggu dari ganda dan beregu. Makanya gelar Seleknas ini agar kita dapat memilih masing-masing empat pemain terbaik untuk berangat membawa nama Merah Putih di SEA Games Vietnam,” imbuhnya.
Sistem Seleknas memakai sistem kompetisi penuh agar semua pemain punya potensi untuk mengeluarkan seluruh kemmpuan baik teknis juga mental. Karena yang mengikuti sangat banyak, terlebih dulu dibagi dua grup. Pemenang dari masing-masing grup diadu lagi sampai diambil empat pemain yang terbaik.
“Kami menyiapkan pelatnas secara serius dan waktu kita tinggal dua bulan. Dalam dua bulan ini, bagaimana kesiapan fisik para atlet dan mental yang paling penting,” kata dia.
Para atlet pelatnas yang terpilih nanti akan menempati apartemen di Bay Walk yang sudah disiapkan PB PTMSI. Namun sesekali mereka nanti juga diajak keluar untuk mencari suasana baru supaya selama dua bulan tidak hanya berlatih di lokasi tersebut.
“Nanti diupayakan juga ada uji coba sebelum berangkat ke SEA Games supaya kami bisa mengevaluasi dari delapan atlet putra dan putri,” jelas Peter serya menambahkancabang tenis meja siap jalankan instruksi NOC Indonesia untuk biaya secara mandiri Pelatnas dan keberangkatan mengikuti SEA Games 2022 Vietnam. ****