Olahraga
Paris Master 2021: Korda Pupuskan Harapan Kasatsev Lolos ke ATP Finals

Petenis muda, Sebastian Korda (Amerika Serikat) lolos ke babak kedua Paris Master. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Petenis muda, Sebastian Korda (Amerika Serikat), bangkit dari menyia-nyiakan dua match point pada tie-break set kedua untuk mengalahkan Aslan Karatsev (Rusia) lewat laga seru tiga set 6-2, 6-7(9) dan 7-6(5) untuk mencapai putaran kedua turnamen Rolex Paris Masters, Senin (1/11/2021) di Paris, Prancis.
Korda pun mengakhiri harapan Karatsev untuk lolos sebagai peserta terakhir di Nitto ATP Finals 2021. Semula Karatsev memiliki peluang untuk bisa lolos ke ATP Finals, tapi karena ia tersingkir di Paris maka peluang itu tertutup sudah.
Dalam pertandingan berkualitas tinggi, kedua pemain menghasilkan serangkaian pemenang saat mereka berusaha mendikte dengan groundstroke mereka dari baseline. Namun Korda yang menemukan permainan terbaiknya pada tie-break set ketiga, mengalahkan petenis berusia 28 tahun itu untuk maju pada match point keempatnya.
“Saya tahu apa yang diharapkan dan semuanya bermuara pada momen-momen penting,” kata Korda dalam wawancara di lapangan dilansir ATPtour.com. “Sangat menyenangkan bermain di depan penonton Paris, mereka sangat bersemangat dan itu sangat luar biasa,” lanjutnya.
Karatsev merebut gelar tingkat tur keduanya musim ini di Moskow bulan lalu untuk menjaga peluang tipisnya lolos ke final musim, yang akan diadakan di Pala Alpitour di Turin dari 14-21 November 2021. Tapi, setelah jatuh dalam pertandingan pembukaannya di kandang sendiri di St. Petersburg pekan lalu, pemain berusia 28 tahun itu membutuhkan dapat juara di Paris untuk tetap menjaga peluangnya.
Namun dengan kekalahannya dari Korda, Karatsev, yang berada di urutan ke-13 (2.290 poin) dalam FedEx ATP Race To Turin, tidak akan lagi dapat mengejar posisi kedelapan Jannik Sinner (3.015), yang menempati tempat kualifikasi terakhir.
Dalam pertarungan yang ketat, Korda, yang melakukan debutnya di Paris, bermain agresif melawan petenis Rusia itu, empat kali melakukan break saat ia memukul dengan sangat dalam untuk memaksa pemain berusia 28 tahun itu melakukan kesalahan. Setelah gagal mengonversi dua match point pada kedudukan 7/6 dan 8/7 pada tie-break set kedua, petenis Amerika itu mempertahankan fokusnya pada set penentuan untuk maju setelah bertanding dua jam 52 menit.
“Saya memiliki banyak peluang di set kedua dan saya tidak memanfaatkannya,” ucap Korda. “Kemudian dia mematahkan saya dan saya membalas dan itu adalah pertarungan anjing pada akhirnya. Saya mendapatkan match point di set kedua dan belajar beberapa hal di tie-break. Itu hanya membuat saya kembali ke peluang break point dan menemukan jalan,” imbuhnya.****