Olahraga
MotoGP 2022: Hasil Menyedihkan di Mandalika, Dovizioso Bertekad Bangkit di GP Argentina Demi Amankan ‘Kursi’

Andrea Dovizioso ingin petik hasil lebih baik di Argentina. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Hasil menyedihkan di MotoGP Indonesia-Mandalika, Andrea Dovizioso (Italia), bertekad untuk kembali memetik hasil lebih baik di seri berikutnya GP Argentina, di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Akhir pekan ini.
Dovizioso gagal finis di MotoGP Indonesia disebabkan masalah teknis. Ini menjadikannya berada dalam tekanan kuat, mengingat hasil lebih baik dipetik rekannyanya Darryn Binder (Afrika Selatan) yang mampu fiis di posisi ke-10. Belum lagi dikabarkan juara WorldSBK Toprak Razgatlioglu (Turki) bersiap mengisi salah satu tempat dalam line-up MotoGP Yamaha.
Tiga kali runner-up MotoGP tersebut tampak kesulitan baik saat kualifikasi ataupun balapan, baik di Qatar yang merupakan Sirkuit favoritnya atau Indonesia, yang benar-benar baru baginya. Tekanan yang dihadapi sang veteran ini di depan mata, maka Divizioso bertekad bangkit demi mengamankan ‘kursi’ di tim Yamaha.
Pembalap berusia 36 tahun itu mengaku optimis untuk memaksimalkan potensi motornya di tempat yang sejauh ini dia berhasil meraih tiga podium (GP Argentina)- hanya Marc Marquez (Honda Repsol/Spanyol) yang memiliki rekor lebih baik dibanding Dovizioso. Ia cukup familiar karena sudah tiga kali naik podium di Termas de Rio Hondo.
“Setelah hasil yang menyedihkan di Indonesia, saya benar-benar ingin kembali dan melakukan yang lebih baik,” kata Dovizioso. “Kami memiliki kemampuan untuk mengeluarkan beberapa hal baik di Indonesia, tetapi akhirnya tidak memiliki kesempatan. Sirkuit Termas de Rio Hondo adalah trek yang cukup unik, kami tidak pergi ke sana selama dua tahun, jadi saya ingin tahu bagaimana kondisi tempat itu nantinya. Meskipun demikian, kami tiba di sana dengan optimis. Saya pikir itu bisa menjadi trek yang bagus untuk Yamaha,” imbuhnya.
Jika Dovizioso ingin tetap bersama Yamaha setelah musim ini, maka meraih hasil sepuluh besar kemungkinan akan menjadi persyaratan minimum. Dia tidak punya waktu banyak untuk itu setelah Binder menembus 10 besar di Indonesia. ****