Olahraga

MotoGP 2022: Halangi Quartararo di Kualifikasi, Miller Dihukum Penalti Turun Tiga Grid di GP Argentina

Published

on

Jack Miller terkena pinalti turun tiga grid di MotoGP Argentina 2022. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Jack Miller (Ducati/Australia) akan memulai MotoGP Argentina dari posisi ke-14 setelah mendapat penalti tiga grid karena menggangu Fabio Quartararo (Yamaha Monster Energy/Prancis) ketika kualifikasi Sabtu (2/4/2022).

Mengakhiri sesi latihan bebas MotoGP Argentina yang tertunda di Termas de Rio Hondo di posisi ketiga, Miller kemudian terjatuh di Tikungan 1 pada awal kualifikasi Q2.

Kembali ke trek dengan motor cadangannya, bintang Ducati itu kembali bersinggungan dengan Quartararo memasuki Tikungan 7. Pembalap Yamaha asal Prancis itu mengungkapkan kekesalannya saat ia menyalip Desmosedici milik Miller.

Kualifikasi berakhir dengan mengecewakan bagi kedua pembalap setelah Quartararo hanya menempati posisi keenam sementara Miller gagal mendapatkan lap bersih pada menit-menit terakhir dan harus puas menempati posisi ke-11.

Tak lama setelah sesi, Stewards FIM menjatuhkan hukuman tiga tempat untuk Miller setelah insiden dengan Quartararo. Membuatnya turun ke P14 di belakang rekan setimnya, Francesco Bagnaia (Italia).

Advertisement

“Saya baru saja diberitahu bahwa saya mendapat penalti tiga grid,” Miller menegaskan. “Saya tidak tahu apa lagi yang mereka [Petugas] inginkan dari saya. Saya bertukar sepeda [setelah jatuh], mengganti baju balap dan mencoba untuk merasa nyaman dengan keduanya. Aku tidak mengerti. Tapi bagaimanapun, itu tidak seperti aku sengaja mencoba menghalangi jalannya,” lanjut Miller.

Ini merupakan babak baru gesekan antara kedua pembalap setelah Mandalika, di mana Miller merasa Quartararo terlalu agresif saat mereka bertarung di awal balapan di MotoGP Indonesia.

Quartararo merasa bahwa Miller tidak sengaja mengacaukan salah satu lap kualifikasinya, namun tetap merasa itu tidak adil.

“Di tikungan seperti ini ketika Anda tiba di gigi keempat sangat cepat dan tidak ada seseorang di tengah [lintasan], tetapi pada dasarnya di racing line, itu mengganggu,” kata Quartararo. “Saya tidak ingin mengeluh karena itu bisa terjadi. Mungkin dia tidak melihat saya … saya pikir itu tidak adil, katakanlah. Tapi itu tidak buruk atau dia sengaja. Dan hanya itu. Saya melakukan yang terbaik. Sejujurnya kami tahu di mana kami kehilangan sebagian besar [kecepatan tertinggi] tetapi saya pikir saya tidak pernah mengerem selambat yang saya lakukan di tikungan 5 dalam hidup saya,” imbuhnya. ****

Advertisement
Exit mobile version