Olahraga
Rekap Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Alwi Farhan Melaju, Jonatan Christie Tersingkir di 16 Besar

Alwi Farhan tampil perkasa. (Foto: PBSI)
FAKTUAL-INDONESIA: Tunggal putra Skuad Merah Putih, Alwi Farhan, sukses melaju ke perempatfinal Kejuaraan Dunia BWF 2026, di saat seniornya Jonatan Christie harus terhenti di babak 16 besar, Kamis (20/8/2026), di New Delhi, India.
Alwi melaju sesudah memupuskan harapan tuan rumah yang juga penjinak unggulan utama Shi Yu Qi (China), yakni Ayush Shetty (India) dengan dua game langsung 21-19, 21-11.
Sedangkan Jonatan Christine harus mengubur mimpi sesudah takluk kepada Rasmus Gemke (Denmark) lewat laga rubber game 21-11, 13-21 dan 18-21.
Baca Juga : Rekap Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Lawan Tak Dapat Tuntaskan Laga, Rachel/Febi Tembus Perempatfinal
Usai tanding Alwi mengaku senang dapat mengalahkan Shetty. “Saya tidak bisa berbicara banyak tapi saya sangat senang bisa menang dari dia, revans dari dia,” ucap Alwi. “Tapi masih ada hari esok, sudah sampai ke babak delapan besar. Cukup tricky karena bisa mendapatkan medali atau bisa malah termakan ekspektasi sendiri. Jadi saya harus mengontrol semuanya,” imbuhnya.
Alwi memprediksi Shetty lebih tertekan karena main di depan publik sendiri. “Saya tahu dia sangat merasakan tekanan karena bermain di rumah sendiri yang selalu tidak gampang,” ucap Alwi. ” Saya juga pernah merasakan momen itu. Jadi saya tadi mengambil kesempatan itu untuk membuat saya lebih semangat dan menguasai pertandingan. Saya mencoba tidak terpengaruh, tidak menjadi suatu masalah dengan dukungan penonton untuk Ayush. Ketika dia bermain di Indonesia mungkin dia bakal merasakan yang sama dan ya itu bagian dari olahraga termasuk bulutangkis. Ketika bermain di kandang lawan ya kita harus menjadikannya itu sebuah tantangan dan menjadi privelege bagi tuan rumah,” terang Alwi.
Baca Juga : Rekap Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Raymond/Nikolaus Langsung Terhenti di Babak 32 Besar
Jonatan Christie
Tunggal putra senior Indonesia Jonatan Christie mengaku turun tempo hingga lawannya bangkit. “Setelah menang di game pertama, tadi game keduanya agak sedikit turun tempo permainannya,” aku Jonatan. ” Dan dia mengambil kesempatan itu. Ini harus dipikirkan lagi sebagai bahan evaluasi. Awal game ketiga saya kembalikan ritmenya tapi dia juga menaikkan tempo dan itu membuat saya keteteran,” tambahnya.
Jonatan mengaku kecewa harus terhenti langkahnya. “Sangat kecewa pastinya karena saya datang ke sini dengan harapan yang besar, serta fokus yang sudah bagus juga,” ungkap Jonatan. ” Tapi ya di akhirnya memang harus menerima ini hasilnya,” jelasnya. ****