Connect with us

Olahraga

Kejuaraan Bulutangkis Asia 2024: Jonatan Christie ke Semifinal, Gregoria Tunjung Terhenti

Avatar

Diterbitkan

pada

Jonatan Christie melanju ke semifinal. (Foto: PBSI)

FAKTUAL-INDONESIA: Tunggal putra harapan Skuad Merah Putih, Jonatan Christie, sukses memperdaya bintang Negeri Jiran Lee Zii Jia (Malaysia) dengan straight game 21-11, 21-6 untuk melenggang ke semifinal Badminton Asian Championships 2024, Jumat (12/4/2024), di Ningbo, China.

“Puji Tuhan, saya bisa meraih kemenangan atas Lee Zii Jia,” kata singkat Jonatan usai pertandingan. ” Ini bukan pertandingan yang mudah. Seperti yang saya sampaikan kemarin, saya kalah dalam lima pertemuan terakhir dengan skor yang jauh. Namun saya juga telah belajar dari kekalahan itu,” lanjutnya.

Ditambahkan Jonatan, penerapan strategi yang tepat jadi modal mereka merebut kemenangan. “Penerapan strategi saya berjalan baik dan tepat. Saya pun bisa bermain lebih tenang,” aku Jonatan. “Sementara Lee Zii Jia sendiri terlihat beberapa kali kurang tenang dan akhirnya membuat kesalahan sendiri. Saya tidak mau buru-buru untuk segera mematikan,” tambahnya.

Jonatan akan jumpa Shi Yu Qi (China) di semifinal. “Lawan Shi Yu Qi di semifinal besok pasti tidak akan gampang,” ungkap Jonatan. “Bermain di kandangnya yang didukung penonton yang banyak, pasti membuat pertandingan akan berjalan tidak mudah. Saya berharap besok bisa tampil terbaik, sekaligus ingin mempertunjukkan yang terbaik kepada penonton,” tutur Jonatan.

Gregoria Tunjung Terhenti

Advertisement

Sementara tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, harus terhenti di perempatfinal. Ia terhenti setelah gagal menembus wakil Negeri Tirai Bambu Chen Yu Fei (China) lewat straight game 16-21, 19-21

“Saya rugi banyak sih. Kesempatan itu sebenarnya ada. Tetapi untuk mengejar kesempatan itu tentu butuh perjuangan,” aku Gregoria. “Cuma yang saya alami di tengah lapangan tadi, rasanya tidak mencerminkan sebuah perjuangan yang maksimal,” lanjutnya.

Gregoria menilai dirinya kalah karena dirinya sendiri. “Saya kalah oleh diri sendiri dan keadaan yang tidak nyaman karena kesalahan saya sendiri, ” tutur Gregoria. “Hal itu yang membuat di game pertama tidak berkembang, kendati di akhir-akhir saya terus mencoba mengejar. Di game kedua saya ingin reset dari awal lagi. Tidak memikirkan kekalahan di gim pertama. Sayang di akhir-akhir di game kedua saya malah jadi ragu-ragu. Saat unggul 17-14, karena ragu-ragu pula, smash saya malah keluar,” tambahnya .

Bukannya mengecilkan lawan, lanjut Gregoria, tetapi kesempatan menang dan kalah itu sangat terbuka. “Permainan yang saya tampilkan di game awal, rasanya tidak cukup buat saya untuk bisa menang,” aku Gregoria. “Apalagi dengan kekalahan saya di game awal, pasti membuat Chen Yu Fei tambah percaya diri,” jelasnya. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement