Connect with us

Olahraga

Gullit Nilai Manchester United Bukan Lagi Tim Utama di Eropa Akibat Larut di Era Kejayaan Ferguson

Avatar

Diterbitkan

pada

Skuat Manchester United sekarang menanggung beban kejayaan masa lalu. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Mantan bos Chelsea Ruud Gullit menilai Manchester United terjebak di masa lalu dan tidak akan menikmati kesuksesan di masa depan sampai mereka melepaskan kejayaan sebelumnya.

United kehilangan pertandingan pembukaan Premier League 2022/23 di kandang sendiri setelah kalah dari Brighton Minggu lalu, dan menghadapi pertandingan Sabtu di Brentford .

Bos Belanda Erik ten Hag didatangkan dari Ajax untuk memulai era baru di Old Trafford, tetapi Gullit yakin itu akan menjadi tugas besar bagi rekan senegaranya untuk meniru periode dominan yang dinikmati klub di bawah Alex Ferguson.

Berbicara kepada Laureus, Gullit menuturkan ada banyak masalah di United. “Saya pikir ada banyak masalah di Man United,” ucap Gullit. “Saya pikir mereka terlalu banyak hidup di masa lalu. Mereka terlalu banyak berbicara tentang tim 90-an. Itu masa lalu. Anda lihat tim, mereka memainkan sepakbola yang sekarang ingin mereka mainkan. Pep Guardiola melakukannya, [Jurgen] Klopp melakukannya, [Thomas] Tuchel melakukannya,” sebut Gullit.

“Ada era baru, ada cara baru bermain dan itulah alasan mengapa mereka [Manchester United] berdiri di belakang,” ucap Gullit.

Advertisement

United menghadapi kesulitan merekrut pemain yang sesuai dengan revolusi Ten Hag di klub, dengan hanya tiga wajah baru yang tiba di Old Trafford musim panas ini.

Maestro lini tengah Denmark Christian Eriksen diambil dengan status bebas transfer, sementara £57 juta dihabiskan untuk mendatangkan bek Lisandro Martinez dari Ajax dan £14,7 juta lagi untuk bek kiri Tyrell Malacia dari Feyenoord.

Meskipun dikaitkan dengan sejumlah nama lain, termasuk Frenkie de Jong dari Barcelona, ​​​​Setan Merah gagal menarik bakat lebih lanjut.

Dan Gullit berpikir penurunan posisi United di sepak bola Eropa akan terus menghambat rencana untuk merombak skuad. “Masalahnya, saat ini, para pemain ingin pergi ke tim yang berbeda,” tutur Gullit. “Mereka ingin pergi ke Liverpool, mereka ingin pergi ke [Manchester] City, mereka ingin pergi ke Chelsea. Ini karena mereka [Manchester United] bukan lagi tim utama di Inggris seperti saat mereka bersama Ferguson. Itu masa lalu. Jadi, Anda perlu sedikit mengubah mentalitas Anda dan itu akan memakan waktu,” sambung Gullit.

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement