Home Olahraga Catatan Bulutangkis: Akankah Indonesia Kembali ‘Gigit Jari’ Nihil Gelar di Indonesia Open 2021

Catatan Bulutangkis: Akankah Indonesia Kembali ‘Gigit Jari’ Nihil Gelar di Indonesia Open 2021

oleh Bambang

Oleh: Bambang Prihandoko

FAKTUAL-INDONESIA: Tersingkirnya beberapa pebulutangkis andalan Indonesia di babak awal turnamen Indonesia Open 2021 berhadiah total 850 ribu dolar AS, menjadikan semakin berat peluang Skuad Merah Putih dapat meraih gelar di depan publik sendiri. Mungkinkah ini menjadi tanda-tanda atau siyal awal Skuad Merah Putih kembali harus ‘gigit jari’ tanpa gelar di Indonesia Open 2021?

Pekan sebelumnya di turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS Indonesia Masters 2021, peristiwa serupa melanda Skuad Merah Putih. Satu per satu pebulutangkis andalan, Anthony Sunisuka Ginting, Jonatan Christie (tunggal putra) bahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus tersungkur di babak-babak awal. Skuad Merah Putih hanya menyisakan The Minions pasangan Kevin Sunjaya Sukomuljo/Markus Fernaldi Gideon di babak final.

Di babak final pun akhirnya Minions juga harus menelan pil pahit karena kalah dari pasangan Negeri Sakura Jepang. Skuad Merah Putih akhirnya harus puas tanpa gelar alias ‘gigit jari’ di Indonesia Masters 2021. Hal yang jarang terjadi karena sejauh ini berdasarkan catatan pebulutangkis Indonesia hampir selalu mampu meraup gelar bahkan pernah terjadi kelima gelar yang diperebutkan berhasil diborong seluruhnya oleh pebulutangkis Skuad Merah Putih.

Namun agaknya, catatan harum perburuan gelar di turnamen yang digelar di depan publik sendiri untuk kali ini berat dapat diharapkan kepada pebulutangkis Skuat Merah Putih. Jonatan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktvianti, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan deretan pebulutangkis Indonesia lainya, kelihatan bermain kurang greget di lapangan sehingga ‘keangkeran’ pebulutangkis Indonesia jika bermain di hadapan publik sendiri seakan sudah tak menjadi momok menakutkan oleh pebulutangkis negara lain yang hadir di turnamen Indonesia Open 2021 di Bali.

Fakta ini bertolak belakang dengan pencapaian Indonesia di kejuaraan bulutangkis beregu putra dimana Anthony Sinisuka Ginting tampil hebat merebut Piala Thomas dengan mengalahkan China denga skor telak 3-0 di final. Piala Thomas sukses kembali di pangkuan Ibu Pertiwi sesudah 19 tahun melalang buana ke negara lain.

Di turnamen Indonesia Masters dan Indonesia Open 2021 belum terlihat greget pebulutangkis Indonesia tampil habis-habisan di lapangan. Tak heran jika sejumlah pemain andalan yang diharapkan dapat mempersembahkan gelar sudah bertumbangan di babak awal. Juga bakal tak mengherankan catatan tanpa gelar di Indonesia Masters akan terulang kembali di Indonesia Open. ****

*Penulis adalah wartawan olahraga dan anggota biasa PWI