Connect with us

Olahraga

200 Pecatur Bersaing di JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021

Avatar

Diterbitkan

pada

Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto (tengah baju kotak) ketika membuka turnamen catur bertaraf internasional JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021, Sabtu (4/12/2021), di Gedung Sebaguna Senayan, Jakarta. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Sedikitnya 200 pecatur dari 28 provinsi di Tanah Air turut serta dalam turnamen catur bertaraf internasional JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 yang bergulir Sabtu (4/12/2021) hingga 8 Desember mendatang. Jumlah itu melebihi dari target panitia penyelenggara yang semula ingin menjaring sebanyak 150 peserta.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto secara resmi membuka turnamen catur bertaraf internasional yang dilangsungkan di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

“Beberapa Ketua Pengprov (Percasi) hadir dan juga hampir semua top player kita bertanding. Jadi ini adalah turnamen FIDE Rated yang bakal menambah rating pecatur Indonesia,” kata Utut usai membuka JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021.

Dari jumlah peserta yang hadir, tiga di antaranya memiliki gelar Grand Master (GM) yakni, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto, dan GM Novendra Priasmoro. Selain itu, peserta dengan gelar Internasional Master (IM) empat orang yakni, Suhendra Andi Supardi, Purnama Tirta Chandra, Andyka Pitra, dan Tarigan Gilbert Elroy.Selain itu juga hadir belasan peserta dengan gelar FIDE Master (FM) dan Women FIDE Master (WFM).

Utut berharap turnamen ini dapat lebih menggairahkan olahraga catur, khususnya turnamen-turnamen klasik. JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 merupakan turnamen yang menggunakan sistem Swiss 9 Babak. Ajang ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp110.500.000.

Advertisement

Lahirkan Grand Master
Upaya untuk melahirkan Grand Master baru terus dilakukan PB Percasi bersama dengan JAPFA dengan melaksanakan turnamen-turnamen yang bermutu. Meskipun catur merupakan olahraga yang diminati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, bahkan kini berkembang pula menjadi olahraga yang prestisius, namun dalam perjalanannya selama 71 tahun, ternyata dunia catur Indonesia hanya memiliki sepuluh bintang.

Sejak berdiri pada 17 Agustus 1950, PB Percasi telah melahirkan delapan Grand Master yakni GM Herman Suradiradja, GM Ardiansyah, GM Utut Adianto, GM Edhi Handoko, GM Ruben Gunawan, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto dan terakhir GM Novendra Priasmoro. Selain itu juga dua Grand Master Wanita (WGM) yakni WGM Irene Kharisma Sukandar dan WGM Medina Warda Aulia.

Hal ini membuktikan mencetak seorang Grand Master maupun Grand Master Wanita bukan hal yang mudah, diperlukan bibit-bibit pecatur baru untuk meneruskan tongkat estafet catur Indonesia

“Karenanya PB Percasi sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai turnamen yang diselenggarakan berbagai pihak untuk membantu melahirkan para bintang baru di dunia catur Indonesia, terutama JAPFA yang selama ini telah bersinergi bersama kami dan senantiasa mendukung olahraga catur Indonesia melalui berbagai inisiasi acara dan turnamen yang telah diselenggarakan selama ini,” jelas Utut. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement