Olahraga

Waketum NOC Indonesia Ismail Ning: Program Student Athlete Sejalan dengan Visi Membangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Published

on

Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Eksekutif  Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Ismail Ning memberikan plakat kepada atlet profesional internasional Jamarr Johnson pada acara “From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson” di Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Faktualid.com/NOC Indonesia/Naif Muhammad Al As)

Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Ismail Ning memberikan plakat kepada atlet profesional internasional Jamarr Johnson pada acara “From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson” di Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Faktualid.com/NOC Indonesia/Naif Muhammad Al As)

FAKTUAL INDONESIA: Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Eksekutif  Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Ismail Ning, menegaskan pendekatan dalam program Student Athlete sejalan dengan visi NOC Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

Hal itu dikemukakan Ismail Ning pada acara bertajuk “From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson” di Jakarta, Selasa (9/6/2026), yang menghadirkan mantan atlet profesional internasional Jamarr Johnson bersama Olympian Tim Indonesia, Akbar Nasution.

“Tujuan kami adalah berbagi pengalaman dari para atlet-atlet sukses. Kita akan mendengar langsung dari Jamarr Johnson dan Akbar Nasution yang juga Olympian mengenai bagaimana proses mereka menempa dan membentuk diri hingga mampu tampil dan berbicara di panggung dunia,” kata  Ismail Ning.

Menurut Ismail Ning,  program Student Athlete dirancang untuk menjawab kebutuhan pembinaan atlet masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Program Student Athlete NOC Indonesia hadir untuk memastikan bahwa atlet tidak hanya unggul secara performa, tetapi juga memiliki kesiapan akademik, karakter, dan perspektif global. Harapan kami, para atlet muda Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari perjalanan senior mereka. Bahwa sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin, semua dapat dicapai dengan metode yang tepat, kerja keras, dan proses yang telah dibuktikan oleh para atlet yang juga menempuh pendidikan,” ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Ismail Ning menekankan bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi NOC Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

“Tujuan kami adalah berbagi pengalaman dari para atlet-atlet sukses. Kita akan mendengar langsung dari Jamarr Johnson dan Akbar Nasution yang juga Olympian mengenai bagaimana proses mereka menempa dan membentuk diri hingga mampu tampil dan berbicara di panggung dunia,” imbuh Ismail.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang holistik melalui pengembangan program Student-Athlete, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan prestasi olahraga dengan pendidikan, penguatan karakter, dan wawasan global. Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, NOC Indonesia menyelenggarakan forum bertajuk “From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson”.

Kegiatan ini menjadi salah satu platform strategis dalam Program Student-Athlete NOC Indonesia untuk memberikan exposure internasional, berbagi pengalaman lintas negara, serta memperluas perspektif atlet muda Indonesia mengenai pentingnya keseimbangan antara olahraga dan pendidikan.

Berkolaborasi dengan United States Embassy, forum ini juga memperkuat pendekatan people-to-people connection dalam olahraga, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman global bagi generasi atlet Indonesia.

Advertisement

Sementara itu, Jamarr Johnson menyoroti bahwa perjalanan seorang student-athlete tidak terlepas dari konsistensi, disiplin, dan kemampuan untuk terus berkembang di dalam maupun di luar lapangan.

“Perjalanan sebagai atlet bukan hanya soal bakat, tetapi tentang konsistensi, kerja keras, dan kemampuan untuk bangkit dari masa sulit. Saya menempuh pendidikan di sini sebagai langkah untuk membuka peluang ke luar negeri. Saya percaya, atlet Indonesia memiliki kemampuan besar untuk berkembang dan bersaing di luar negeri. Kesempatan itu sudah ada, tinggal bagaimana kita berani mengambilnya dan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” ujar Jamarr.

Jamarr yang merupakan mantan atlet basket Tim Indonesia keturunan New Jersey, Amerika Serikat itu juga menambahkan bahwa pengalaman internasional menjadi faktor penting dalam membentuk mentalitas dan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi global.

“Atlet muda Indonesia harus percaya diri, tetapi juga harus siap bekerja keras dan membangun kebiasaan yang baik dan benar. Passion bisa menjadi profesi, jika dijalani dengan disiplin dan kemauan untuk terus belajar,” tambahnya.

Di sisi lain, Olympian Akbar Nasution memberikan perspektif sebagai atlet yang telah merasakan langsung kompetisi di level tertinggi dunia. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam perjalanan seorang atlet.

Advertisement

“Membawa nama Indonesia di level internasional adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Prestasi tidak dibangun dalam semalam, tetapi dari rutinitas harian, disiplin, dan mentalitas jangka panjang,” ujar Akbar.

“Melalui konsep student athlete, kita memastikan bahwa atlet memiliki bekal tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk kehidupan setelah karier olahraga. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan atlet dan bangsa,” tutupnya. ***

Exit mobile version