Connect with us

Olahraga

Timnas U-3 Takluk 0-1 dari Guinea, Penalti Kembali Gagalkan Sepakbola Indonesia Tembus Olimpiade

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Para pemain tim nasional sepakbola U-23 Indonesia mampu mengimbangi permainan Guinea sehingga hanya kalah lewat gol semata wayang yang diciptakan melalui penalti di Paris, Kamis

Para pemain tim nasional sepakbola U-23 Indonesia mampu mengimbangi permainan Guinea sehingga hanya kalah lewat gol semata wayang yang diciptakan melalui penalti di Paris, Kamis

FAKTUAL INDONESIA: Penalti menjadi kata tidak bersahabat bagi sepakbola Indonesia dalam perjuangan meraih tiket ke pesta olahraga dunia olimpiade. Dalam dua kesempatan selangkah lagi menembus olimpiade, tim sepakbola Indonesia selalu kandas karena penalti.

Kali ini Timnas U-23 Indonesia gagal meraih tiket ke Olimpiade Tahun 2024 di Paris, Prancis setelah takluk 0-1 dari Guinea dalam babak playoff di Paris, Kamis (9/5/2024) malam.

Satu-satunya gol kemenangan Guinea yang sebenarnya tidak tampil istimewa, diciptakan oleh Ilaix Moriba melalui eksekusi penalti di babak pertama pada menit ke-29.

Pada babak kedua, Guiena nyaris menambah keunggulan juga melalui tendangan penalti namun kesempatan itu buyar setelah tembakan Algassime Bah melebar di kanan gawang Indonesia.

Meskipun gagal menambah keunggulan namun Guine tetap lolos ke Paris karena Indonesia tidak mampu menyamakan kedudukkan sehingga takluk 0-1.

Advertisement

Penalti dari Guinea baik yang berhasil maupun gagal itu langsung mengingatkan drama kegagalan Indonesia untuk lolos ke olimpiade karena penalti.

Bertahun-tahun yang lalu tepat tahun 1976 bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia yang selangkah lagi lolos ke Olimpiade Montreal, Kanada, juga gagal gara-gara penalti saat melawan Korea Utara (Korut).

Pasukan Garuda yang tampil luar biasa dengan disaksikan 120.000 penonton secara langsung di Stadion Utama GBK mampu menahan raksasa Korut 0-0 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Saat adu penalti Indonesia harus mengakui keunggulan Korut 4-5 dan gagal ke olimpiade.

Jadi penalti sudah dua kali menggagalkan Indonesia kembali menembus limpiade meskipun dengan cara yang berbeda. Tahun 1976 Indonesia gagal karena gagal menuntaskan seluruh tembakan penalti. Sedangkan kini Indonesia kalah dari Guine karena lawan mencetak gol semata wayang lewat penalti.

Advertisement

Kegagalan dalam dua kesempatan itu membuat tim sepakbola Indonesia belum mampu lagi mengulang sukses tahun 1956 ketika mampu lolos ke Olimpiade Melbourne, Australia untuk pertama kalinya.

Semoga pengalaman tahun 1956 yang sempat menggegerkan karena Indonesia mampu menahan tim tangguh Rusia 0-0 bukanlah kesempatan yang pertama dan terakhir.

Jalan memang bertambah panjang namun kesempatan terus terbuka. Semoga saatnya nanti Indonesia akan mampu menghadirkan kembali tim sepakbola di olimpiade.

Selain olimpiade, tentu bidikan lainnya ada di Piala Dunia. Di ajang ini Indonesia belum pernah meloloskan tim setelah merdeka.

Kesempatan di Piala Dunia kini agak terbuka setelah FIFA (Federasi Sepakbola Internasional) menambah jumlah tim yang lolos menjadi 48 tim.

Advertisement

Indonesia Vs Guinea

Seperti dilansir dari antaranews.com, Timnas sepak bola Indonesia U-23 gagal mengamankan tiket menuju Olimpiade Paris 2024, setelah kalah 0-1 dari Guinea pada pertandingan playoff antar-konfederasi di Stade Pierre Pibarot, Clairefontaine-en-Yvelines, Prancis, Kamis.

Garuda Muda gagal menjadi tim Indonesia kedua yang berhasil berlaga di pentas Olimpiade, seperti yang pernah diukir timnas Indonesia pada Olimpiade Melbourne 1956.

Gol semata wayang Guinea dibukukan oleh Ilaix Moriba melalui eksekusi penalti pada menit ke-29, demikian dipantau dari siaran langsung.

Guinea lebih banyak mendominasi permainan pada fase awal pertandingan. Pada menit kedua, Aguibou Camara melakukan percobaan tembakan yang masih melambung di atas gawang Ernando Ari.

Advertisement

Indonesia sedikit demi sedikit berusaha keluar dari tekanan. Tim Garuda Muda mendapatkan peluang bagus saat Nathan Tjoe-A-on mengecoh para pemain Guinea saat mendapatkan tendangan bebas. Alih-alih mengirim bola lambung, ia justru menyodorkan bola mendatar kepada Witan Sulaeman, sebelum umpan tarik Witan dapat dipatahkan lawan.

Pratama Arhan kemudian memiliki peluang pertamanya di laga ini. Pratama Arhan menerima bola panjang di sisi kiri, kemudian menggiring sebentar, dan melepaskan tembakan lurus ke kiper Soumaila Sylla.

Pada menit ke-28 Indonesia diganjar hukuman penalti, akibat Witan melanggar pemain lawan di kotak terlarang. Moriba yang menjadi algojo dapat melakukan tugasnya dengan baik untuk menaklukkan Ernando. 1-0 untuk Guinea.

Keunggulan 1-0 membuat Guinea semakin percaya diri. Dua kali mereka mendapatkan peluang bagus dari tendangan bebas Ousmane Camara yang melebar, dan tembakan Facinet Conte yang lurus ke arah kiper Ernando.

Menjelang turun minum, Indonesia sempat mencuri peluang, tetapi kedua peluang itu gagal berbuah gol. Pertama dari tembakan Marselino yang melambung, kemudian dari sepakan Rafael Struick yang diganggu pemain Guinea sehingga hanya menghasilkan lemparan ke dalam.

Advertisement

Ernando kembali menjadi penyelamat gawang Indonesia sebelum babak pertama usai. Guinea mendapat peluang akibat Nathan tidak sempurna menguasai bola panjang, bola kemudian dicuri Algassime Bah yang mendapat peluang satu lawan satu melawan Ernando, dan mampu digagalkan penyelamatan sang kiper.

Pada awal babak kedua, pelatih Shin memasukkan Alfeandra Dewangga untuk menggantikan Komang Teguh. Masuknya Dewangga memberi darah baru untuk lini belakang Indonesia.

Namun gawang Indonesia kembali mendapat ancaman pada menit ke-54. Algassime Bah bergerak cepat di sisi kanan pertahanan Indonesia dan memancing kiper Ernando keluar dari sarangnya, bola kemudian dikirimkan kepada Alseny Soumah yang diteruskan dengan sepakan ke gawang. Beruntung, Nathan dan Dewangga mampu menggagalkan bola melewati garis gawang.

Guinea kemudian kembali mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-73, karena tekel Dewangga kepada Algassime Bah. Keputusan wasit Letexier Francois itu diprotes keras oleh Shin, yang membuatnya diganjar dua kartu kuning secara beruntun dan harus meninggalkan area teknis.

Ekseksi penalti Guinea yang diambil oleh Algassime Bah ternyata gagal berbuah gol kedua. Sepakan Bah dapat ditepis oleh Ernando untuk membuat gawangnya tidak kemasukan lebih dari satu gol.

Advertisement

Pada fase akhir laga, timnas Indonesia berusaha mati-matian untuk menyamakan kedudukan. Namun semua pendekatan yang dilakukan, baik dari umpan diagonal, lemparan ke dalam panjang Arhan, maupun permainan bola pendek gagal menembus rapatnya pertahanan Guinea. Peluit panjang berbunyi, tiket Olimpiade pun menjadi milik wakil Afrika.

Daftar susunan pemain:

Indonesia: Ernando Ari, Bagas Kaffa, Muhammad Ferarri, Komang Teguh, Pratama Arhan, Nathan Tjoe-A-on, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Rafael Struick, Jeam Kelly Sroyer

Pelatih: Shin Tae-yong

Guinea: Soumaila Sylla, Ibrahima Diakite, Saidou Sow, Mohamed Soumah, Madiou Keita, Issiaga Camara, Aguibou Camara, Moriba Kourouma, Ousmane Camara, Algassime Bah, Facinet Conte

Advertisement

Pelatih: Kaba Diawara. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement