Olahraga

Tidak Peduli Pino Bahari Terkena Musibah Kecelakaan, Dana Donasi Rp2,5 Miliar IOA Dipertanyakan

Published

on

Sejak Pino Bahari mengalami kecelakaan hingga masuk hingga dan sampai keluar rumah sakit, IOA tidak memberikan kepedulian.

Sejak Pino Bahari mengalami kecelakaan hingga masuk hingga dan sampai keluar rumah sakit, IOA tidak memberikan kepedulian. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA:  Sungguh mengagetkan, Indonesia Olympians Association (IOA) hingga sampai hari ini, dari tidak merasa peduli, bahkan juga tidak membantu dalam bentuk apa pun ketika mantan petinju Indonesia, peraih medali emas, kelas menengah (75 kg) di Asian Games Beijing 1990, Pino Bahari, mengalami kecelakaan di Denpasar, Bali, 13 April 2026.

Dalam rilisnya Ketua Indonesia Peduli Olahraga (IPO) Erwiyantoro mengemukakan, Pino juga anggota resmi IOA yang saat ini dipimpin Ketua Umum Yayuk Basuki dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Hidayat yang kini Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora). Selain itu Taufik dan Pino juga merupakan anggota Partai Gerindra. “Sesama kader Gerindra, baik Taufik Hidayat dan Pino Bahari, seharusnya memiliki kepedulian yang lebih, bahkan di atas segalanya. Kebetulan, keduanya juga mantan Olimpiade, atas nama Indonesia,” katanya.

Disebutkan dalam rilis yang diterima Minggu (26/4/2026),  saat ini, Pino sudah pulang dari rumah sakit  dan menggunakan kursi roda. Sampai hari ini, Pino sebagai anggota resmi IOA, yang mengalami musibah, tidak mendapatkan bantuan dan ucapa apa pun dari lembaga IOA. Termasuk dalam grup WhatsApp.

Padahal, tahun 2025, lembaga IOA mendapat dana segar, dari hasil lelang amal dari OPPO dan para donatur, sebesar Rp 2.5 miliar. Jumlah angka yang fantatis, untuk ukuran lelang amal.

Atas dasar itu Erwiyantoro mempertanyakan siapa yang mengelola dana amal Rp 2,5 M itu.  Apakah dana Rp 2.5 miliar saat ini, ada di rekening IOA atau di rekening pribadi anggota IOA? Dan, bagaimana kegunaannya jadi pertanyaan?

Advertisement

Sampai hari in, Erwiyantoro belum mendapatkan informasi yang pasti, setelah mendengar ada mantan atlet tinju Indonesia, mengalami musibah, para pengurus IOA bungkem “seribu bahasa.” Yayuk Basuki (petenis), ketua umum dua periode, 2018 – 2022 dan 2022 – 2026, Taufik Hidayat (bulutangkis), dan bendahara Ling-ling Agustin (tenis meja), entah sembunyi.

“Kemana Yayuk Basuki sebagai Ketua IOA, dan Wamenpora, Taufik Hidayat yang juga Sekjen IOA? Menurut saya, semua perlu ada penjelasan secara detail, dan pantas dipertanggungjawabkan. Dana donasi itu kan sudah diumumkan di media sosial – IOA. Dan, secara jelas peruntukannya. Yaitu, membantu kesejahteraan, dan juga kesulitan para atlet dari berbagai cabang olahraga Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dia menegaskan pernah merekam jejak Taufik, saat ngobrol di podcast Deddy Corbuzier, 12 Mei 2020. “Untuk membenahi olahraga Indonesia, harus berani membasmi tikus-tikus, yang ada di Kemenpora.”

Kini, posisi Taufik Hidayat, sebagai Wakil Menteri Menpora, dibawah Erick Thohir (pernah juga dibawah Dito Ariotedjo), serta masih menjabat Wakil Ketua 1 PB PBSI.

“Bila pertanggungjawaban dana amal IOA itu tidak jelas maka pertanyaannya apakah pernyataan Taufik Hidayat  tersebut, berlaku di IOA? Apakah ada tikus-tikus sehingga dana donasi hilang tanpa ada pertanggungjawaban, kemana uangnya? Hanya Yayuk Basuki, Taufik Hidayat, dan Ling Ling Agustin yang bisa menjawab,” tuturnya sambil memperlihatkan senyumnya yang khas.

Advertisement

Dia menyarankan, Yayuk Basuki dan Taufik Hidayat, harus menggelar konperensi pers, kepada para wartawan. Apakah, dana- donasi tersebut, dipergunakan untuk apa saja? Dan, apakah Pino Bahari, masih menjadi anggota IOA atau tidak? Agar masyarakat olahraga paham.

Selintas Sejarah IOA

Dalam rilis itu juga disinggung sejarah IOA dan gelaran malam dana amal yang berhasil meraih Rp2,5 miliar.

Suasana di gedung Tennis Indoor, Senayan sangat gemuruh, kekeluargaan dan memiliki spirit yang luar biasa. Yaitu, ingin membantu mantan-mantan atlet yang mengalami banyak masalah, sakit, dan tidak diurus negara. Tema acaranya, “Lelang Amal ROAD to OPPO x IOA CHARITY Make Your Moment: “Dari Bulutangkis Untuk Semua.” Bentuknya, Gala Dinner.

Ada delapan (8) mantan atlet bulutangkis, yang memberikan berbagai alat-alatnya selama meraih medali emas Olimpiade, untuk dilelang, Selasa, 22 Juli 2025, dimana dihadiri Menpora Dito Ariotedjo, dan Wamen, Taufik Hidayat. Hasilnya, meraup Rp 2.5 miliar.

Advertisement

Dana yang terkumpul akan disumbangkan kepada pahlawan olahraga yang telah berprestasi di tingkat nasional mau pun internasional, sekaligus untuk mendanani program pengembangan atlet muda lintas cabang olahraga melalui naungan Indonesia Olympians Association, alias IOA. Demikian bunyi di akun medsos Taufik Hidayat – taufikhidayatofficial.

Menurut akun pribadi Taufik Hidayat, mantan juara dunia bulutangkis 2025, dan peraih medali emas di Olimpiade Athena 2004, acara lelang amal ini, diprakasi oleh @indonesiaolympianassociation dan @oppoindonesia, serta didukung @kemenpora dan @inaspro.id. Tujuannya, untuk memupuk kepeduliaan dan solidaritas yang kuat, di antara para atlet dari berbagai generasi.

Sejarah Indonesia Olympian Association (IOA), pertama kalinya berdiri tahun 2010. Ketua pertamanya, Purnomo Muhammad Yudhi, pelari 100 meter, yang ikut Olimpiade Seoul 1988. Belum sampai tuntas, Purnomo Yudhi mundur, tahun 2013, digantikan Anton Suseno, petenis meja nasional di Olimpiade Barcelona 1992, hingga 2016. Kemudian, saat kongres IOA, Richard Sam Bera, perenang nasional di Olimpiade.1988, 2000 dan 2006, terpilih ketua IOA 2016 – 2018. Kini IOA dipimpin Ketua Umum Yayuk Basuki. ***

Advertisement
Exit mobile version