Olahraga

Setelah Masalah Rumput, GBK Dikecam Soal Kucing Dibungkus dalam Plastik

Published

on

Tindakan vendor yang membungkus kucing dalam plastik (kiri) dan kondisi rumput lapangan sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno yang buruk membuat Pengelola GBK dikritik dan dikecam dalam satu minggu ini.

Tindakan vendor yang membungkus kucing dalam plastik (kiri) dan kondisi rumput lapangan sepakbola Stadion Utama Gelora Bung Karno yang buruk membuat Pengelola GBK dikritik dan dikecam dalam satu minggu ini.

FAKTUAL INDONESIA: Hanya dalam waktu seminggu Komplek Olahraga Kebanggaan Indonesia yang menyandang nama Bapak Proklamator Soekarno, Gelora Bung Karno (GBK) diterpa kritik dan dikecam soal rumput dan kucing dalam plastik.

Masalah rumput sorotan diarahkan pada kondisi rumput pada lapangan sepakbola Stadion Utama GBK yang kondisinya dinilai kurang baik dalam pertandingan antara Tim Nasional Indonesia melawan Filipina.

Kemudian sorotan kembali mengarah ke GBK setelah vendor membungkus kucing dengan plastik untuk mensterilkan kawasan di jalan lingkar (ring road) Stadion Utama dari kucing liar.

Kritik soal rumput Stadion Utama GBK sampai mendapat tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Dalam pernyataanya Menpora Dito meminta pengelola Stadion Utama GBK terus mengoptimalkan perawatan rumput lapangan sehingga dalam kondisi baik saat pertandingan sepak bola.

Advertisement

“Ya pastinya idealnya memang setiap pertandingan bola menghadirkan rumput yang 100 persen kondisi fit dan ini kita selalu mendorong,” ucap Dito memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis usai rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju guna membahas kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara.

Lebih lanjut, seperti dilansir antaranews.com, ia mengatakan penggunaan SUGBK memang seharusnya diprioritaskan untuk kegiatan olahraga. Namun, ia juga mendukung SUGBK bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

“Pastinya kita dukung adalah bagaimana bisa merawat GBK ini penggunaannya prioritas untuk olahraga, itu yang pertama tetapi yang penting bagaimana juga stadion ini bisa menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong sedikit memberi evaluasi terkait rumput lapangan di SUGBK, yang menurutnya tidak berada dalam kondisi yang baik.

“Seperti yang dilihat, memang kondisi rumput kurang baik, saya berharap di lapangan sepak bola tidak ada (kegiatan) konser (musik) lagi, tetapi lebih banyak pertandingan sepak bola,” kata Pelatih Shin pada konferensi pers setelah pertandingan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Filipina di SUGBK, Jakarta, Selasa (11/6).

Advertisement

Kucing Dalam Plastik

Terkait sorotan ke GBK untuk masalah kucing dalam plastik muncul setelah melalui akun Instagram @nathasatwanusantara, lembaga organisasi kesejahteraan hewan  mendesak GBK untuk mengevaluasi aksi vendor membungkus kucing dengan plastik untuk mensterilkan kawasan di jalan lingkar (ring road) Stadion Utama dari kucing liar.

Seperti dikutip dari antaranews.com, diharapkan pihak GBK mau berdiskusi bersama-sama serta memberikan informasi terbaru mengenai lokasi kucing saat ini berada.

“Merelokasi kucing dengan plastik diikat? Apakah ini reaksi manusiawi setelah diusulkan ramah hewan dengan menyediakan stray feeding spot (lokasi tempat makan) seperti @mrtjkt dan sterilisasi kucing untuk pengendalian populasinya?” bunyi kutipan dari postingan Instagram tersebut.

Pengelola Gelora Bung Karno menyatakan akan mengevaluasi terkait kasus petugas vendor yang membungkus kucing dengan plastik untuk mensterilkan kawasan di jalan lingkar (ring road) Stadion Utama dari kucing liar.

Advertisement

“Saat ini, kami sedang mengevaluasi dan berkomunikasi dengan vendor terkait pengelolaan hewan di GBK,” kata Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Administrasi Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) Asep Triyadi di Jakarta, Selasa.

Asep menuturkan pihaknya sangat menyayangkan peristiwa relokasi hewan oleh vendor di kawasan GBK yang tidak sesuai standar.

Ditambahkan adanya kawasan bebas kucing liar di Stadion Utama memiliki tujuan untuk memberikan rasa bersih dan nyaman kepada pengunjung GBK sama seperti stadion lainnya.

Kendati demikian, tentunya vendor wajib memahami dan mematuhi standar kesejahteraan hewan yang berlaku.

Maka dari itu, pengelola GBK berkomitmen untuk mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Advertisement

“Selanjutnya kami juga membuka diri untuk berkomunikasi dengan komunitas pencinta dan pemerhati hewan untuk mendapatkan saran dan bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan hewan di GBK,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat dan akan terus meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan hewan di area GBK.

Hingga kini, pengelola GBK masih melakukan evaluasi dan mempertimbangkan kawasan yang layak bagi hewan liar di lingkungan sekitar stadion.

“Untuk wilayah mana yang steril hal ini sedang menjadi bahan evaluasi kami,” tutupnya. ***

Advertisement
Exit mobile version