Olahraga
SEA Games XXXIII 2025: Arjuna dan Srikandi Merah Putih Berjaya, Indonesia Tetap Stabil Panen 10 Emas

Arjuna dan Srikandi Indonesia di cabang olahraga panahan dan para pendekar Nusantara di pencak silat sukses meraih empat dan tiga emas pada SEA Games XXXIII 2025 Thailand, Rabu (17/12/2025). (Instagram Kemenpora/Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Bidikan para Arjuna dan Srikandi Indonesia di cabang olahraga panahan benar-benar jitu sehingga mampu berjaya menyumbang empat medali emas untuk Kontingen Merah Putih pada medan laga SEA Games XXXIII Tahun 2025 di Thailand, Rabu (17/12/2025).
Selain itu para pendekar Nusantara juga sukses menambah tiga emas di pertarungan pencak silat. Ditambah masing-masing satu emas dari rowing, gulat dan equestrian maka secara total Indonesia berhasil mendulang 10 emas hari ini. Raihan ini masih stabil sama dengan hasil panen emas sehari sebelumnya.
Dengan tambahan 10 emas itu maka kini Kontingen Garuda secara total sudah mengoleksi 72 emas.
Baca Juga : Hanya Loloskan Aldila/ Janice ke Final, Tenis Gagal Pertahankan Juara Umum di SEA Games Thailand 2025
Bertanding dengan ketenangan yang luar biasa di Football Field 1, Bang Kapi, Bangkok, para pemanah putra-putri Indonesia sukses menyabet empat emas dari nomor recurve persorangan dan beregu.
Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata Salsabilla sukses mengawinkan emas nomor recurve perseorangan.
Diananda meraih emas perseorangan putri setelah di final menaklukkan Hyuen Diep Trieu dari Vietnam dengan skor 6–4. Sementara Riau Ega tampil gemilang pada partai puncak perseorang putra untuk menaklukkan pemanah Malaysia Chern Xin Quik melalui pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 6–5.
Sebelumnya, Indonesia juga mengawinkan medali emas dari nomor recurve beregu putra dan putri.
Emas beregu putra dipersembahkan trio Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, dan Riau Ega Agata Salsabilla seusai menundukkan Vietnam yang diperkuat Quoc Phong Le, Minh Duc Nguyen, dan Duy Nguyen dengan skor telak 6–0 di partai final.
Baca Juga : Atlet Modern Pentathlon Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu untuk Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025
Emas beregu putri diraih tim yang diperkuat Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 5–3 pada laga final.
Cabang olahraga (Cabor) warisan budaya nenek moyang Indonesia, pencak silat mengoleksi tiga emas dalam laga terakhir di Impact Arena, Bangkok.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mendapat emas tanpa harus bertanding setelah lawannya dari Thailand, Tinnapat Janjaroen, mengundurkan diri (walk out) dari nomor tanding kelas C (55-60 kg).
Emas kedua dipersembahkan oleh Safira Dwi Meilani dari nomor pertandingan kelas B (50-55 kg) putri yang mengalahkan atlet Vietnam Thi Hai Quyen dalam final.
Setelah itu Tito Hendra Septa Kurnia menambah emas di kelas E (65-70 kg) putra setelah di final menundukkan Muhamad Helmi dari Malaysia.
Masih dari cabor beladiri, gulat menambah emas lagi melalui penampilan gemilang Muhammad Aliansyah yang berjaya di nomor greco-roman 67 kilogram.
Cabor dayung kembali menambah emas dari nomor rowing dalam lomba di Pusat Latihan Dayung-Kano Royal Thai Navy, Rayong. Emas dipersembahkan duet La Memo dan Rendi Setia Maulana dari nomor sculls ganda putra (M2X). Memo/Rendi meraih medali emas setelah mencatat waktu 7 menit 18,507 detik, mengungguli duet Thailand Narongsak Naksaeng/Premanut Wattananusith (7 menit 21,404 detik) dan peraih perunggu Ryinji Penaredondo/Maxilom van Adrian (7 menit 51,922 detik) dari Filipina.
Baca Juga : Atlet Modern Pentathlon Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu untuk Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025
Tidak mau kalah, tim equestrian Indonesia berhasil meraih emas pertama pada ajang SEA Games Thailand 2025 lewat disiplin show jumping kategori team jumping oleh Brayen Nathan Brata-Coolen, Arserl Rizki Brayudha, Raymen Kaunang, dan Dirga Wira Ramadhan Saputra.
Pada babak final, tim equestrian Indonesia harus bertarung ketat dengan regu Malaysia. Keempat rider Indonesia mencatatkan clear round. Namun, Malaysia juga meraih hasil serupa sehingga perebutan medali emas harus ditentukan melalui babak jump off.
Pada babak jump off yang berlangsung di Thai Polo & Equestrian Club Pattaya, persaingan berlangsung sangat ketat. Baik Indonesia maupun Malaysia kembali menyelesaikan lomba dengan clear round. Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 107,01 detik, unggul sekitar tiga detik atas Malaysia yang mencatatkan waktu 110,08 detik. ***