Home Olahraga Piala Pahlawan Digelar F2F & Kenangan 2005

Piala Pahlawan Digelar F2F & Kenangan 2005

oleh Gungdewan

Oleh : Bert Toar Polii

FAKTUAL-INDONESIA: Salah satu turnamen bridge tertua di Indonesia akan digelar Kembali dan menjadi turnamen bridge bertaraf nasional pertama yang digelar secara F2F atau Face to Face setelah pandemic covid-19.

Piala Pahlawan XXX  akan digelar di Surabaya pada tanggal 20-21 Nopember 2021.

Turnamen Piala Pahlawan menjadi satu-satunya turnamen berskala nasional yang mampu bertahan sampai saat ini pada penyelenggaraan ke 30.

Menarik karena turnamen ini sangat digemari oleh para pebridge nasional yang mengakibatkan  Tuan Rumah sulit menjadi juara. Piala Pahlawan yang digelar sejak 1987, sepertinya hanya 3 atau 4  kali Surabaya menjadi juara. Selebihnya, selain Djarum Kudus yang meraih Piala Pahlawan pertama kali, diraih regu-regu dari Jakarta.

Salah satu kemenangan tuan rumah terjadi Ketika tim Jatim dengan nama tim Perbankan Surabaya yang  diperkuat  oleh Vincent Nicolas, Vicky Sandjaya, Anang Fahmi, Suyadi, Arnold Laseduw, dan Bambang Priambodo mampu keluar sebagai juara Piala Pahlawan XIX tahun 2005. Ini terjadi  karena gugurnya juara bertahan Geologi Bandung. Selain itu tumbangnya Favorit Juara, Grundfos Jakarta yang diperkuat Denny Sacul cs pada babak 8 besar. Pada babak 4 besar, Perbankan Surabaya melibas Pattimura Jakarta. Di final mereka menggulung Garuda Jakarta yang diperkuat Ferdy Waluyan, WD Karamoy, Hasyim Arif, dan Irwan Nimara.

Berikut salah satu papan menarik dari turnamen ini:

2/T/TB                         

 

  1. S 7 6

T/TB    H Q J 5 4

C J 9 7 6 5

D 9 8

S 10 9 8 5        S A K Q J

H 3      H A K 9 7 6

C 8 4   C A 10 3

D A K 7 6 5 2 D Q

S 4 3 2

H 10 8 2

C K Q 2

D J 10 4 3

Jalannya penawaran di salah satu meja:

Barat   Utara   Timur   Selatan

A Kamagi                    G Watulingas

                        2C(1)   Pass

2S(2)   Pass     2NT     Pass

3C       Pass     3H       Pass

3S        Pass     7S

(1) Standard

(2) 3 Control

Hanya ada tiga pasangan yang berhasil bid grandslam 7S papan ini. Salah satunya Giovani Watulingas/Audy Kamagi yang bermain untuk tim BNI. Ketiga declarer menempuh line-of play yang berbeda.

 Declarer pertama, Audy Kamagi menerima  lead D6 ia main DA kemudian main HA, HK ketika di tangan ia discard diamond.

 Selanjutnya ia main  CQ dilanjutkan H ruff dengan S5. Trik berikut ia main CA dan ketika CA menang ia langsung cross-ruff. Kontrak bikin karena dapat 8 trik spade,2 trik H,  1 trik Diamond dan  trik Hclub.

Declarer berikut memilih tema lain, menang DA ia cabut dua kali trump dilanjutkan dengan HA, HK di mana di tangan discard diamond.

 Selanjutnya declarer ruff heart, ke meja dengan CQ, H ruff  lagi sehingga H9 menjadi kartu tinggi.

 Declarer kemudian main CA, CK untuk discard 2 lembar diamond di dummy

(beruntung utara pegang doubleton spade). Trik berikutnya declarer ruff club disusul cabut trump dan klaim.

Declarer yang ketiga salah memilih line-off play.  Ia mencoba bebaskan club sehingga kontrak tidak bias bikin karena walaupun club sudah tinggi tidak ada entry lagi. ***

  • Bert Toar Polii – pemain nasional bridge yang mendapat Satya Lencana olahraga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkap pelatih, jurnalis dan di PB Gabsi sebagai Ketua Bidang Humas.

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

= = = = = = = = =