Olahraga
Persambi Antisipasi Perang Iran Lawan Israel dalam Kejuaraan Dunia Youth and Junior World Sambo Championships 2025

Ketua Umum PB Persambi OLY Krisna Bayu (ketiga dari kiri) pada acara jumpa pers Kejuaraan Dunia Youth and Junior World Sambo Championships 2025 di Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2025). (PB Persambi)
FAKTUAL INDONESIA: Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) yang dipimpin Ketua Umum Krisna Bayu telah mengantisipasi dampak dari situasi gelobal yang memanas dengan adanya perang Iran melawan Israel dan Rusia dengan Ukraina terhadap pelaksanaan kejuaraan dunia bertajuk “Youth and Junior World Sambo Championships 2025” di Bogor, Jawa Barat (Jabar), 1 – 6 Oktober mendatang.
Dalam acara jumpa pers kejuaraan dunia bertajuk “Youth and Junior World Sambo Championships 2025” itu di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Senin (23/6/2025), Krisna Bayu mengungkapkan, tentang perkembangan situasi global itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparatur negara termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Soal perang itu, kami sudah bicara dengan aparatur negara, termasuk TNI Polri. Semua terlibat di dalam membahas bagaimana situasi global. Pemerintah sangat peduli dengan surat dari kami. Tentunya pemerintah akan memberikan solusi yang terbaik,” kata Bayu.
Turut hadir pada acara itu, antara lain Staf Ahli Menpora Bidang Hubungan Pusat, Daerah & Intrnasional Suyadi Pawiro, Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi, Staf Ahli KONI Pusat Sadik Algadri, Technical Director FIAS Sergey Tabakov dan Sekjen Sambo Asia Suresh Gopi.
Baca Juga : Dapat Dukungan Gubernur Mahyeldi, Persambi Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Sambo 2025
Gebrakan Persambi menggelar “Youth and Junior World Sambo Championships 2025” mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Bukan itu saja, Persambi sebagai satu-satunya induk organisasi cabang olahraga (IOCO) yang dipimpin olympian juga dinilai International Sambo Federation (FIAS) telah siapa menggelar kejuaraan dunia yang akan dilaksanakan di JSI Resort Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat (Jabar), 1-6 Oktober 2025.
Menanggapi dukungan yang mengalir dari berbagai pihak itu Krisna Bayu berharap persiapan yang sudah sesuai jalur ini akan tetap terus ditingkatkan apalagi mengingat ada perkembangan situasi global yang memenas dengan adanya perang Iran melawan Israel dan juga Rusia dengan Ukraina.
Lebih lanjut Bayu yang olympian dari cabor judo itu menjelaskan, persiapan sejauh ini sudah berjalan sesuai jalur. Koordinasi lintas sektor telah berjalan dengan baik, mulai dengan Kemenpora, NOC Indonesia, KONI Pusat hingga federasi internasional. “Pemerintah bersama NOC, KONI akan support kami seratus persen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Krisna Bayu menyampaikan bahwa kejuaraan dunia ini akan diikuti sekitar 60-80 negara anggota FIAS. Lantaran masih sekitar empat bulan lagi, belum diketahui secara pasti jumlah negara yang akan terlibat.
“Bicara real soal negara yang ikut, harus ada laporan FIAS. Indonesia tidak menerima pendaftaran karena langsung federasi internasional. Artinya menjadi host hanya menjalankan regulasi dari internasional saja,” ujar Bayu.
Baca Juga : KOI dan KONI Pusat Dukung Kejuaraan Dunia Sambo Usia Muda dan Junior 2025, PP Persambi Ingin Datangkan Khabib
Indonesia Siap
Dalam kesempatan tersebut, Technical Director International Sambo Federation (FIAS) Sergey Tabakov mengaku telah melihat persiapan Indonesia dalam menyongsong “Youth and Junior World Sambo Championships 2025”.
Dari segi persiapan, sejauh dia melihat tidak ada masalah, mulai dari tempat pertandingan, fasilitas hingga penginapan. “Persiapan kompetisi dan keberadaan organisasi (kepanitiaan), saya melihat persiapannya sangat bagus, semuanya positif,” terangnya.
Mengenai perkembangan olahraga sambo, dia menyebut setiap negara memiliki program berbeda. Namun, secara keseluruhan mengarah kepada perkembangan yang menggembirakan, termasuk dalam mempersiapkan kejuaraan dunia di level youth dan junior ini.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sangat mendukung Kejuaraan Dunia itu.
Menurut Staf Ahli Menpora Bidang Hubungan Pusat, Daerah & Internasional Suyadi Pawiro, dengan status Indonesia sebagai tuan rumah, pastinya akan memberi dampak yang baik bagi perkembangan olahra sambo di tanah air.
Baca Juga : Kejuaraan Anggar Asia 2025: Kuwait Tetap Nekad Terbang ke Bali Ditengah Memanasnya Perang Israel – Iran
“Mewakili Menpora, kami mengapresiasi kepada Ketua Persambi (Krisna Bayu) dan jajaran atas event internasional ini. Tentu saja komitmen yang terus dikembangkan sambo Indonesja di ajang internasional, apalagi sebagai tuan rumah, adalah sesuatu langkah besar untuk mendorong prestasi dan industri sambo makin berkembang ke depan,” kata Suyadi Pawiro.
Menurut dia, sambo memiliki prestasi cemerlang dalam keikutsertaannya di event internasional. Termasuk pada SEA Games 2019 Filipina dengan menyumbangkan medali terbaik.
“Sambo yang memadukan olahraga beladiri telah menunjukkan prestasi nasional dan internasional. SEA Games 2019 lalu mampu merah tujuh emas. Kita juga punya (Desiana) Syafitri, juara dua Asia,” ungkap Suyadi.
Melihat prestasi membanggakan yang ditunjukkan sambo Indonesia, Kemenpora punya kewajiban untuk terus mensupport para atlet meraih hasil mentereng, termasuk di ajang “Youth and Junior World Sambo Championships 2025”.
“Kemenangan bidding tuan rumah (Kejuaraan Dunia), lalu dengan peserta Kejuaraan Dunia lebih dari 70 negara, merupakan sebuah kehormatan dan tantangan. Kami dari Kemenpora siap mendukung suksesnya event ini,” ujar Suyadi.
Hal sama diutarakan Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi. Menurut dia, sambo sangat unik ketika diakui IOC sebagai olahraga olimpik karena melalui verifikasi yang cukup panjang. Pihaknya pun akan mendukung PP Persambi dalam menggelar kejuaraan dunia nanti.
“Untuk event ini sendiri kami sangat mendukung. Kami dengar ini pertama kalinya di Asia Tenggara. Kami ucapkan selamat kepada Persambi untuk inisiatif Championship ini,” terang Wijaya.
Baca Juga : Kejuaraan Anggar Asia 2025: Perang Rudal Israel dan Iran Paksa 3 Negara Arab Mundur, Ikasi Prihatin
Staf Ahli KONI Pusat Sadik Algadri turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada sambo karena hal seperti ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh kita sebetulnya. Ini kesempatan bagi atlet kita melihat pemain dunia secara langsung, secara real, jadi tidak di TV saja. Mudah-mudahan kejuaraan dunia seperti ini bisa diikuti oleh cabor lain,” jelasnya.
Sebagai informasi, sambo merupakan olahraga beladiri yang diakui secara internasional oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Saat ini telah berkembang pesat dengan lebih dari 500.000 atlet aktif dari lebih 120 negara. Di Indonesia, Sambo tergolong disiplin olahraga baru yang mulai menunjukkan potensi besar sejak Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) didirikan pada 2017.
Di bawah kepemimpinan Krisna Bayu, OLY, PERSAMBI berkomitmen membangun Sambo sebagai olahraga prestasi melalui pelatihan sistematis, kolaborasi dengan pemerintah, dan juga dukungan dari FIAS.
Dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sponsor, media dan masyarakat akan menjadi kekuatan kunci dalam mewujudkan mimpi bersama di Youth and Junior World Sambo Championship 2025. ***