Olahraga

Model Kejurnas Bridge Kedepan

Published

on

Oleh: Bert Toar Polii

FAKTUAL-INDONESIA: Selama puluhan tahun model kejurnas bridge berjalan sesuai yang diatur dalam peraturan teknik Gabsi.

Pada tahun ganjil sudah ditentukan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan demikian juga halnya dengan tahun genap.

Namun pada periode PB Gabsi masa bakti 2018-2022 telah diadakan beberapa perubahan. Sayangnya karena pandemic covid-19, Kejurnas Bridge baru diadakan tahun 2019 di Jakarta dan nanti tahun 2022 di Solo pada akhir tahun.

Mengamati perubahan yang dilakukan, penulis tertarik dengan idenya menyederhanakan kejurnas bridge dari sisi nomor pertandingan.

Advertisement

Kejurnas Bridge di tahun ganjil event utamanya adalah nomor Antar Propinsi dan tahun genap nomor utamanya adalah antar Kabupaten/Kota. Selanjutnya setelah selesai event utama diadakan Indonesia Open yang terbuka untuk siapa saja boleh ikut termasuk pemain dari luar negeri.

Waktu yang disediakan adalah 5 hari pertama untuk event Antar Propinsi atau Antar Kabupaten/Kota dan 5 hari berikutnya untuk Indonesia Open.

Ide ini memberi kebebasan kepada pemain untuk memilih ikut yang mana disesuaikan dengan waktunya yang tersedia.

Selain itu bagus juga untuk menggabungkan event kejurnas dengan parawisata karena jadwalnya dibuat berakhir sebelum malam hari sehingga pada malam hari bisa menikmati wisata kuliner atau yang lainnya.

Karena Propinsi dan Kabupaten/Kota saat ini sudah semakin banyak maka kedepannya pembagian kelasnya sudah perlu diperbanyak.

Advertisement

Misalnya untuk Antar Propinsi ada Kelas A, B dan C. Kelas A diduduki 8 peringkat teratas, Kelas B 8 peringkat berikutnya dan Kelas C sisanya.

Antar Kabupaten/Kota yang seperti sekarang Kelas A 16 peringkat teratas kemudian ditambah Kelas B 16 peringkat berikutnya dan sisanya Kelas C.

Dengan pembagian Kelas seperti ini maka selain perebutan juara, promosi dan degradasi juga menarik.

Karena 1 regu terdiri dari dua tim di Antar Propinsi sudah tidak dipertandingkan di tingkat internasional maka sebaiknya diganti jadi 1 tim.

Hanya saja yang dipertandingkan nomornya disesuaikan dengan nomor di kejuaraan dunia. Ada nomor senior team, open team, ladies team dan mixed team ditambah nomor junior U31, U26, U26 Girls, U21 dan U16,

Advertisement

Hal yang sama juga berlaku di Antar Kabupaten/Kota. Nomor pasangan juga diadakan sehingga semua nomor yang wajib dipertandingkan bisa diadakan.

Dengan model seperti ini karena Kejurnas Antar Propinsi diadakan di tahun ganjil dan sekarang diselenggarakan di akhir tahun maka bisa sekaligus menjadi arena PRA-PON.

Contoh jadwal untuk Antar Propinsi:
Karena setiap kelas diisi 8 tim maka hari pertama dan kedua untuk babak penyisihan. Hari ketiga dan keempat untuk semi final dan final.

Bagi yang tidak lolos ke semi final bermain di babak penyisihan pasangan, Final pasangan hari terakhir dimana peserta semi final dan final tim bermain di final pasangan.

Jadwal Antar Gabungan juga dibuat mirip. Tapi karena peserta Kelas A dan B 16 tim maka dibagi dua pool sehingga penyisihan bisa dua hari dan selanjutnya jadwalnya sama.

Advertisement

Untuk Indonesia Open jelas jadwalnya buat kejuaran open team. Ini bisa dibuat seperti model World Transnational Open team Championship dimana dua hari pertama babak penyisihan memainkan Swiss 10 session @10 board dilanjutkan 16 besar, 8 besar, Semi Final dan Final tergantung jumlah peserta. Jumlah peserta tidak banyak langsung 8 besar.

Bagi yang tidak lolos ke babak berikut disediakan event consolation 2 hari dan hari terakhir bisa buat Open Pairs.

Kejurnas Pelajar dan Mahasiswa serta Junior dibuat tersendiri sehingga ada dua Kejurnas Bridge dalam setahun seperti biasanya.***

 

Advertisement
Exit mobile version