Olahraga

# Menyambut 75 Tahun PB GABSI: Saatnya Indonesia Kembali Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Bridge

Published

on

Perayaan ulang tahun berlian PB GABSI hendaknya menjadi awal dari babak baru, bukan sekadar mengenang sejarah.

Perayaan ulang tahun berlian PB GABSI hendaknya menjadi awal dari babak baru, bukan sekadar mengenang sejarah. (Foto: Istimewa)

Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge

FAKTUAL INDONESIA: Tahun 2028 akan menjadi tonggak sejarah bagi Persatuan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI). Organisasi yang telah membina olahraga bridge nasional sejak 1953 itu akan memasuki usia 75 tahun, sebuah Ulang Tahun Berlian (Diamond Jubilee) yang layak diperingati dengan sesuatu yang istimewa.

Momentum bersejarah seperti ini tidak seharusnya hanya dirayakan dengan seremoni atau malam penghargaan. Akan jauh lebih bermakna apabila peringatan tersebut diwujudkan melalui sebuah kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan bridge Indonesia sekaligus mengangkat nama bangsa di mata dunia.

Karena itu, besar harapan agar para delegasi yang akan mengikuti Kongres GABSI di Mamuju dapat mengusulkan kepada Ketua Umum PB GABSI yang terpilih untuk menjadikan perayaan 75 tahun GABSI sebagai momentum membawa Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia bridge.

Salah satu langkah yang sangat realistis adalah mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia Pacific Bridge Federation (APBF) yang bersifat transnational, sehingga dapat mengundang peserta dari berbagai negara, termasuk dari luar kawasan Asia Pasifik. Kejuaraan seperti ini bukan hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga memperluas jaringan internasional serta memberikan manfaat bagi pariwisata dan ekonomi daerah penyelenggara.

Namun, apabila ingin meninggalkan warisan yang lebih besar lagi, mengapa tidak bermimpi lebih tinggi?

Advertisement

Indonesia pernah membuktikan kemampuannya menjadi penyelenggara event bridge kelas dunia.

Pada tahun 2005, Indonesia sukses menjadi tuan rumah World Youth Team Championship, yang saat itu mendapat apresiasi tinggi dari komunitas bridge internasional.

Delapan tahun kemudian, pada 2013, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah World Bridge Team Championship di Bali. Kejuaraan tersebut dikenang sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik, baik dari sisi organisasi, fasilitas, maupun keramahan tuan rumah.

Rekam jejak tersebut merupakan modal yang sangat berharga. Dunia bridge sudah mengenal kemampuan Indonesia. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk kembali mengajukan diri.

Mengapa tidak menjadikan perayaan 75 tahun PB GABSI sebagai kesempatan membawa World Bridge Team Games ke Indonesia?

Advertisement

Ajang tersebut merupakan salah satu kejuaraan paling bergengsi yang diselenggarakan oleh World Bridge Federation. Menjadi tuan rumah bukan sekadar prestise, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan penting dalam perkembangan bridge dunia.

Lebih dari itu, kejuaraan internasional akan memberikan banyak manfaat. Atlet nasional memperoleh kesempatan bertanding di kandang sendiri melawan pemain terbaik dunia. Wasit, pelatih, dan panitia memperoleh pengalaman berharga. Generasi muda akan memiliki inspirasi baru untuk menekuni bridge. Di sisi lain, pemerintah daerah dan sektor pariwisata juga akan menikmati dampak ekonomi dari kedatangan ratusan bahkan ribuan peserta mancanegara.

Semua manfaat tersebut jauh melampaui biaya penyelenggaraannya.

Tentu saja, mewujudkan impian tersebut memerlukan perencanaan yang matang, dukungan pemerintah, sponsor, serta kerja sama dengan World Bridge Federation dan Asia Pacific Bridge Federation. Namun, setiap pencapaian besar selalu diawali oleh sebuah gagasan besar.

Perayaan ulang tahun berlian PB GABSI hendaknya menjadi awal dari babak baru, bukan sekadar mengenang sejarah.

Advertisement

Mari kita jadikan usia 75 tahun sebagai momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya mampu melahirkan pemain-pemain bridge berprestasi, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah kejuaraan bridge terbaik di dunia.

Karena sejarah telah membuktikan kita mampu. Kini saatnya menulis sejarah baru.***

Exit mobile version