Connect with us

Olahraga

Mengenal ABCC & SEABF Championship Lambang Supremasi Bridge ASEAN

Gungdewan

Diterbitkan

pada


Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Dilandasi ASEAN Spirit yang dikumandangkan di Bali, berupa ditanda tanganinya “ASEAN CONCORD” oleh Kepala-Kepala Negara ASEAN tahun 1976, timbul ide untuk menyelenggarakan Kejuaraan Antara Negara-Negara ASEAN.
Pada tahun 1978, Amran Zamzami SE yang waktu itu menjabat Ketua Harian PB GABSI (1978-1982) mengadakan perjalanan ke Manila, Bangkok, Singapura dan Kuala Lumpur untuk membicarakan rencana tersebut dengan para Ketua Organisasi Bridge setempat.

Ternyata mendapat sambutan hangat. Pada tahun 1979, ASEAN Bridge Club Championships untuk pertama kalinya diselenggarakan di Hotel Sari Pacific Jakarta, dan dibuka serta diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Bapak Adam Malik.

Sedangkan Presiden RI waktu itu , Bapak Soeharto menghadiahkan sebuah Piala Bergilir untuk diperebutkan di Open Teams. Sampai sekarang, secara rutin setahun sekali ASEAN Bridge Club Championships (ABCC) diselenggarakan secara bergilir di negara-negara anggota ASEAN.

Tahun 20023 di Singapura, Tahun 2024 di Indonesia, Tahun 2025 di Philippina kemudian 2026 di Malaysia, 2027 di Thailand dan tahun 2028 balik lagi ke Singapura.
Sejak tahun 1991 juga diundang negara-negara bukan anggota ASEAN, misalnya Hong Kong (1991). Kemudian pada tahun 1993, ketika dilaksanakan di Kuta, Bali, ditingkatkan menjadi ASEAN Open Championships. Salah satu pasangan yang memikat publik saat itu adalah tampilnya pemain top Australia dan Selandia Baru, yaitu Tim Seres dan Paul Marston.

Semenjak ABCC digelar, tim putra Indonesia selalu menjadi juara pertama, tetapi pada tahun 1995 di Manila, untuk pertama kalinya Piala Soeharto diboyong tim RBSC-Thailand. Dan juga tahun 2001 di Makati juga diboyong Thailand. Tahun 2011 Singapura jadi juara sebagai tuan rumah.

Advertisement

Untuk putri juga juara terbanyak 14 kali. Indonesia juga berjaya di nomor Junior team dengan 15 kali kemenangan.

Prestasi Indonesia yang kurang baik hanya di nomor mixed team yang di dominasi Thailand.

Sayang pada tahun 2022 saat Asean Bridge Club Championship dan South East Asia Bridge Federation Championship digelar lagi setelah pandemic covid-19 Indonesia hanya mengirimkan dua tim.

Selanjutnya pada tahun 2015 muncul berdirinya SEABF atau South East Asia Bridge Federation pada Asean Bridge Club Championships yang berlangsung di Bangkok tahun 2015.

Pembentukan SEABF terinspirasi setelah Indonesia sukses meloloskan bridge dipertandingkan di SEA Games 2011 di Indonesia dan selanjutnya juga bridge telah menjadi cabang olahraga kategori 3 dimana jika tuan rumah menginginkan bridge bisa dipertandingkan di SEA Games.

Advertisement

Gayung bersambut ketika President Asia Pacific Bridge Federation, Kunying Esther Soponpanich ikut merestui dan malah bersedia menjadi Vice  President . Saat itu juga dibentuk South East Asia Bridge Federation dengan Presidennya M Bambang Hartono dan  Honorary Secretary juga dari Indonesia , Handojo Susanto serta bendahara adalah Chua Gang dari Singapura.

Selanjutnya  SEABF Championship pertama akan diselenggarakan pada tahun 2016 di Singapura dengan format pertandingan sama persis seperti ABCC yang sudah kita kenal selama ini. Selanjutnya pada penyelenggaraan tahun 2022 di Bangkok secara resmi ada dua event yang dipertandingkan sekaligus, yaitu ABCC dan SEABF Championship.

ABCC boleh diikuti siapa saja termasuk negara yang bukan anggota Asean. Tapi SEABF Championship harus warga negara dari negara yang diwakilinya dan ada satu syarat tambahan harus di daftarkan oleh PB Gabsi. Sayangnya tukang bridge belum melihat ada edaran dari PB Gabsi tentang event ini.

Sekedar mengingatkan, jadwal baku 5 hari adalah :
Hari pertama : Opening Ceremony dan Open Pairs
Hari kedua : Mixed Team
Hari ketiga dan keempat : Babak Kualifikasi tim
Hari kelima : Final dan Consolation Swiss Team.
Informasi selengkapnya bisa dilihat disini : https://linktr.ee//sgbridge ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca