Olahraga
Mari Datang Lebih Awal, Bridge Ikut Merayakan 500 Tahun Banjarmasin Lewat Sport Tourism

Mari kita sukseskan bridge Indonesia sekaligus mendukung berkembangnya sport tourism di Kota Banjarmasin. (Ist)
Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge
Kini, puluhan tahun kemudian, Banjarmasin bersiap merayakan momen yang sangat langka: Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota bahkan menjadikan peringatan lima abad ini bukan sekadar pesta seremonial, tetapi momentum menghadirkan ratusan kegiatan yang berdampak pada masyarakat, ekonomi, dan pariwisata.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian tentu adalah Banjarmasin Bridge Open Tournament Walikota Cup 2026 yang akan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Aula FISIP Universitas Lambung Mangkurat.
Turnamen ini mempertandingkan empat nomor:
- Team Open
- Pairs Open
- Team U-23
- Pairs U-23
Yang patut diapresiasi, panitia bahkan menggratiskan biaya pendaftaran kategori U-23 dengan total hadiah mencapai Rp20 juta. Ini menunjukkan komitmen serius dalam membina generasi muda bridge Indonesia.
Bridge Bukan Sekadar Bertanding
Kejuaraan olahraga modern tidak lagi hanya mengejar siapa yang menjadi juara.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana sebuah event mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Inilah yang sekarang dikenal sebagai sport tourism.
Atlet datang.
Official datang.
Keluarga ikut datang.
Penonton datang.
Mereka menginap di hotel, makan di restoran lokal, menggunakan transportasi, membeli oleh-oleh, bahkan memperpanjang masa tinggal untuk menikmati objek wisata.
Efek ekonomi inilah yang kini menjadi perhatian banyak pemerintah daerah.
Banjarmasin Memiliki Modal Besar
Kota yang dijuluki Kota Seribu Sungai ini mempunyai daya tarik yang sangat berbeda dibanding kota-kota lain di Indonesia.
Peserta yang datang dari luar daerah dapat menikmati:
- wisata susur Sungai Martapura
- Pasar Terapung
- Siring Sungai Martapura
- Menara Pandang
- Kuliner khas Banjar
- Soto Banjar
- Ketupat Kandangan
- Ikan sungai segar
- serta keramahan masyarakat Banjar.
Tidak banyak kota di Indonesia yang mampu menawarkan pengalaman seperti ini.
Bridge dan Pariwisata Bisa Berjalan Bersama
Di banyak negara, turnamen bridge memang menjadi alasan orang bepergian.
Bahkan ada pemain yang setiap bulan mengikuti turnamen di berbagai kota hanya untuk menikmati kombinasi antara kompetisi dan wisata.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sama.
Turnamen yang digelar di Bali, Yogyakarta, Padang, Makassar, Manado, Surabaya, Pontianak, hingga kini Banjarmasin, sesungguhnya dapat menjadi kalender sport tourism nasional apabila dikelola secara konsisten.
Apalagi Banjarmasin tahun ini sedang berada dalam sorotan nasional karena merayakan usia lima abad dengan ratusan kegiatan sepanjang tahun, termasuk berbagai ajang olahraga, budaya, dan wisata.
Mari Datang Lebih Awal
Bagi peserta dari luar Kalimantan Selatan, saya punya satu saran.
Jangan datang hanya untuk bermain bridge.
Datanglah sehari lebih awal.
Pulanglah sehari lebih lambat.
Nikmati suasana Kota Seribu Sungai.
Naik klotok menyusuri Sungai Martapura.
Cicipi kuliner Banjar.
Berbelanja oleh-oleh.
Karena kemenangan di meja bridge tentu membanggakan, tetapi membawa pulang kenangan indah dari sebuah kota yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-500 adalah pengalaman yang jauh lebih berharga.
Selamat bertanding di Banjarmasin Bridge Open Tournament Walikota Cup 2026.
Mari kita sukseskan bridge Indonesia sekaligus mendukung berkembangnya sport tourism di Kota Banjarmasin.
Datanglah untuk bertanding, pulanglah membawa prestasi. Nikmati keindahan Kota Seribu Sungai, dan mari kita dukung semakin banyak kota di Indonesia mengikuti jejak Balikpapan, Pontianak, dan Banjarmasin. Semoga dalam waktu dekat, turnamen-turnamen bridge nasional juga semakin semarak digelar di berbagai kota di Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Semakin banyak turnamen, semakin kuat bridge Indonesia, dan semakin maju sport tourism negeri ini.***