Home Olahraga Leane Suniar Berpulang, Indonesia Kembali Kehilangan Atlet Berprestasi Dunia

Leane Suniar Berpulang, Indonesia Kembali Kehilangan Atlet Berprestasi Dunia

oleh Gungdewan
Leane Suniar terus mengabdi di dunia olahraga Indonesia baik saat sebagai atlet (kanan) yang dapat kehormatan diterima Presiden Soeharto

Leane Suniar terus mengabdi di dunia olahraga Indonesia baik saat sebagai atlet (kanan) yang dapat kehormatan diterima Presiden Soeharto

FAKTUAL-INDONESIA: Srikandi panahan Indonesia, Leane Suniar yang sukses menempati peringkat sembilan dunia pada Olimpiade Montreal, Kanada berpulang.

Indonesia kembali berduka kehilangan atlet yang berprestasi dunia setelah dalam hitungan hari sebelumnya juara dunia bulutangkis Verawati Fajrin juga dipanggil Sang Khaliq.

Leane meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Minggu (21/11/2021), pukul 22.15 WIB.

Dia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 73 tahun setelah cukup lama berjuang melawan sakit kanker.

Jenazah almarhumah kini disemayamkan di Rumah Duka RSPAD. Hari ini dan Selasa akan diadakan acara untuk kerabat, sahabat dan umum. Rabu, ada acara adat dan keluarga.

Setelah itu Kamis, jenazah akan diterbangkan ke Sumatera Utara untuk dimakamkan di Pemakaman Keluarga.

Leane yang lahir di Jakarta 4 Februari 1948, dalam blog Srie Ningsih Ali dituliskan, telah mengukir sejarah besar bagi bangsa Indonesia di kancah internasional. Namanya tercatat   di Olimpiade Musim Panas  Montreal tahun 1976, sebagai atlet wanita  Indonesia pertama yang mencapai prestasi terbaik dengan menduduki Peringkat 9 Besar Dunia pada cabang  panahan dalam kompetisi tunggal wanita. Sementara di tingkat Asia menempati  urutan pertama dan di tingkat nasional,  12 kali memecahkan rekor nasional dalam rentang tahun 1971-1983.

Setelah mengukir prestasi gemilangnya, Leane mengalami kegalauan karena harus memilih antara  dunia panahan  yang telah melambungkan namanya atau meneruskan kuliah kedokterannya. Ternyata walau memilih melanjutkan kuliahnya,  kecintaanya kepada  dunia olah raga tidak pernah pudar  sampai  saat ini. Beliau   tetap mengabdi  di dunia olahraga Indonesia sampai dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.

Leane kemudian dipercaya menjabat sebagai manajer Tim Nasional Panahan Indonesia pada Asian Games 2010 di Guangzhou, China dan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Leane merupakan dokter spesialis Gizi Klinik dan telah menerbitkan sejumlah buku

Ia menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI), Wakil Kepala Bidang Sport Science KONI Pusat serta sebagai Ketua Komisi Medis Komite Olimpiade Indonesia.

Leane juga terlibat sebagai Direktur Departemen Medis dan Pengawasan Doping (Medical and Doping Control) Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) pada perhelatan Asian Games 2018.

Sederet jabatan yang  menjadi tanggungjawab  dokter Spesialis Gizi Klinis ini, dijalankan dengan sepenuh hati antara lain:

  1. Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Mutu Gizi PON XIV di Jakarta (1995).
  2. IPTEK KONI Pusat (1995-2003)
  3. Wakil Komisi Ilmu Olahraga KONI Pusat (2003-2007)
  4. Ketua Komisi Medis Komite Olimpiade Internasional (2007-2011)
  5. Ketua Cabang olahraga Akurasi Satlak Prima (2011)
  6. Manager Cabor Panahan pad Olimpiade di London (2012)
  7. Kesehatan dan Gizi Olahraga Satlak Prima (2013-2014)
  8. Ketua Tim Pelatih PP PERPANI (2004-2007)
  9. Ketua Binpres PP. PERPANI (2008-2010)
  10. Ketua I PP. PERPANI (2010-2014)
  11. Ketua Bidang SDM PERWOSI Pusat (2012-2017)
  12. Manajer Tim Nasional Panahan Indonesia pada Asian Games di Guangzhou China (2010)
  13. Manajer Tim Nasional Panahan Indonesia pada Asian Games  di Incheon, Korea Selatan (2014)
  14. Wakil Kepala Bidang Sport Science KONI Pusat.
  15. Direktur Departemen Medis dan Pengawasan Doping (Medical and Doping Control) Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) pada perhelatan Asian Games 2018.

Bukan hanya jabatan  yang menjadi tanggungjawabnya saja, sederet penghargaan juga didapatkannya:

  1. Sebagai Olahragawati Terbaik (1976)
  2. Ikatan Kesejateraan Keluarga ABRI (1990)
  3. Penghargaan dari PMI, 66 x Transfusi Darah (1991).
  4. Mantan Olahragawati Berprestasi di Bidang Olahraga dan Karier Menpora (2011).
  5. Penghargaan kepada Mantan Atlet wanita berprestasi dari PERWOSI (2018).

Nenek empat orang cucu ini, aktif  sebagai Dosen di FK-UKI. Pada tahun 2015, mempertahankan disertasi doktornya dalam sidang terbuka yang dilaksanakan di Universitas Negeri  Jakarta.  DR dr. Leane Suniar MSc, Sp.GK  berhasil meraih nilai sangat memuaskan. Dua dari tiga orang anaknya juga berprofesi sebagai dokter, bahkan salah satunya mengikuti jejaknya mengabdi di dunia olahraga indonesia. ***

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

= = = = = = = = =