Olahraga

Kekuatan Tim China Belum Matang, Bridge Putri Indonesia Berpeluang Raih Medali di Goa, India

Published

on

Sangat disayangkan karena berbagai kendala membuat Indonesia tidak dapat mengirimkan kekuatan penuh ke Goa, India, dan tim yang berangkat pun harus berjuang dengan biaya mandiri. (Ist)

Sangat disayangkan karena berbagai kendala membuat Indonesia tidak dapat mengirimkan kekuatan penuh ke Goa, India, dan tim yang berangkat pun harus berjuang dengan biaya mandiri. (Ist)

Oleh: Bert Toar Polii

FAKTUAL INDONESIA: Kejuaraan bergengsi akan berlangsung pada 21–27 Juni 2026 di Taj Cidade de Goa Horizon. Ajang ini mempertemukan negara-negara anggota Zone 4, 6, dan 7 Asia Pacific Bridge Federation dalam persaingan empat kategori, yaitu Open, Women’s, Mixed, dan Senior Team.

Indonesia tahun ini hanya mengirimkan satu wakil, yaitu tim putri. Sangat disayangkan karena berbagai kendala membuat Indonesia tidak dapat mengirimkan kekuatan penuh, dan tim yang berangkat pun harus berjuang dengan biaya mandiri.

Padahal pada penyelenggaraan sebelumnya, berlangsung sukses di Jakarta dan Indonesia tampil sebagai juara umum dengan merebut dua medali emas dari kategori putri dan mixed, serta satu medali perunggu dari senior team.

Awalnya Indonesia juga sempat mendaftarkan satu tim mixed. Bahkan Chief Tournament Director, Anthony Ching, sempat melakukan konfirmasi mengenai keikutsertaan tim tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan ulang, ternyata pendaftaran mixed team Indonesia sudah dibatalkan.

Berdasarkan daftar peserta terbaru, tercatat 15 tim open, 13 tim mixed, 8 tim senior, dan 10 tim putri dari 16 negara akan ambil bagian di kejuaraan ini.

Advertisement

Walaupun pendaftaran resmi sudah ditutup, peluang tambahan peserta masih terbuka karena nomor open dan mixed saat ini masih berjumlah ganjil sehingga panitia kemungkinan masih dapat menerima tambahan tim.

Mengapa Tukang Bridge cukup optimistis tim putri Indonesia mampu meraih medali?

Jawabannya sederhana: melihat komposisi peserta yang tampil di nomor putri. Tim putri diperkuat Lusje Bojoh sebagai playing captain berpasangan dengan Dewita Sonya Tarabunga. Pasangan ini bergabung dengan Dela Ayu Nobira/Desy Noervita Rahayu dari Djarum Bridge Club dan Fera Damayanti/Ririen Riantini dari Ganesha Bridge Club sama dengan pasangan pertama termasuk tim yang kuat.

China biasanya menjadi kekuatan dominan di Asia. Namun kali ini mereka datang dengan kombinasi empat pemain muda dan dua pemain senior sehingga kekuatannya belum tentu sematang biasanya. Sementara sebenarnya memiliki materi pemain kuat, tetapi kekuatan mereka terpecah menjadi dua tim.

Persaingan berat diperkirakan datang dari dua tim India sebagai tuan rumah, dua tim Australia, Filipina, Jepang, serta Hong Kong China.

Advertisement

Melihat format pertandingan yang menggunakan sistem setengah kompetisi sebanyak tujuh session di babak penyisihan, Tukang Bridge cukup yakin Indonesia memiliki peluang besar untuk lolos ke semifinal.

Setelah mencapai semifinal, peluang meraih medali akan sangat tergantung pada lawan yang dihadapi. Jika Indonesia bisa menghindari China di semifinal, maka peluang tampil di final terbuka lebar. Bahkan bukan tidak mungkin final ideal kembali mempertemukan Indonesia melawan China.

Kejuaraan ini sendiri akan berlangsung di salah satu resort terbaik di Goa dengan jadwal pertandingan dimulai sejak 21 Juni dan semifinal digelar pada hari keenam sebelum partai final pada 27 Juni 2026. ***

Advertisement
Exit mobile version