Olahraga

Kejuaraan Asia Angkat Besi 2025: Rahmat Erwin Abdullah Sapu 3 Emas dan Pertajam Rekor Dunia

Published

on

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah kembali menunjukan prestasi mengagumkan dengan merebut 3 medali emas dan mempertajam rekor dunia pada Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025 di Jiangshan, China, Minggu (11/5/2025)

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah kembali menunjukan prestasi mengagumkan dengan merebut 3 medali emas dan mempertajam rekor dunia pada Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025 di Jiangshan, China, Minggu (11/5/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Luar biasa.  Rahmat Erwin Abdullah berhasil mempertahankan gelar kelas 73 kg putra pada Kejuaraan Angkat Besi Asia (AWC) 2025 di Jiangshan, China, Minggu (11/5/2025), dengan prestasi mengkilap menyapu bersih tiga (3) medali emas dari tiga angkatan serta mempertajam rekor dunia miliknya sendiri.

Lebih berarti lagi, keberhasilan Rahmat juga menyelamatkan muka angkat besi Indonesia karena ini merupakan emas pertama yang diraih tim Merah Putih.  Sebelumnya Indonesia baru meraih satu perunggu melalui Juliana Klarisa di kelas 55kg putri pada sesi snatch.

Indonesia masih akan menurunkan dua lifter lainnya, yakni Rizki Juniansyah di kelas 81kg putra yang akan bertanding Senin (12/5/2025), serta Indah Afriza di kelas 71kg putri pada Selasa (13/5).

Baca Juga : SEA Games XXXIIII 2025 Thailand: Angkat Besi Pasti Dipertandingkan dengan Tampilkan 7 Kelas Putra dan 7 Putri

Rahmat yang tampil tenang, mencatat total angkatan 360kg, terdiri dari 155kg pada snatch dan 205kg pada clean and jerk.

Angkatan terakhirnya itu sekaligus mempertajam rekor dunia miliknya sendiri yang sebelumnya tercatat 204kg saat Kejuaraan Asia 2024 di Taskent, Uzbekistan.

Advertisement

Pencapaian ini juga mempertegas status Rahmat sebagai juara bertahan di Kejuaraan Asia, setelah tahun lalu menyabet emas dengan total angkatan 363kg (snatch 159kg dan clean and jerk dengan 204kg).

Medali perak kelas 73kg putra Kejuaraan Asia 2025 diraih lifter China Wu Haifeng dengan total angkatan 334kg (snatch 145kg dan clean and jerk 185kg). Untuk perunggu direbut wakil Kazakhstan Petr Khrebtov dengan total 333kg (146kg snatch dan 187kg clean and jerk).

Sejak awal, Rahmat tampil percaya diri dan tenang. Bahkan dilansir dari Antara, lifter berusia 24 tahun itu hanya membutuh dua angkatan di sesi snatch untuk memastikan emas.

Rahmat kembali menunjukkan dominasinya di clean and jerk dengan menyelesaikan tiga angkatan berturut-turut, masing-masing 190kg, 200kg, dan 205kg.

Baca Juga : Olimpiade 2024 Paris: Rizki Juniahsyah Cetak Sejarah Raih Emas ke-2 Indonesia dan Pertama Angkat Besi

Meski sudah memastikan kemenangan, Rahmat tetap menantang dirinya dengan mencoba beban 205kg demi memecahkan rekor dunia. Upaya itu pun berhasil, membuatnya kembali mencatat sejarah untuk angkat besi dunia.

Advertisement

Perunggu untuk Indonesia sebelumnya disumbangkan Juliana Klarisa dari kelas 55kg putri pada sesi snatch. Juliana mencatat angkatan terbaik 82kg setelah sukses dalam tiga percobaan berturut-turut, yakni 78kg, 80kg, dan 82kg.

Lifter berusia 22 tahun itu berada di bawah wakil tuan rumah Zhang Haiqin (99kg) dan atlet Taiwan Chen Guan-Ling (83kg).

Pada sesi clean and jerk, Juliana mengangkat 100kg di percobaan pertama, disusul 104kg dan 107kg di dua angkatan berikutnya. Namun, total angkatannya 189kg hanya cukup menempatkannya di posisi keempat keseluruhan, di bawah Zhang Haiqin (225kg), Chen Guan-Ling (194kg), dan Chi Chia Hu dari Taiwan (190kg). ***

Advertisement
Exit mobile version