Olahraga
Gubernur Pramono Diminta Lakukan Revolusi Sepak bola DKI Jakarta dengan Menyingkirkan yang Gagal dan Hanya Mencari Keuntungan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat membuka Liga Jakarta U 17 menginginkan sepakbola Jakarta tidak boleh tertingal dari daerah lain
FAKTUAL INDONESIA: Wajar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan sepakbola DKI Jakarta tidak boleh tertingal dari daerah lain. Artinya, Tim Sepakbola DKI Jakarta harus bisa menjuarai Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara Barat (NTB)-Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028.
Keinginan itu memang pantas dikumandangkan Pramono Anung pada saat membuka Liga Jakarta U 17 yang menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) PSSI ke-95. Karena, sejak PON digulirkan di Solo pada tahun 1948, DKI Jakarta baru dua kali meraih emas saat pelaksanaan PON VIII di Jakarta tahun 1973 dan PON IX/1977.
Praktis, Tim Sepakbola DKI Jakarta sudah tercatat selama 47 tahun hingga PON XXI/Aceh-Sumut 2024 tidak pernah lagi merengkuh gelar tersebut meskipun beberapa kali meraih gelar juara umum pada pesta olahraga akbar nasional empat tahunan tersebut.
Makanya, Panitia Liga Jakarta U 17 mendapatkan kehormatan dengan kehadiraannya tersebut. Dengan kata lain, Pramono yang pernah memperkuat Tim Sepakbola Institut Teknologi Bandung (ITB) sangat mengapresiasi kegiatan positif para wartawan olahraga dan pecinta sepakbola yang menginisiasi kompetisi tersebut dan memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan sepakbola DKI Jakarta.
Baca Juga : HUT Jakarta 2025 : Pramono Anung dan Bang Doel Janji Lanjutkan Pembangunan
Bukan hanya itu saja, Pramono juga memahami betapa pentingnya pelaksanaan Liga Jakarta U 17 yang merupakan ajang pembinaan pemain usia muda dalam meningkatkan prestasi sepakbola DKI Jakarta. Apalagi, Liga Jakarta U 17 ini merupakan satu-satunya kompetisi usia muda yang digelar di Tanah Air.
Sekretaris Panitia Liga Jakarta U 17, Taufik Jursal Effendi menyebut keinginan Pramono untuk membangun sepakbola DKI Jakarta ini bukan hanya tidak mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Andri Yansah yang tidak mendorong Tim Sepakbola Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) yang alokasi anggarannya dari APBD DKI yang cukup besar itu tampil di Liga Jakarta U 17. Padahal, Andri Yansah hadir mendampingi Pramono pada acara pembukaan dan pantia juga telah diajak dialog pihaknya sebelum acara pembukaan.
“Sebenarnya kami sejak awal sudah berusaha mengirimkan surat audiensi sejak tahun lalu. Tetapi, surat resmi itu tidak pernah dijawab. Baru sepekan menjelang acara pembukaan Liga Jakarta U 17, panitia baru dianggil Dispora DKI Jakarta terkait acara pembukaan yang akan dihadiri Pak Pramono Anung. Kok, bisa ya Kadispora tidak melayani kegiatan positif dari masyarakat yang peduli terhadap sepakbola DKI Jakarta,” tanya Taufik Uban, panggilan karibnya.
Bukan hanya tidak mendapat dukungan dari Andri Yansah, jelas Taufik Uban, dirinya menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin tetap mempertahankan pengelolaan Tim Sepakbola DKI Jakarta untuk persiapan menuju PON XXII NTB-NTT 2028. Padahal, mereka boleh disebut sudah tidak layak mendapatkan kepercayaan karena dua kali gagal meloloskan Tim Sepakbola DKI Jakarta tampil di PON.
“Kami hanya bisa mengingatkan Pak Pramono untuk tidak lagi memberikan kepercayaan kepada mereka yang sudah gagal meningkatkan prestasi sepakbola DKI Jakarta. Sudah saatnya, Pak Pramono melakukan revolusi dan mengintruksikan pengelolaan sepakbola DKI Jakarta yang ditopang ABPD dengan program pembinaan yang jelas serta ditangani secara profesional dan transparan. Singkirkan mereka yang mencari keuntungan pribadi dan kelompokmya. Berikan kepada orang yang tepat sehingga keinginan kembali mengangkat prestasi sepakbola DKI Jakarta bisa diwujudkan,” tegasnya.
Baca Juga : Pasar Baru Bakal Direvitalisasi Besar-Besaran oleh Pramono
Tidak hanya itu saja, Taufik Uban juga mengungkapkan, adanya upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan prestasi sepakbola DKI Jakarta tidak berkembang. Faktanya, posisi Plt Asprov DKI Jakarta sudah berlangsung selama tiga tahun tanpa ada kegiatan sekalipun. Padahal, kucuran dana dari APBD DKI Jakarta untuk pembinaan sepakbola DKI Jakarta terus mengalir.
“Harusnya Plt Asprov PSSI DKI Jakarta sudah berakhir dan sudah ada Ketua Aprov PSSI DKI Jakarta definitif yang dipilih melalui Musprov. Kok bisa terus bertahan? Ini yang patut menjadi perhatian dari Pak Pramono. DKI Jakarta itu adalah barometer pembinaan sepakbola Indonesia dan perlu ada terobosan bisa melahirkan pemain muda berkualitas yang bisa menembus skuad Timnas Indonesia,” tandasnya. ***
Daftar provinsi meraih medali emas sepakbola PON:
PON I (1948) – Surakarta: Solo
PON II (1951) – Jakarta: Jawa Barat
PON III (1953) – Medan: Sumatera Utara
PON IV (1957) – Makassar: Sumatera Utara
PON V (1961) – Bandung: Jawa Tengah
PON VI (1965) – Jakarta: –
Baca Juga : Usai Terima Pesan Rahasia Prabowo, Megawati Didampingi Pramono Anung Ziarah Istimewa ke Makam Bung Karno
PON VII (1969) – Surabaya: Sumatera Utara
PON VIII (1973) – Jakarta: DKI Jakarta
PON IX (1977) – Jakarta: DKI Jakarta
PON X (1981) – Jakarta: Lampung
PON XI (1985) – Jakarta: Sumatera Utara
PON XII (1989) – Jakarta: Sumatera Utara
PON XIII (1993) – Jakarta: Papua
PON XIV (1996) – Jakarta: Jawa Timur
PON XV (2000) – Surabaya: Jawa Timur
PON XVI (2004) – Palembang: Papua & Jawa Timur (juara bersama)
PON XVII (2008) – Samarinda: Jawa Timur
PON XVIII (2012) – Pekanbaru: Kalimantan Timur
PON XIX (2016) – Bandung: Jawa Barat
PON XX (2021) – Jayapura: Papua
PON XXI (2024) – Aceh-Sumut: Jawa Timur. ***













