Olahraga
Final Idaman Indonesia vs China Terwujud di Nomor Women Team 5th Asia Bridge Cup di Goa, India

Indonesia kini berpeluang mempertahankan tradisi emas yang pernah diraih pada 2nd dan 4th Asia Bridge Cup di nomor Women Team. (Ist)
Oleh: Bert Toar Polii, Tukang Bridge
Tim Indonesia diperkuat oleh:
- Fera Damayanti
- Riantini
- Dewita Sonya Terabunga
- Della Ayu Nobira
- Desy Noervita
- Lusje Olha Bojoh (Playing Captain)
Indonesia memastikan tiket final setelah tampil sangat meyakinkan saat menghadapi tuan rumah India pada babak semifinal. Dari tiga segmen pertandingan, Indonesia berhasil memenangkan ketiganya dengan permainan yang stabil dan disiplin.
Sebagai playing captain, Lusje Olha Bojoh kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mengatur strategi. Pada segmen pertama ia menurunkan dua pasangan, yaitu Della Ayu Nobira/Desy Noervita dan Dewita Sonya Terabunga/Lusje Olha Bojoh.
Setelah kedua pasangan tersebut membawa Indonesia unggul besar pada segmen pertama, Lusje memilih mempertahankan susunan pemain yang sama pada segmen kedua. Ia tampaknya berpegang pada filosofi lama yang sangat terkenal di dunia olahraga:
“Don’t change the winning team.”
Keputusan itu kembali membuahkan hasil. Indonesia terus memperlebar keunggulan.
Memasuki segmen ketiga, Lusje melakukan penyegaran dengan memasukkan pasangan Fera Damayanti/Riantini menggantikan Della Ayu Nobira/Desy Noervita, sementara pasangan Dewita/Lusje tetap dipertahankan.
Pergantian tersebut terbukti sangat tepat. Indonesia tetap tampil konsisten hingga akhirnya menundukkan India dengan kemenangan meyakinkan untuk memastikan tempat di final.
China Lolos Setelah Drama Melawan Jepang
Sementara itu semifinal antara China dan Jepang berlangsung jauh lebih dramatis.
Hingga pertengahan segmen ketiga, Jepang masih memimpin dengan selisih tipis. Namun dalam delapan board terakhir, China menunjukkan kelasnya. Mereka berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan untuk merebut tiket menuju final.
Dengan demikian, final impian Indonesia melawan China pun resmi terwujud.
Mimpi Mempertahankan Gelar
Indonesia kini berpeluang mempertahankan tradisi emas yang pernah diraih pada 2nd dan 4th Asia Bridge Cup di nomor Women Team.
Apabila berhasil mengalahkan China, maka Indonesia akan kembali menjadi juara Asia, sekaligus mengukuhkan Lusje Olha Bojoh sebagai pemain pertama yang berhasil meraih tiga gelar Asia Bridge Cup, dua dari Women Team dan satu dari Mixed Team sebuah pencapaian yang akan menjadi sejarah tersendiri bagi bridge Indonesia. Sementara Fera Damayanti/Ririen Riantini berhasil mempertahankan gelarnya yang diraih di 4th Asia Bridge Cup di Jakarta.
Dominasi China Masih Berlanjut
Keberhasilan China meloloskan empat tim ke babak final kembali menunjukkan dominasi mereka di kawasan Asia.
Open Team
- Final: China vs Hong Kong China A
- Perebutan Perunggu: India A vs Bangladesh B
Women Team
- Final: China vs Indonesia
- Perebutan Perunggu: India A vs Jepang
Mixed Team
- Final: China A vs China B
- Perebutan Perunggu: Australia A vs Hong Kong China A
Senior Team
- Final: Australia A vs India A
- Perebutan Perunggu: Jepang vs Bangladesh
Dari delapan slot final yang tersedia di empat nomor, empat di antaranya berhasil diisi oleh tim-tim China. Sebuah bukti bahwa negeri tersebut masih menjadi kekuatan utama bridge Asia.
Semifinal Paling Dramatis: India A vs Jepang
Pertandingan semifinal perebutan tiket final Women Team antara India A dan Jepang yang disiarkan melalui Bridge Base Online (BBO) menjadi salah satu laga paling menegangkan sepanjang turnamen.
Perolehan IMP terus saling kejar hingga board terakhir. Pada akhirnya India A berhasil lolos ke final dengan selisih hanya 1 IMP.
Bagi Jepang, kekalahan ini tentu sangat menyakitkan. Mereka kemungkinan akan terus mengingat satu keputusan pada board kedua terakhir.
Dalam posisi tersebut, Jepang sebenarnya memiliki kesempatan melakukan sacrifice 5♦️ dengan relatif mudah. Sistem yang mereka gunakan bahkan sangat mendukung untuk menemukan kontrak tersebut. Sayangnya kesempatan itu tidak dimanfaatkan.
Seandainya mereka memilih melakukan sacrifice 5♦️, besar kemungkinan tiket final justru menjadi milik Jepang.
Namun, seperti yang sering dikatakan para pemain bridge:
“Bridge bukan permainan yang menghukum kesalahan besar saja, tetapi juga keputusan kecil yang terlewat.”
Besok, perhatian pecinta bridge Indonesia akan tertuju ke satu pertandingan: Indonesia melawan China.
Semoga Tim Women Indonesia mampu mempertahankan permainan solid seperti saat menyingkirkan India dan menghadirkan satu lagi gelar juara Asia untuk Merah Putih. Indonesia memiliki kualitas, pengalaman, dan semangat juang untuk mewujudkan impian tersebut. Seluruh pecinta bridge Tanah Air tentu berharap, saat board terakhir selesai dimainkan, bendera Merah Putih kembali berkibar sebagai juara Asia. ***