Connect with us

Olahraga

Dengan Cara Berbeda, Djarum Senior Kembali Wakili Indonesia di APBF Hongkong

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Oleh: Bert Toar Polii

FAKTUAL-INDONESIA: Selama bertahun-tahun sejak tahun 2009, Djarum Senior selalu menjadi wakil Indonesia untuk kategori senior baik pada Asia Pasific Bridge Federation (APBF) Championship maupun World Bridge Federation (WBF) Championship.

Ini terjadi karena oleh PB Gabsi, M Bambang Hartono sebagai pembina Djarum Bridge Club ditunjuk sebagai project officer tim nasional senior.

Sebagai project officer ia diberikan kewewenangan untuk membentuk tim nasional senior sekaligus mengatur pendanaan.

Namun PB Gabsi periode ini memilih cara berbeda. Tim nasional senior dan open dibentuk dengan pembiayaan mandiri dari peserta yang berminat.

Advertisement

Ketika ada lebih dari satu peserta yang berminat maka diadakan seleksi untuk menentukan tim mana yang berhak.

Untuk nomor senior team awalnya ada tiga tim yang berminat dan mendaftar untuk ikut serta, yaitu Djarum Senior, DKI Senior dan Sulut Senior. Peserta yang berminat ikut harus membayar pendaftaran Rp15 juta. Uang ini akan dijadikan uang pendaftaran untuk ikut APBF Championship yang akan berlangsung di Hongkong pada tanggal 9-17 Juni 2023. Bagi peserta yang gugur uang pendaftaran akan dikembalikan.

Sedikit berbeda karena PB Gabsi akan memberikan subsidi untuk biaya hotel dan uang saku pemain di Hongkong yang besarnya belum ditentukan.

Seleksi akan diadakan pada tanggal 8-12 Maret 2023 di Sekretariat PB Gabsi yang baru Jl Dua Sembilan No 9B, Rawa Domba, Jakarta Timur.

Sayangnya satu hari sebelum seleksi dimulai, tim senior Sulut mengundurkan diri sehingga tinggal dua tim yang tersisa.

Advertisement

Akhirnya oleh Pemimpin Pertandingan Arnold Laseduw diputuskan untuk langsung final dengan bermain 6 session @16 papan pada tanggal 8-9 Maret 2023.

Tim Djarum Senior yang terdiri dari Bert Toar Polii (Playing Captain). Denny Sacul, M Apin Nurhalim, Tanudjan Sugiarto, Sugeng Triworo dan M Bambang Hartono kemudian menundukan DKI Senior dengan para pemain Didi Andries (Playing Captain), Giovani Watulingas, Wolter Dirk Karamoy, Handojo Susanto, Krismata Gani dan Juniarto Hadimartono dengan skor 161 – 50 Imp.

Dengan hasil ini maka Djarum Senior berhak menjadi tim nasional senior yang akan mewakili Indonesia pada 53rd Asia Pacific Bridge Federation Championships yang akan berlangsung di Crowne  Plaza  Hong  Kong  Kowloon  East,  3  Tong  Tak  St,  Tseung  Kwan  O,  Hong  Kong pada tanggal 9-17 Juni 2023 memperebutkan Michael  Bambang  Hartono  Cup  Senior  Team.

53rd Asia Pacific Bridge Federation Championships juga akan menjadi ajang seleksi Zone VI untuk menentukan 3 negara yang akan mewakili Zone VI pada perebutan d’Orsi Trophy di 46th WORLD BRIDGE TEAMS CHAMPIONSHIPS in Movenpick Mansour Eddahbi Palais des Congrès Marrakech. Marrakech, Morocco pada tanggal 20 Agustus – 2 September 2023.

Sementara itu seleksi untuk menentukan tim yang akan mewakili Indonesia di kategori open team diikuti 3 tim, yaitu Djarum Bridge Club, ACR dan Hotmix Palu.

Advertisement

Karena ada 3 tim maka diawali dengan babak penyisihan dimana ketiga regu bertanding triple round robbin untuk menentukan dua regu yang akan berlaga di babak final.

Setelah menyelesaikan 5 session dari rencana 9 session, urutan sementara adalah ACR 75.50 VP, Djarum Bridge Club 73.97 VP dan Hotmix Palu 40.33 VP.

Melihat sistim pertandingan dimana hanya dua tim yang bertanding dengan satu bye sepertinya yang akan berlaga di final adalah ACR vs Djarum Bridge Club.

Bisa saja terjadi kejutan jika Hotmix Palu memenangkan semua pertandingan tersisa dan salah satu ACR atau Djarum Bridge Club juga menang terus.

Tim ACR diperkuat Kelik Irwantono, Very Pangkerego, Syahrial Ali, Franky Karwur, Noldy Ngantung, Franky Karwur dan Mukhiban Darmabakti.

Advertisement

Tim Djarum Bridge Club terdiri dari Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, Stefanus Supeno, Lesly Gontha, Agus Kustrijanto, Anthony Soebroto.

Hotmix Palu terdiri dari Jaury Sakung, Novry Kaligis, Vicky Manoppo, Anto Kusmin Satoto, Kusumanto Sigit dan Adjat Abdurojak. ***

Lanjutkan Membaca