Olahraga
AUTOBIOGRAFI: Bert Toar Polii – “Tukang Bridge”

FAKTUAL INDONESIA: Nama saya Bert Toar Polii. Banyak orang mengenal saya dengan sebutan “Tukang Bridge.” Julukan itu bukan tanpa alasan. Sejak muda, hidup saya nyaris tak pernah jauh dari kartu bridge—baik sebagai pemain, pengajar, penulis, analis, maupun penyebar informasi bridge ke seluruh penjuru Indonesia.
Awal Perkenalan dengan Bridge
Perjalanan saya dengan bridge dimulai dari rasa ingin tahu. Awalnya hanya permainan kartu biasa, tetapi semakin saya pelajari, semakin saya menyadari bahwa bridge adalah perpaduan antara logika, psikologi, disiplin, dan kerja sama tim. Dari situlah kecintaan itu tumbuh. Saya tidak hanya ingin bermain, tetapi ingin memahami dan membagikan ilmu bridge kepada orang lain.
Baca Juga : Tolong Jangan Seperti Itu, Kartu Kuning Dalam Pertandingan Bridge di European Winter Transnational Championship
Bridge mengajarkan saya banyak hal: kesabaran dalam mengambil keputusan, keberanian dalam mengambil risiko yang terukur, serta pentingnya komunikasi dan kepercayaan antar pasangan.
Menjadi “Tukang Bridge”
Julukan “Tukang Bridge” lahir karena hampir setiap hari saya berkutat dengan bridge. Saya menulis artikel, membuat analisis pertandingan, menyusun soal, menjadi juri atau wasit, hingga membantu menyebarkan hasil kejuaraan. Banyak yang mengatakan saya seperti “pekerja serabutan” di dunia bridge—apa saja yang berhubungan dengan bridge, saya kerjakan. Sehingga oleh Ketum PB Gabsi periode 2014-2018, Eka Wahyu Kasih menyebut saya sebagai “Enslikopedi Hidup Bridge Indonesia” dalam sambutannya di buku saya Modern Bridge Conventions (2025).
Namun bagi saya, itu bukan sekadar pekerjaan. Itu adalah panggilan hati.
Baca Juga : Kabar Gembira Untuk Bertanding Bridge Cukup Belajar 10 Menit
Saya aktif menulis laporan kejuaraan nasional maupun internasional, mendokumentasikan prestasi atlet Indonesia, serta mengedukasi pemain muda melalui tulisan dan pembahasan sistem permainan. Di era digital, saya juga memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi bridge agar bisa diakses lebih luas oleh masyarakat.
Kontribusi untuk Bridge Indonesia
Saya percaya bahwa kemajuan olahraga tidak hanya ditentukan oleh pemain hebat, tetapi juga oleh ekosistem yang mendukungnya. Karena itu saya berusaha berkontribusi dalam berbagai aspek:
- Mempromosikan prestasi pemain Indonesia di tingkat internasional
- Menyediakan informasi turnamen dan hasil pertandingan
- Membantu edukasi sistem bidding dan teknik bermain
- Mendorong generasi muda untuk mencintai bridge
Saya bangga melihat bridge Indonesia mampu bersaing di ajang dunia. Setiap keberhasilan atlet Indonesia selalu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.
Filosofi Hidup
Baca Juga : Djarum Black Juara Ernst Gultom Invitational Online Bridge Tournament Berkat Carry Over
Bagi saya, bridge bukan sekadar permainan kartu. Bridge adalah sekolah kehidupan. Dalam satu papan (board), kita belajar:
- Tidak menyalahkan pasangan, tetapi mencari solusi
- Menghitung peluang dengan kepala dingin
- Tetap tenang di bawah tekanan
- Bangkit setelah kesalahan
Saya selalu percaya bahwa konsistensi dan dedikasi lebih penting daripada sensasi sesaat.
Harapan untuk Generasi Muda
Baca Juga : Djarum Black Juara Babak Penyisihan Ernst Gultom Invitational Online Bridge Tournament
Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang mengenal bridge, bukan hanya sebagai permainan, tetapi sebagai olahraga pikiran yang membentuk karakter. Di zaman yang serba cepat ini, bridge melatih konsentrasi, ketelitian, dan kerja sama—nilai-nilai yang sangat relevan.
Selama saya masih diberi kesempatan, saya akan terus menjadi “Tukang Bridge.” Menulis, mengajar, mendukung, dan merayakan setiap langkah kecil kemajuan bridge Indonesia.
Karena bagi saya, hidup tanpa bridge terasa kurang lengkap. ***