Olahraga

58 Pasangan Sudah Terdaftar, Dua Tempat Masih Tersedia, Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK Semakin Meriah

Published

on

Walaupun diselenggarakan oleh DPP KKK sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81, Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK ternyata mampu menarik peserta dari berbagai komunitas bridge dan berbagai daerah. (Foto: Istimewa)

Walaupun diselenggarakan oleh DPP KKK sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81, Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK ternyata mampu menarik peserta dari berbagai komunitas bridge dan berbagai daerah. (Foto: Istimewa)

Oleh: Bert Toar Polii

FAKTUAL INDONESIA: Rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diselenggarakan oleh DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) akan semakin semarak dengan digelarnya Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK.

Turnamen bridge ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 22 Agustus 2026

Tempat: Wale Wangko Ne Kawanua, IBM-ASMI Pulomas

Venue: Ruang Pisok, Gedung B, Lantai 4

Advertisement

Antusiasme peserta ternyata sangat tinggi. Sampai saat ini telah tercatat 58 pasangan yang akan bertanding. Panitia masih menyediakan kesempatan bagi dua pasangan terakhir untuk melengkapi jumlah peserta menjadi 60 pasangan.

Pendaftaran terakhir diberikan sampai Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Bukan Sekadar Turnamen Keluarga Kawanua

Walaupun diselenggarakan oleh DPP KKK sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81, turnamen ini ternyata mampu menarik peserta dari berbagai komunitas bridge dan berbagai daerah.

Komposisi pesertanya juga sangat beragam. Ada pemain senior, ladies, mixed pairs, junior U26, pemain Kawanua, pemain nasional, mantan pengurus organisasi bridge nasional, bahkan peserta yang datang khusus dari luar Jakarta.

Advertisement

Dengan demikian, Kejuaraan Pasangan Piala Ketum KKK tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, bertemu kembali dengan sahabat lama dan memperluas persahabatan melalui olahraga bridge.

Dihadiri Tokoh dan Pemain Berprestasi

Kejuaraan Pasangan Piala Ketum KKK semakin menarik karena diikuti sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan olahraga bridge Indonesia.

Di antara peserta terdapat Eka Wahyu Kasih, mantan Ketua Umum PB GABSI, Beni J. Ibradi, mantan Ketua Harian PB GABSI masa bakti 2022–2026, serta Verdianto Bitticaca, calon Ketua Umum PB GABSI masa bakti 2026–2030.

Sejumlah pemain nasional juga ikut meramaikan turnamen, antara lain Santje Panelewen, Leslie Gontha, Syahrial Ali, Mahkota Ananda, dan Bert Toar Polii. Selain itu, ada pula Arnold Laseduw, salah satu tokoh penting di balik suksesnya penyelenggaraan World Bridge Team Championship di Bali tahun 2013.

Advertisement

Atas kontribusinya dalam kesuksesan penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut, Arnold Laseduw menerima Silver Medal dari World Bridge Federation (WBF) pada tahun 2013. Kehadirannya di Kejuaraan Pasangan Piala Ketum KKK menambah warna tersendiri, karena turnamen ini mempertemukan pemain aktif dengan sejumlah tokoh yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bridge Indonesia.

Dengan komposisi peserta seperti ini, Kejuaraan Pasangan Piala Ketum KKK bukan hanya menjadi ajang untuk memperebutkan hadiah dan Piala Ketum KKK, tetapi juga menjadi pertemuan lintas generasi para pelaku bridge Indonesia dalam suasana persahabatan dan kebersamaan.

Peserta Putri Juga Tidak Kalah Menarik

Kelompok pemain wanita juga memberikan warna tersendiri dalam turnamen ini.

Di antara peserta terdapat Sartje Pontoh, Syarifah Nina dan Tina Awuy B, selain sejumlah pasangan ladies lainnya.

Advertisement

Hal ini juga membuka peluang munculnya persaingan menarik untuk memperebutkan penghargaan Best Putri/Ladies.

Peserta Datang dari Berbagai Daerah

Kejuaraan ini juga menunjukkan bahwa daya tarik turnamen tidak terbatas pada peserta dari Jabodetabek.

Dari Pontianak terdapat pasangan Christanmas – Theon yang datang untuk mengikuti pertandingan.

Dari Palembang hadir pasangan Nia – Taufik.

Advertisement

Sementara dari Bandung terdapat pasangan Beni J. Ibradi – Paul Silalahi serta Dede Mulyadi – Komarudin.

Selain itu terdapat pula beberapa pasangan dari Banten serta berbagai wilayah di Jabodetabek.

Kehadiran peserta dari berbagai kota ini tentu menjadi nilai tambah bagi kegiatan yang sejak awal dirancang bukan hanya sebagai pertandingan, tetapi juga sebagai ajang mempererat kebersamaan.

Sistem Pertandingan

Kejuaraan menggunakan Sistem Swiss, 6 session @ 8 papan.

Advertisement

Pertandingan akan berlangsung sepanjang hari dengan jadwal:

Kegiatan          Waktu

Pembukaan      08.30–09.00

Session 1         09.00–10.00

Session 2         10.15–11.15

Advertisement

Session 3         11.30–12.30

Istirahat Makan Siang 12.30–14.00

Session 4         14.00–15.00

Session 5         15.15–16.15

Session 6         16.35–17.35

Advertisement

Upacara Penutupan     17.45–selesai

Penilaian menggunakan IMP yang dikonversikan menjadi VP.

Untuk mengikuti perkembangan pertandingan, hasil pertandingan dapat dilihat melalui Bridge Pocket, sehingga peserta dan penggemar bridge dapat memantau hasil serta klasemen selama kejuaraan berlangsung.

Hadiah yang Diperebutkan

Piala Ketum KKK menjadi hadiah utama yang tentu akan menjadi incaran para peserta.

Advertisement

Juara Umum

Juara 1

🏆 Piala Ketum KKK, 🥇 Medali Emas, 📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp4.000.000

Juara 2

🥈 Medali Perak, 📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp2.000.000

Advertisement

Juara 3

🥉 Medali Perunggu, 📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp1.500.000

Juara 4

📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp1.000.000

Juara 5

Advertisement

📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp600.000

Juara 6

📜 Piagam Penghargaan, 💰 Rp400.000

Selain hadiah umum tersebut, tersedia penghargaan khusus:

  • Best Senior — Rp500.000 + Piagam, Best Putri/Ladies — Rp500.000 + Piagam, Best Campuran/Mixed — Rp500.000 + Piagam, Best Junior U26 — Rp500.000 + Piagam, Best Kawanua — Rp500.000 + Piagam

Untuk kategori khusus, peserta minimal harus terdiri dari 3 pasangan, dan pemenang harus memperoleh skor minimal 50%. Setiap pemenang hanya berhak menerima satu hadiah.

Senior dan Junior Ikut Mendapat Perhatian

Advertisement

Panitia juga memberikan ruang khusus bagi pemain dari dua kelompok usia.

Untuk kategori Senior, peserta harus berusia minimal 60 tahun pada tahun pertandingan.

Sementara kategori Junior U26 diperuntukkan bagi pemain yang berusia maksimal 25 tahun pada tahun 2026.

Kehadiran pemain muda seperti I Putu Aditya Yuga – Gilang Catur Yudishtira, Alief Anfasa – M. Andhika Prasetya, serta M. Fajar – Kurnia Ilham menunjukkan bahwa generasi muda juga mendapat tempat dalam kejuaraan ini.

Dengan adanya kategori Junior U26, turnamen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding bersama pemain-pemain yang lebih senior dan berpengalaman.

Advertisement

Daftar Sementara 58 Pasangan

Berikut daftar pasangan yang telah tercatat sampai saat ini:

  1. Berlin – Dimas Agung Dewantoro,  2. Marten Raranta – Bakti Utama, 3. Theon – Christ, 4.Rizal – Mustafa (S), 5. Satrio Hanif Wicaksono – Gilberto Timothy P Kalangie, 6. Wahyu – Andy Tria, 7. Mario Petricola – Joseph/Nolly, 8. Tetty Sianipar – Vecky Manopo (M), 9. Steffie Rampen – Tina Awuy (S/M/K), 10. Bert Polii – Harry Harsudi (S), 11. Decky Tana – Mahkota (S), 12. Atika – Herry Gere (M), 13. Samsi – Karina (M), 14. Andika – Yendi, 15. Fanni – Aulia (L), 16. Nia – Taufik (M) – Palembang, 17. Sartje Pontoh – Roro Joffani (L), 18. Rizky W. – Parlin S., 19. Meldy Djeddin – Hendro Rumimpunu (K), 20. Juniarto Hadimartono – Krismata (S), 21. Eka Wahyu Kasih – Hok Hien (S), 22.Ronny Lontoh – Partner, 23. Amalia – Ardiansyah (Jr), 24. dr. Ridwan – Dadang (S), 25. Heri – Santo Kabser, 26. Ully – Riki Kabser, 27. Harrys Lumakeky – Jerry Posumah, 28. Dede Mulyadi – Komarudin, 29. Karta Lukita – Jahjo Budijanto, 30. Ghassani – Alifah, 31. Wang – Wilson, 32. Monica – Vonny Alfauzia (L), 33. Donal Sitorus – Alfa Irinanda (S), 34. Vonny – Henny Wauran (L/S/K), 35. Yotam – Partner, 36. Mulyadi – Anto, 37. Febe Piri – Anna S. (L/S/K), 38. Harry S. – Denny Baramuli, 39. Verdianto Bitticaca – Syahrial Ali, 40. Agung Dharmawan Buchadi – Partner, 41. Fakhri – Restu Febri (S), 42. Adrial – Jopa, 43. Bonny Wawruntu – Putu Bayu Wisnawa, 44. Paul Silalahi – Partner, 45. Johnny Tawas – Nicolaas J.W., 46. Herman Hudoyo – Rillah Zamadi Amin, 47. Ricky Palendeng – Yohan Kariana, 48. Rivaldo – Syarifah Nina (M), 49. Rigga – Arnold Laseduw, 50. Irawati – Rida Amanda (L), 51. Ilham – Fikri (Tangerang 1), 52. Bram – Nadya (M) – Tangerang 2, 53. Hanie – Cilvia (L) – Tangerang 3, 54. I Putu Aditya Yuga – Gilang Catur Yudishtira (Jr U26), 55. Alief Anfasa – M. Andhika Prasetya (Jr U26), 56. M. Fajar – Kurnia Ilham (Jr U26), 57. Santje P. – Vicky Sandjaja, 58. Viasmudji Bitticaca – Leslie Gontha

Beberapa keterangan dalam daftar menunjukkan kategori yang dapat diperhitungkan untuk penghargaan khusus seperti Senior (S), Ladies (L), Mixed (M), dan Kawanua (K).

Tinggal Dua Tempat Lagi

Dengan telah terdaftarnya 58 pasangan, panitia saat ini tinggal menunggu dua pasangan lagi untuk mencapai target 60 pasangan.

Bagi yang masih berminat mengikuti turnamen, kesempatan terakhir masih terbuka sampai:

Advertisement

Jumat, 21 Agustus 2026

Pukul 18.00 WIB

Setelah itu panitia akan memfinalisasi daftar peserta dan persiapan pertandingan.

Lebih dari Sekadar Mencari Juara

Pada akhirnya, yang diharapkan dari kejuaraan ini bukan semata-mata siapa yang membawa pulang Piala Ketum KKK.

Advertisement

Turnamen ini merupakan bagian dari semangat besar HUT RI ke-81, yaitu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.

Pemain senior dapat bertemu pemain muda. Pemain nasional dapat duduk satu meja dengan pemain komunitas. Peserta dari Jakarta dapat bertanding dengan peserta yang datang dari Pontianak, Palembang, Bandung, Banten dan daerah lainnya.

Semua bertemu dalam satu bahasa yang sama: bridge.

Dan melalui bridge, kita membangun sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kemenangan—persahabatan, sportivitas, kebersamaan dan persatuan.

Panitia Pelaksana HUT RI ke-81 DPP KKK juga mengimbau seluruh peserta untuk, bila memungkinkan, mengenakan pakaian bernuansa merah putih saat mengikuti pertandingan. Ajakan sederhana ini diharapkan semakin memperkuat suasana kemerdekaan dan membuat venue dipenuhi warna Merah Putih.

Advertisement

Mari kita ramaikan Kejuaraan Pasangan Piala Ketua Umum KKK dan jadikan pertandingan ini sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang penuh persahabatan.

Dari Kawanua untuk Indonesia.

Dari meja bridge untuk persahabatan dan prestasi.

🇮🇩 MERDEKA!

I Yayat U Santi!

Advertisement

Pakatuan wo Pakalawiren! ***

Exit mobile version