Connect with us

Ibu Kota

Viral Setelah Dikeroyok, Ini Profil Ade Armando

Avatar

Diterbitkan

pada

FAKTUAL-INDONESIA: Setelah dikeroyok saat demo 11 April, penelusuran mesin google teratas menunjukkan pencarian tentang siapa Ade Armando? Dia adalah seorang pengajar di UI dan pegiat media sosial. Berikut profilnya.

Usai dikeroyok, beredar viral foto Ade Armando dengan wajah bengap, penuh luka. Banyak orang yang belum mengenalnya terutama, bertanya-tanya tentang siapa Ade Armando dan mengapa dia dikeroyok?

Ade Armando lahir pada 24 September 1961 dari keluarga yang hijrah dari Minangkabau, yaitu dari pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Mengenyam pendidikan di SD Banjarsari I Bandung (tamat 1973), SMP Negeri 2 Bogor (tamat 1976), dan SMA Negeri 2 Bogor (tamat 1980). Ia menderita kerusakan mata rabun jauh dan saat SMP kerusakannya mencapai minus enam.

Advertisement

Setamat SMA ia memutuskan mendaftar kuliah di FISIP UI untuk menjadi diplomat, sesuai saran ayahnya. Karena nilai mata kuliah ilmu pengantar politiknya rendah, ia pindah ke jurusan ilmu komunikasi.

Di kampus, ia aktif dalam pers mahasiswa di Warta UI. Ia mengaku pernah berjualan rempeyek di kampus untuk menutupi uang kuliahnya. Ia juga belajar menjadi wartawan dari Rosihan Anwar.

Ade meraih gelar master of science dalam population studies dari Universitas Negeri Florida pada 1991. Selanjutnya, ia meraih gelar doktor dari UI pada 2006.

Karier Ade Armando

Ade Armando pernah menjadi wartawan majalah Prisma (1988–1989) dan Redaktur Penerbit Buku LP3ES (1991–1993). Pada 1993, Ade menjadi redaktur Harian Republika, surat kabar Islam, sesuai obsesinya. Karena tekanan politik Orde Baru dan dirasa tidak objektif, ia lantas keluar dari koran itu.

Advertisement

Setelah berhenti menjadi wartawan, Ade Armando beralih menjadi peneliti dan Manajer Riset Media Tylor Nelson Sofres pada 1998–1999.

Setelah itu Ade Armando diajak bergabung oleh Marwah Daud Ibrahim menjadi Direktur Media Watch & Consumer Center pada 2000–2001 yang dianggapnya independen dan tidak memihak Habibie.

Ia menjadi Ketua Program S-1 di Ilmu Komunikasi FISIP UI pada 2001-2003. Pernah juga menjabat sebagai Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik.

Hingga saat ini, Ade menjabat sebagai Direktur Komunikasi, Saiful Mujani Research and Consulting.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement