Connect with us

News

Polisi Minta Korban Dugaan Penipuan WO di Bekasi Segera Lapor

Diterbitkan

pada

Ilustrasi penipuan wedding organizer bikin pesta nikah gagal. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Penipuan oleh jasa wedding organizer (WO) kembali terulang. Polres Metro Jakarta Timur meminta para korban dugaan penipuan jasa WO di Bekasi segera membuat laporan resmi ke kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video resepsi pernikahan tanpa dekorasi dan konsumsi viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, mengatakan pihaknya siap menerima laporan dari calon pengantin maupun pihak lain yang merasa dirugikan oleh penyelenggara pernikahan tersebut.

“Silakan lapor. Calon pengantin yang videonya viral itu rencananya hari ini akan datang membuat laporan. Kantor WO tersebut berada di wilayah Cakung,” ujar Bayu saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Menurut Bayu, polisi siap menindaklanjuti kasus tersebut apabila ada laporan resmi dari korban. Lokasi gudang atau kantor WO yang diduga melakukan penipuan diketahui berada di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Advertisement

Kasus ini mencuat setelah unggahan akun Threads @meislvy viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sepupunya menjadi korban dugaan penipuan wedding organizer di kawasan Bekasi.

Video yang beredar memperlihatkan kondisi resepsi pernikahan yang jauh dari harapan keluarga pengantin. Gedung acara terlihat minim dekorasi dan makanan yang dijanjikan pihak WO juga disebut tidak tersedia di lokasi.

Di tengah situasi tersebut, keluarga pengantin tetap berusaha melayani tamu undangan secara sederhana dengan membagikan makanan ringan dan air mineral. Suasana haru tampak menyelimuti acara karena pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi kesedihan.

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa pembawa acara atau MC tetap hadir untuk membantu acara meski belum menerima pembayaran dari pihak WO.

“Kalian bisa lihat keadaan pagi ini yang seharusnya jadi acara bahagia berubah jadi tangis semua. MC-nya juga ikut jadi korban karena belum dibayar, tetapi tetap hadir membantu acara,” tulis akun tersebut.

Advertisement

Bayu mengungkapkan bahwa pada Sabtu (23/5), sudah ada warga yang datang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk berkonsultasi terkait dugaan penipuan itu. Namun, pihak tersebut belum dapat dikategorikan sebagai korban karena jadwal pesta pernikahannya belum berlangsung.

“Yang datang kemarin itu calon pengantin yang acaranya belum sesuai jadwal perjanjian. Jadi belum diketahui apakah acara akan terlaksana atau tidak,” jelas Bayu.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dan menunggu laporan resmi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Jumlah korban maupun total kerugian akibat dugaan penipuan itu juga masih belum diketahui secara pasti.

Polres Metro Jakarta Timur pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer. Masyarakat diminta memastikan legalitas usaha serta rekam jejak penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran dalam jumlah besar.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement