News
Massa Buruh Mulai Berdatangan di Gedung DPR

Demo buruh dan mahasiswa 21 April 2022.(ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Massa yang tergabung dalam aliansi buruh sudah mulai berdatangan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Mereka akan menggelar aksi demo 21 April. Demo hari ini berpusat di dua titik, yaitu aksi mahasiswa di Patung Kuda dan aksi buruh di depan gedung DPR/MPR-RI.
Sebagian dari mereka mengenakan seragam dan atribut serikat buruh. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan, “Turunkan Harga Minyak!”.
Salah satu massa juga terlihat membawa poster bertuliskan ‘Kembali ke UUD 45 dan Pancasila’.
“Kawan-kawan kita kembali ke sini, tapi lihat kita malah disambut kawat berduri,” teriak salah seorang orator dari mobil komando.
Memang di sekeliling gedung para wakil rakyat itu dikelilingi kawat berduri. Bahkan jembatan penyeberangan di dekatnya juga dipasangi kawat berduri.
Diketahui mereka bergerak dari Jalan Gerbang Pemuda sebelum menuju ke depan Gedung DPR/MPR RI. Mereka melakukan longmarch sebelum menuju ke lokasi.
Emak-emak Minta Jokowi Mundur. Salah satu massa yang datang berangkat dari kelompok emak-emak. Mereka meminta Presiden Jokowi mundur. Mereka datang sambil berteriak, “Jokowi mundur”.
Selain itu mereka pun datang dengan membawa sejumlah spanduk. Salah satu spanduk itu berisi protes kepada Presiden Joko Widodo.
Jalan Gerbang Pemuda mulai macet dipenuhi para pendemo.
Beberapa emak-emak juga membawa poster berisi pesan protes. “Jokowi Mundur Harga Mati,” katanya.
Polisi kini telah berjaga di lokasi. Sejumlah water barrier berukuran raksasa berada di tengah Jalan Raya Gatot Subroto .
Demo 21 April
Demo hari ini di Jakarta diketahui berpusat di dua lokasi. Dua titik itu berada di kawasan Patung Kuda dan gedung DPR RI.
Di kawasan Patung Kuda rencananya elemen mahasiswa yang bakal menggelar aksi demonstrasi. Para demonstran menggelar unjuk rasa menuntut penolakan penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan presiden.
Aparat kepolisian pun telah menyiapkan sejumlah pengamanan. Total, ada 9.915 personel keamanan berjaga dalam demonstrasi di Jakarta hari ini.
Selain itu polisi juga bakal melakukan filterisasi. Tindakan itu untuk melakukan seleksi kepada massa aksi yang telah mengantongi surat pemberitahuan demo dari kepolisian atau tidak.
Tiap elemen massa yang bisa menunjukkan surat pemberitahuan itu, polisi akan melakukan pengawalan dan pelayanan aksi unjuk rasa. Namun, bagi yang tidak mampu menunjukkan surat itu, polisi tidak akan mengizinkan massa itu masuk ke area demonstrasi.
“Kepada yang tidak memiliki surat pemberitahuan tentunya nanti kita tidak akan izinkan masuk ke tempat area unjuk rasa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan seperti dikutip Detik.
Dia menyebut hal itu dilakukan polisi sebagai langkah antisipasi untuk mencegah adanya kelompok penyusup dalam demonstrasi buruh dan mahasiswa hari ini.***