News
BNPB Terima 34,38 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

BNPB mendapat sejumlah bantuan dari TNI untuk korban gempa bumi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan logistik sebanyak 34,38 ton dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk mendukung penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan dari TNI AU, dukungan logistik juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seluruh bantuan tersebut dikumpulkan melalui Pos Dukungan Logistik Nasional Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Jakarta untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
“Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai unsur lainnya dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Berton dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Bantuan dari TNI AU secara simbolis diserahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono kepada Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana.
Dari total 34,38 ton bantuan tersebut, sebanyak 17 ton yang terdiri atas paket sembako, beras, terpal, dan pakaian telah diberangkatkan menuju lokasi bencana.
Sementara itu, sekitar 17,38 ton bantuan lainnya disimpan sebagai cadangan di Depot Pembekalan Material (DAAU). Cadangan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Pemprov DKI Kirim Bantuan
Dukungan juga diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan bantuan logistik yang berasal dari sejumlah instansi di lingkungan Pemprov DKI.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, air bersih, perlengkapan pengungsian, kebutuhan anak, sanitasi, hingga peralatan medis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengirimkan 1.750 paket makanan siap saji, biskuit, dan air mineral. BPBD juga menyediakan sekitar 4.000 unit perlengkapan, antara lain kasur, bantal, selimut, family kit, terpal, karung, dan perlengkapan untuk anak.
Dinas Sosial DKI Jakarta turut menyalurkan 1.350 unit air mineral dan paket makanan, serta 1.000 lembar terpal atau tenda gulung.
Sementara itu, dukungan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupa kebutuhan medis, antara lain 500 kolf infus NaCl, 500 kolf infus Ringer Laktat (RL), 500 kolf infus D40, serta 50 botol Betadine berukuran 15 mililiter.
Bantuan kebutuhan pangan juga diberikan Baznas DKI Jakarta. Logistik yang disiapkan meliputi 75 karton sarden, 75 karton kornet, 50 karton biskuit bayi, 50 karton bubur bayi, 50 karton bubur instan, 50 karton mi instan, serta 150 karton rendang.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih para korban dan pengungsi, PAM Jaya menyediakan 200 unit toren dengan kapasitas masing-masing 300 liter.
BNPB memastikan armada pengangkut dan personel pendukung telah disiapkan untuk memperlancar proses mobilisasi bantuan menuju daerah terdampak.
Menurut Berton, koordinasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan seluruh bantuan diterima masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok kemanusiaan sekaligus memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.***