Connect with us

News

BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Untuk Korban Kecelakaan Kerja

Avatar

Diterbitkan

pada

FAKTUALid – Dua korban kecelakaan kerja di Kabupaten Gresik mendapatkan santunan dari BPJAMSOSTEK Cabang Gresik. Keduanya yang berstatus peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia dalam musibah itu, masing-masing mendapatkan santunan senilai Rp193,85 juta.

Menurut Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Gresik, Ahmad Fauzie Usman, setelah kejadian pihaknya langsung mendatangi kamar jenazah RS Semen Gresik. “Sudah dilakukan koordinasi dengan pihak perusahaan, bahwa 2 pekerja tersebut sudah terdaftar sebagai peserta, dan ahli warisnya berhak mendapatkan santunan. Seluruh biaya selama almarhum dilayani di RS Semen Gresik menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya, Jum’at (11/6/2021).

Seperti diketahui, kasus kecelakaan kerja itu terjadi pada Selasa (8/6/2021) sore. Saat itu, para pekerja sedang mengecek instrumen level sensor di atas tangki metanol. Sementara sebagian lagi melakukan pengelasan. Saat itulah tiba-tiba tangki meledak yang mengakibatkan 2 pekerja peserta BPJAMSOSTEK itu meninggal dunia.

Usai kejadian, BPJAMSOSTEK Gresik bereaksi cepat dengan mendatangi kamar jenazah RS Gresik. Mereka menyerahkan santunan itu kepada ahli waris korban Muhamamd Burhanudin Ansori dan Ibnu A Thoilah, pada Kamis (10/6/2021) di kantor Realtec Engineering Indonesia.

Advertisement

Menurut Ahmad Fauzie Usman, resiko bekerja dapat terjadi dimana saja, terutama mereka yang bekerja di sebuah proyek yang memiliki resiko tinggi. “Kalau pekerja yang bersangkutan mengalami kecelakaan, tentu akan merugikan pekerja tersebut dan juga keluarganya,” ujarnya.

Tapi kalau pekerja itu sudah ikut program BPJS ketenagakerjaan, yang bersangkutan sudah memiliki keluarga dan punya anak yang masih kecil. Maka anak pekerja tersebut memiliki hak UNTUK mendapatkan beasiswa yang dibayarkan sejak TK hingga selesai kuliah.

Sebaliknya kalau perusahaan tidak mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJAMSOSTEK, yang sangat dirugikan adalah tenaga kerja dan keluarganya itu sendiri. “Karena pihak keluarga tidak bisa ikut menikmati manfaat dari program yang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup keluarganya itu, terutama soal kelanjutan pendidikan anak-anaknya,’ ujarnya.

Ahmad Fauzie Usman berharap, kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Gresik ini bisa dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak. Dia berharap, setiap ada penambahan tenaga kerja baru seharusnya langsung didaftarkan menjadi peserta BpJAMSOTEK.

“Karena kalau mereka mengalami kecelakaan kerja, meski berstatus peserta baru, kami akan menanggung resiko yang dialami peserta,” ujarnya.

Advertisement

Sementara, santunan yang diberikan BPJAMSOSTEK kepada masing-masing ahli waris itu, diantaranya berupa biaya pemakaman Rp10 juta, Santunan Berkala Sekaligus Rp12 juta, dan Santunan Kematian Rp171,85 juta. Total yang diterima maisng-masing ahli waris itu sebesar Rp193,85 juta lebih.(Akbar Surya)*

 

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *