Home News Palangka Raya Banjir, Ribuan Warga Terdampak dan Trans Kalimantan Terendam

Palangka Raya Banjir, Ribuan Warga Terdampak dan Trans Kalimantan Terendam

oleh Dwipraya

Anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Pulpis mengatur arus lalu lintas ruas jalan trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya dan Desa Bukit Rawi terendam banjir, Sabtu (13/11/2021). (Humas Polda Kalteng)

FAKTUAL-INDONESIA: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mencatat, sebanyak 9.907 orang terdampak banjir yang saat ini melanda 17 kelurahan di kota itu.

Ada 17 kelurahan dan ribuan jiwa di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah saat ini terdampak musibah banjir akibat luapan air sungai yang berada di sekitar pemukiman warga.

“Hasil pantauan kami di lapangan dalam beberapa hari ini debit air selalu ada kenaikan setinggi 30 centimeter. Sudah ada 17 kelurahan yang terdampak banjir,” kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani di Palangka Raya, Minggu (14/11/2021).

Emi mengungkapkan, ada beberapa lokasi yang terendam banjir sehingga tak bisa dilalui menggunakan jalur darat. Ruas jalan di Kelurahan Petuk Katimpun saat ini terputus dan masyarakat hanya beraktivitas menggunakan perahu menuju ke ke perkampungan Petuk Katimpun ujung.

“Pada intinya masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan ketika kondisi seperti sekarang ini,” katanya.

Untuk kelurahan yang terendam banjir yakni Kelurahan Tangkiling dihuni 515 jiwa, Banturung 245 jiwa, Sei Gohong 58 jiwa, Tumbang Tahai 415 jiwa.

Kemudian Kelurahan Tumbang Rungan ada 285 jiwa, Pahandut Seberang 534 jiwa, Pahandut 1.000 jiwa, Danau Tundai 221 jiwa, Kameloh Baru 800 jiwa, Bereng Bengkel 196 jiwa, Kalampangan 196 jiwa.

Kelurahan Tanjung Pinang berjumlah 305 jiwa, Langkai 1.306 jiwa, Palangka 1.869 jiwa, Bukit Tunggal 616 jiwa, Petuk Katimpun 210 jiwa dan Marang berjumlah 432 jiwa.

Banjir di Kecamatan Pahandut melanda di 15 Rukun warga (RW) dan 49 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah kepala keluarga (KK) 972 dan jumlah jiwa 3.430.

Sedangkan banjir di Kecamatan Jekan Raya melanda 10 RW, 49 RT 1.865 KK dan 2.695 jiwa. Kecamatan Sabangau ada 7 RW, 27 RT, 652 KK dan 2.117 jiwa.

Lebih lanjut, Kecamatan Bukit Tunggal 6 RW, 9 RT, 367 KK dan 1.665 jiwa yang terdampak banjir. Sedangkan total dari keseluruhan berdasarkan data BPBD kota Palangka Raya per tanggal 13 November 2021 wilayah yang terendam banjir, untuk RW 38, RT 117, 3.856 KK dan 9.907 jiwa yang terdampak musibah banjir sementara ini.

Tidak menutup kemungkinan data tersebut akan berubah, sebab dari data BPBD Kota setempat juga menginformasikan dari BMKG untuk daerah setempat diprakirakan dalam waktu dua minggu kondisi cuaca hujan deras. Data tersebut kemungkinan akan berubah sewaktu-waktu melihat kondisi debit air kian mengalami kenaikan.

Jalan Trans Kalimantan

Sementara itu pihak  Polda Kalimantan Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati apabila hendak melintas di jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Pulang Pisau, khususnya di sepanjang Desa Bukit Rawi, saat ini banjir cukup tinggi.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro di Palangka Raya, Minggu (14/11/2021) mengatakan selain jalur trans Kalimantan arah Palangka Raya menuju Desa Bukit Rawi terendam banjir, jalur Kabupaten Katingan menuju Kabupaten Kotawaringin Timur juga terendam banjir yang cukup tinggi.

“Saya sampaikan kepada masyarakat yang melintas di Jalur Desa Bukit Rawi dan Kabupaten Katingan tepatnya di wilayah Kereng Pangi agar selalu jaga keselamatan karena banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan cukup mengganggu perjalanan warga yang melintas,” katanya dilansir antaranews.com.

Perwira Polri berpangkat melati tiga itu menuturkan, bahwasanya imbauan tersebut disampaikan karena ada sejumlah lubang yang berdiameter kecil hingga besar mulai terlihat di lokasi, ditambah dengan aspal yang kembali rusak. Maka dari itu, para pengendara selain waspada juga disarankan untuk mengurai kecepatan kendaraannya ketika melintas di wilayah yang tergenang akibat banjir.

“Kurangi kecepatan saat melintas di kawasan banjir, selain banyak lubang yang tidak kelihatan, hal tersebut dapat membahayakan pengendara,” ucapnya.

Eko menambahkan, pihaknya juga sudah memberlakukan larangan melintas bagi truk bermuatan dan mobil kecil serta sistem buka tutup jalan. Sebab, apabila hal tersebut tidak diberlakukan, takutnya kendaraan yang sudah dikategorikan sementara tidak bisa melintas, mendapatkan kendala ketika menerjang banjir tersebut.

“Untuk ruas jalan yang menghubungkan Palangka Raya dan Desa Bukit Rawi akan ditutup pada pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali pukul 06.00 WIB. Hal ini kami terapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti laka lantas, mogok dan terguling akibat jalan tidak terlihat dan tertutup genangan air,” demikian Eko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, debit air di wilayah trans kalimantan yang terendam banjir terus mengalami kenaikan. Apalagi dalam beberapa hari ini, hujan selalu mengguyur sejumlah kabupaten atau kota yang berada di Kalteng salah satunya Kota Palangka Raya. ***