Home News Petugas Pantau Ketat Pelaksanaan Prokes Setiap RHU

Petugas Pantau Ketat Pelaksanaan Prokes Setiap RHU

oleh Akbar Surya

Salah satu RHU saat didatangi petugas. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Setiap Rumah Hiburan Umum (RHU) yang beroperasi di wilayah kota Surabaya wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengelola RHU juga harus bersiap karena pelaksanaan prokes ini dipantau secara ketat oleh petugas, salah satunya yang dilakukan oleh Tiga Pilar Kecamatan Rungkut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto, pihaknya ingin memastikan bahwa kelonggaran yang diberikan oleh Pemkot Surabaya, sudah ditaati. “Mereka tidak boleh lalai dan abai terhadap protokol kesehatan,” ujarnya, Jumat (12/11/2021).

Sesuai ketentuan, RHU yang sudah mendapatkan asessment dari Pemkot Surabaya, sudah boleh beroperasi tapi harus patuh dan sesuai aturan. Sebuah tempat karaoke di Jalan Raya Rungkut Surabaya yang didatangi misalnya, mengaku sudah menerapkan prokes yang sudah ditetapkan.

Para pengunjung sudah mencuci-tangan, menscan peduli lindungi dan memeriksa suhu tubuh sebelum masuk. Setiap ruangan juga hanya berisi empat orang dan semuanya mengenakan masker.

Pihaknya juga mengingatkan kepada pengelola RHU yang didatangi untuk menutup operasional mereka pukul 24.00 WIB. ‚ÄúSetiap minggu akan kita lakukan pengecekan terkait protokol kesehatan ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya mengizinkan RHU buka dengan menerapkan prokes ketat. Sebanyak 119 RHU telah mendapat asesmen dan menandatangani pakta integritas di Kantor BPB Linmas Surabaya.

Mereka yang buka sejak siang seperti spa dan sebagainya, maksimal harus tutup pukul 22.00 WIB. Sedangkan yang buka mulai dari petang, jam operasionalnya pukul 18.00 hingga pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan ketentuan yang baru, mereka juga harus melengkapi diri dengan barcode untuk aplikasi PeduliLindungi. Setiap pengunjung RHU wajib sudah divaksin dan pemilik RHU wajib mencatat identitas yang tertera di KTP pengunjung, untuk memudahkan tracing.

RHU yang ketahuan melanggar prokes, sepakat untuk ditutup operasionalnya minimal selama 4 bulan, dan ada Satgas Covid-19 yang akan rutin mengontrol pelaksanaan protokol kesehatannya.***