News

Iwan Sunito Awali Crown Group Jadi Pengembang Raksasa Australia Dari Mimpi

Published

on

CEO dan Chairman Crown Group, Iwan Sunito

FAKTUAL-INDONESIA: Berawal dari mimpi, pengusaha kelahiran Surabaya, Iwan Sunito berhasil mengantar Crown Group menjadi pengembang terbesar di Australia dengan nilai pengembangan proyeknya tembus hingga Rp50 triliun. Iwan bisa menjadi seperti sekarang karena belajar dari orang-orang hebat tentang arti mimpi.

Menurut Iwan Sunito yang merupakan CEO dan Chairman Crown Group di Australia, kekuatan mimpi itulah yang telah mendorong mereka berada di posisi. “Ketika kami dikatakan sebagai salah satu perusahaan pengembang swasta terbesar di Australia dengan nilai pengembangan proyek sebesar Rp50 triliun, seketika kami semua terjaga dari mimpi kami,” ujarnya, Senin (11/4/2022).

Iwan merujuk hal itu pada pernyataan Australia Financial Review (AFR). Surat kabar bisnis populer berbasis di Sydney, New South Wales, yang mengeluarkan pernyataan penuh pujian: “Crown Group is set to become one of Australia’s largest private developers. Tapi bukan kali ini saja Iwan terjaga dan menyadari betapa mimpi-mimpi besar memang telah mengantar mereka ke posisi yang tak pernah diduga.

Sebelumnya, Iwan mengaku terjaga dari mimpi pada 2015 lalu, ketika dinobatkan menjadi Urban Taskforce’s Property Person of The Year. Saat itu dia ditahbiskan menjadi pemenang termuda, dan satu-satunya kelahiran Indonesia yang berhasil memenangkan gelar tersebut di Negeri Kangurus. “It’s beyond my wildest dream!!!” ungkapnya.

Diakui, Crown Group memang tumbuh dari dasar. Bahkan nilai proyek awalnya di tahun 1996 hanya sebesar Rp280 miliar. Iwan mengaku sungguh tak terpikir dan terbayang Crown akan bisa bertumbuh secara eksponensial jika membandingkan capaian sekarang dengan kondisi dua dekade sebelumnya.

Menengok kembali ke belakang, Iwan mengungkap pada akhirnya dia menyadari bahwa meskipun dirinya tidak pernah memimpikan berada di posisi saat ini, namun adalah mimpi yang mendorongnya terus berkarya lebih baik dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya mendorong Crown Group melesat tanpa batas (without borders).

Advertisement

Bicara tentang mimpi, Iwan mengakui hal tersebut berjalan secara evolutif. Saat menghabiskan masa kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dia sama sekali belum memiliki mimpi apa-apa. Bahkan mengerti apa itu mimpi pun tidak. Begitu pun ketika masa remajanya dilakoni di Surabaya. “Hanya satu yang saya ketahui, saya suka menggambar,” ujarnya.

Dari kecintaan menggambar itulah yang akhirnya menuntun Iwan menemukan mimpi. Mimpi yang sesuai dengan passion. Mimpi untuk membuat bangunan yang lebih baik, lebih cantik, bahkan menjadi tengara baru di area sekitarnya.

Perjalanan Crown Group hingga menapak ke posisi sekarang, sebagai “one of Australia’s largest private developers” diakui tidaklah mudah. Dibutuhkan persistensi, konsistensi, dan perseverance (daya tahan) untuk mengatasi hambatan yang ada. Namun itu semua (persistensi, dst) muncul karena Crown Group sendiri punya mimpi untuk membuat hal-hal besar dan hebat. “Jadi, setelah 25 tahun berkarya dan melihat perkembangan Crown Group, pada akhirnya, saya meyakini betul kekuatan mimpi,’ ujarnya.

“Jika dulu our founding fathers, Soekarno, Hatta, Soepomo, Tan Malaka, Mohammad Yamin, Ki Hadjar Dewantara, Sutan Sjahrir tidak bermimpi untuk kemerdekaan Indonesia, mungkin kita tidak pernah bisa merdeka hingga detik ini.” Hal yang sama, katanya, dia dapatkan ketika berkaca dari para pebisnis besar seperti Harley & Davidson, Guglielmo Marconi, atau Henry Ford,” ujarnya.***

Advertisement
Exit mobile version