Home Nasional Bantu Pembelajaran Bahasa Inggris, Mahasiswa ITS Dirikan Startup

Bantu Pembelajaran Bahasa Inggris, Mahasiswa ITS Dirikan Startup

oleh Akbar Surya


Mahasiswa ITS perancang Bahasa Booster, (dari kiri) Dinda Fadhila, Azzam Jihad Ulhaq, dan Shabrina Nur Lathifatul Afifah.

FAKTUALid – Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mendirikan perusahaan rintisan (startup) bernama Bahasa Booster untuk mendukung para mahasiswa belajar tes Bahasa Inggris. Bahasa Booster merupakan startup di bidang pelatihan Bahasa Inggris, terutama untuk persiapan Test of English as a Foreign Language (TOEFL).

Menurut Mahasiswa ITS tersebut, Azzam Jihad Ulhaq, saat ini tersedia tiga paket tryout di bahasa-booster.xyz yang bisa didapatkan secara gratis dan berbayar dengan mendapatkan pembahasan soal. “Pengguna yang telah mengikuti tryout akan langsung mendapatkan nilai yang sudah dikonversikan sebagai nilai TOEFL,” ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Bahasa Booster ini nantinya juga jauh lebih murah dibandingkan program bimbingan belajar persiapan TOEFL pada umumnya. Dengan sekali bayar, pengguna bisa mengakses berbagai materi dan latihan dimanapun dan kapanpun. Terlebih lagi dengan personalisasi AI yang mutakhir, membuat Bahasa Booster seperti guru privat yang mengajari muridnya.

Bahasa Booster sendiri berawal dari keresahan Azzam saat tergabung dalam tim pengembangan sistem TOEFL dan melihat hasil tes yang masih banyak di bawah standar. Hasil tes yang di bawah standar ini pun tidak sedikit yang merupakan milik mahasiswa tingkat akhir yang memerlukan skor tersebut untuk kelulusannya.

Bahasa Booster yang sudah berjalan 3 bulan mendaftar di program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021 hingga lolos tahap 2 pendanaan. Dengan dana ini, Azzam dan timnya berencana untuk beralih ke aplikasi seluler, agar berbagai tes tryout dan materi yang akan ditambahkan bisa diakses secara luring oleh penggunanya.

Aplikasi seluler yang sedang dikembangkan akan memiliki berbagai materi persiapan TOEFL, tidak seperti sebelumnya yang hanya menyediakan soal tryout dengan pembahasan. Dengan dana lebih, Azzam berencana akan menambah anggota tim berupa programmer dan tenaga ahli dari jurusan Sastra Inggris yang akan menyusun materi dari berbagai buku seperti Baron, McGraw Hill, dan Longman.

Materinya, kata dia, akan dikemas dalam Bahasa Indonesia, agar mudah dipahami bagi yang belum lancar berbahasa Inggris. Startup yang sudah memiliki pengguna dari berbagai tempat di Indonesia ini akan menyediakan pembelajaran persiapan tes TOEFL yang lebih terpersonalisasi dengan kecerdasan buatan (AI).

Setiap pengguna akan mendapatkan rekomendasi materi sesuai dengan kemampuannya dalam mengerjakan berbagai soal. Dan soal yang dikeluarkan dalam latihan pun akan sesuai dengan kemampuan dari pengguna.

Materi yang tersedia nantinya terbagi menjadi tiga, seperti listening, reading, dan, structure. Azzam menyebutkan bahwa dari tiap bagian terdapat beberapa skill yang harus dikuasai, dan setiap soal latihan yang diberikan akan mewakili tiap skill yang ada.

Pengguna yang sering salah dalam mengerjakan soal dengan skill tertentu, akan direkomendasikan oleh aplikasi untuk mempelajari materi tersebut. Hal tersebut juga bisa dilakukan untuk semua aplikasi bimbel online.  “Soal tentang skill tersebut akan lebih sering dikeluarkan sampai pengguna lancar dalam soal itu, begitu juga dengan kosakata,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar