News
Tidak Gentar Menunggu Pelaksanaan Ancaman Trump, Iran Yakin Menang: Bangsa Beradab akan Mengalahkan Kekerasan

Angkatan Bersenjata dan rakyat Iran siap mengorbankan nyawa untuk menghadapi serangan dahsyat Amerika Serikat (AS) dan Israel seperti yang diultimatumkan oleh Presiden Donald Trump. (Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Iran sama sekali tidak gentar menjelang tenggat waktu pukul 8 malam yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang dahsyat ke negara itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan negaranya “pasti akan menang” menjelang tenggat waktu pukul 8 malam yang ditetapkan Trump.
“Kekuatan budaya, logika, dan keyakinan akan tujuan yang benar dari sebuah bangsa yang ‘BERADAB’ pasti akan mengalahkan logika kekerasan,” tulis Baqaei di X, yang tampaknya merujuk pada ancaman Trump bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini.”
Dengan tagar #IranWillWin, Baqaei menulis: “Sebuah bangsa yang memiliki keyakinan penuh pada kebenaran jalannya akan mengerahkan seluruh kapasitas dan kemampuannya untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya.”
Dalam pantauan siaran langsung media online NBC News dan NBC, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengklaim bahwa lebih dari 14 juta warga Iran telah sukarela untuk berperang membela negara.
Dalam sebuah unggahan di X, Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa warga Iran siap untuk mengorbankan nyawa mereka.
“Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah menyatakan kesediaan mereka untuk mengorbankan nyawa demi membela Iran,” tulis Pezeshkian. “Saya juga telah, sedang, dan akan siap untuk mengorbankan hidup saya untuk Iran.”
Angkatan Bersenjata Tidak Gentar
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa pembunuhan para komandan tertinggi Iran tidak akan membuat angkatan bersenjata Teheran gentar.
Dalam pernyataan tertulisnya, Khamenei menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan kepala intelijen Garda Revolusi, dan mengatakan bahwa Mayjen Majid Khademi bergabung dengan “barisan pejuang dan prajurit yang teguh.”
Dengan nama Khademi termasuk dalam daftar panjang komandan dan pemimpin top yang tewas dalam perang Israel dan AS melawan Iran — termasuk ayah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei — ia mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan gentar.
“Barisan para pejuang dan orang-orang yang berjuang di jalan kebenaran di Iran Islam yang teguh, serta angkatan bersenjata yang rela berkorban, begitu luas dan kokoh sehingga pembunuhan dan kejahatan tidak dapat mengganggu cita-cita perjuangan mereka,” katanya.
Mendesak Kaum Muda
Seorang pejabat Iran mendesak kaum muda untuk berkumpul di sekitar pembangkit listrik di seluruh Teheran untuk mengirim pesan kepada komunitas internasional bahwa “menyerang infrastruktur publik” adalah “kejahatan perang.”
“Saya mengundang seluruh pemuda, atlet, seniman, pelajar, mahasiswa, dan profesor,” kata Alireza Rahimi, menurut televisi pemerintah Iran, yang mengidentifikasinya sebagai sekretaris Dewan Tertinggi Pemuda dan Remaja.
“Berkumpullah untuk memberi tahu dunia bahwa menyerang infrastruktur publik adalah kejahatan perang,” tambahnya.
Media pemerintah Iran telah membagikan foto-foto yang diduga menunjukkan warga sipil membentuk “rantai manusia” di sekitar lokasi yang berpotensi terancam serangan dari pasukan Israel dan AS.
Dalam foto-foto yang diterbitkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars, terlihat kerumunan kecil orang berdiri di luar lokasi tersebut, dilaporkan melakukan aksi unjuk rasa untuk mencegah pasukan Israel dan AS menyerang daerah-daerah penting.
Sedikitnya 18 orang tewas, termasuk dua anak-anak, dalam serangan yang dilakukan di Provinsi Alborz di Iran, menurut kantor gubernur setempat.
“Pesawat tempur rezim Zionis, dengan dukungan langsung Amerika, dengan pengecut menargetkan rumah dan tempat perlindungan warga sipil kita yang tidak berdaya di Provinsi Alborz,” kata Wakil Bidang Politik, Keamanan dan Sosial Kantor Gubernur Provinsi Alborz, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency.
Disebutkan bahwa setidaknya 24 orang juga terluka dan segera dilarikan ke pusat medis untuk perawatan. ***